Pengalaman Nonton Sidang Doktor

Baru sekali ini saya menyaksikan langsung prosesi sidang program doktor di ITB. Tentu saja sidang yang saya tonton adalah sidang terbuka. Ada dua macam sidang kandidat doktor, tertutup dan terbuka. Sidang tertutup hanya diikuti oleh promovenda (istilah untuk kandidat doktor, yang dipromotori), promotor (semacam pembimbing), serta para penguji. Dalam tataran S3, sidang tertutup bisa terjadi beberapa kali dan isinya bisa saja berupa debat tentang disertasi kandidat doktor.

Sidang terbuka hanya digelar sekali saja setelah dinyatakan lolos dari babak maut sidang tertutup. Namanya saja terbuka, hingga akhirnya saya bisa ikut nimbrung untuk mengobati rasa penasaran seperti apa sidang doktor itu. Dan, ternyata memang beda dari yang lain. Beberapa hal yang beda antara lain adalah pertama, kepatutan pakaian peserta. Sebenarnya tidak ada aturan khusus tentang pakaian, tetapi sepantasnya berpakaianlah seperti mau kondangan. Pakai sepatu, baju hem, rambut disisir, dan mandi dulu sebelum ikut sidang. Bahkan ada beberapa teman saya yang tidak jadi masuk ke ruang sidang gara-gara salah kostum. Hehe, memang beda dengan kuliah di kampus, yang mahasiswanya masih diperbolehkan memakai kaos, bahkan ada juga yang pakai sandal, tetapi bukan sandal jepit.

Kedua, sebisa mungkin menjaga sikap. Sebagai penonton, jangan ribut dan jangan ngobrol. Apalagi ngobrol sendiri, jelas akan mengundang perhatian dan mengganggu jalannya sidang. Selain itu, pastikan HP sudah di-silent. Penerima tamu biasanya sudah mengingatkan hal ini. Kalau sampai lupa tidak di-silent, nanti kita disangka wong ndeso dengan HP merk china yang tidak bisa benar-benar silent (ada getarnya yang bunyinya lumayan keras). Sudah tidak silent, cempreng pula suaranya. Duh, bisa jatuh wibawa gara-gara insiden kecil seperti itu.

Menjaga sikap di sini sangat penting, karena kita berada di tengah-tengah kalangan terhormat. Para undangan yang hadir adalah orang-orang yang memiliki gelar akademik tinggi atau setidaknya sedang mengejar gelar. Bahkan, saya sempat lihat juga Ir. Budi Rahardjo, Ph.D. yang terkenal itu. Saya yakin itu beliau, karena wajahnya familiar dan saya cek di twitter-nya ada sedikit yang nyrempet acara sidang terbuka tadi. Dan akhirnya saya follow beliau di @rahard.

Kalaupun bukan akademisi, tamu undangan biasanya masih memiliki hubungan keluarga dengan kandidat doktor. Atau setidaknya temannya, atau bahkan mahasiswanya, seperti saya :-) Jadi, undangan tingkat apapun kita, jaga sikap dan posisikanlah diri mirip-mirip tamu undangan lainnya. Oiya, saya juga tamu undangan lho, karena satu kelas kuliahku diundang secara lisan, walaupun sepertinya basa-basi. But, that’s no matter for me..

Sidang dipimpin oleh ketua sidang yang membuka, memoderatori tanya jawab, serta menutup sidang. Di barisan paling depan ada para profesor dan doktor yang merupakan promotor serta penguji disertasi kandidat. Setelah kandidat mempresentasikan disertasinya, ketua sidang mempersilakan para profesor dan doktor tadi untuk menyampaikan pertanyaan, sanggahan, atau tanggapan. Setiap satu pertanyaan langsung dijawab oleh kandidat,  dan begitu seterusnya tanpa ada pertanyaan lanjutan oleh profesor atau doktor tadi. Dalam sidang terbuka, tidak ada lagi debat. Debat ataupun sanggahan keras sudah terjadi dalam sidang tertutup.

Selesai acara tanya jawab, ketua sidang menskors sidang selama 30 menit untuk memberi kesempatan komisi sidang, yang terdiri dari ketua dan para profesor/doktor tadi, menyusun berita acara persidangan. Kandidat menunggu dengan harap-harap cemas.

Begitu sidang dibuka kembali, kandidat dipersilakan berdiri di depan. Dibacakanlah berita acara dengan seksama. Hasil rapat komisi sidang menyatakan bahwa promovenda telah berhasil menyajikan dan mempertahankan disertasinya dengan baik serta berhak menyandang gelar doktor dengan yudisium sangat memuaskan. Kandidat sangat berbahagia saat itu, tak bisa berkata-kata dan sepertinya tidak boleh berkata-kata kecuali dalam hati. Sontak, hadirin pun bertepuk tangan, turut merasakan kebahagiaan sang kandidat.

Sidang ditutup dengan ketukan palu ketua sidang. Sang Kandidat Doktor ditemani kedua orang tuanya menempatkan diri di dekat pintu keluar. Mereka bersiap menerima jabatan tangan ucapan selamat dari ketua dan anggota komisi sidang serta semua hadirin.

Promovenda itu adalah dosen kami, ibu Dr. Marisa Widiastuti Paryasto. Beliau akrab dipanggil ibu Chika – jujur, saya bingung kok nama panggilannya bisa ‘chika’ ya..:-). Disertasinya yang berjudul “Arsitektur Unit Pengali Composite Field Kombinasi MH-KOA untuk Elliptic Curve Cryptography” berhasil beliau sajikan dan pertahankan dalam sidang terbuka sabtu ini di Gedung Rektorat ITB. Alhamdulillah, selamat ya Bu.. kami turut bangga atas pencapaian ibu di usia yang masih muda.

Akhirnya, nonton sidang terbuka program doktor sungguh menggugah semangat. Bagaimana tidak, menyaksikan langsung pencapaian akademis tertinggi seperti itu jelas semakin mendorong kita untuk juga mencapainya suatu saat nanti. Tentu butuh perjuangan keras untuk menempuh pendidikan S3. S2 saja yang saya rasakan sudah berat, apalagi S3 dimana kandidat harus menemukan hal baru sebagai bahan disertasinya. Ya, kalaupun tidak sampai S3, tidak apalah. Yang terpenting adalah ilmu kita bermanfaat bagi umat  manusia..

22 September 2012. Menjelang maghrib, masih di Cisitu Lama, Kota Bandung.

Tulisan ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Pengalaman Nonton Sidang Doktor

  1. Fitriani kone berkata:

    Amin…semoga ilmunya bisa berkah.
    Semangat!!!! Lanjut s3 jg!!!!

  2. FB berkata:

    Saya pernah baca di blognya Bu Chika kalau Pak Budi itu profesor [pembimbing] nya.

    • wisnurdi berkata:

      O, mungkin pas S2 mas… Kalo disertasi kan istilahnya promotor dan ko-promotor. Oiya, salam kenal mas.. Eh, besok malam jumat kan? Saya tongkrongin di bryantara.org ya..

  3. CG berkata:

    :) terimakasih banyak ya sudah berkenan hadir :)

  4. Gendut_79 berkata:

    Terima kasih atas Pencerahannya ya tentang sidang terbuka… Alhamdulillah saya telah melewati sidang tertutup S3, akhir bulan ini (februari 2013) di adakan sidang terbuka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s