Tugas Membuat Blog

Alhamdulillah, saya kuliah lagi. Setelah hampir tujuh tahun meninggalkan bangku kuliah, rasanya agak berat menjalani hari-hari sebagai mahasiswa. Lebih beratnya karena pendidikan yang sekarang adalah pasca-sarjana, yang buku-buku referensinya kebanyakan berbahasa Inggris. Menjadi lebih berat lagi karena kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Menjadi semakin berat karena ngekos kamar sendiri, cari makan harus ke warung dulu. Dan akhirnya terasa sangat berat karena harus terpisah dari istri dan anak-anak tersayang.. Hiks..
But, show must go on…

Tugas demi tugas mengalir bak air di selokan sekitar jalan Cisitu Lama, tempat kos saya, bila pas waktunya hujan. Airnya  ‘nggrojog’, banyak sekali dan deras… Ya, persis seperti tugas-tugas yang diberikan dosen. Saya memaklumi saja, karena sudah hukum alam jika dosen memberi banyak tugas kepada mahasiswanya. Apalagi mayoritas dosen ITB sudah bergelar doktor, tentu kurang sreg jika tugas yang diberikan tidak membuat kuduk para mahasiswanya berdiri. ‘Sreng…!’

Sebut saja, salah satu dosen berinisial S.1 Salah satu tugas yang diberikan seorang dosen adalah membuat blog. Bismillah saja, untuk tugas itu, saya lebih memilih platform wordpress sebagai sarana untuk membuat blog. Sebenarnya di zaman ‘the world is flat2 seperti saat ini, pilihan platform blogging banyak macamnya. Tetapi, saya lebih menyukai karya Matthew Charles Mullenweg ini. Saya memilih yang versi gratisan. Maklumlah, tabiat mahasiswa sangat mencintai banyak hal berbau gratis. Terima kasih Matt, semoga suatu saat saya bisa sepertimu: pintar, baik hati, dan tidak sombong.

Akhirnya, saya membuat blog ini untuk memenuhi tugas dosen tersebut. Selagi sempat, sebelum pekan depan pertemuan lagi dengan pak dosen, setidaknya saya harus membuat beberapa postingan untuk blog ini. Jaga-jaga siapa tahu ditagih..

Di sini Cisini, di situ Cisitu

Pertama mendengar kata “Cisitu”, saya sebagai orang Jawa (tengah), merasakan kata itu agak asing. “Terus, mana Cisini-nya? Masak ada Cisitu ndak ada Cisini-nya?” tanya saya dalam hati. Tapi itu hanya kelakar yang berputar dalam benak saya. Wajarlah, dulu ketika pertama kali saya bermukim di Sulawesi, banyak nama aneh yang saya temui. Terkadang ada juga yang terdengar lucu, kasar, bahkan jorok. Ah, sudahlah tidak perlu dibahas kalau nuansanya jorok…

Nah, karena tidak ada Cisini, saya buatlah Cisini sendiri. Di mana? Ya di sini, di blog ini… Kalau Cisitu adanya di dunia nyata, Cisini ada di dunia maya. Di mana sih? Di sini, di cisini.wordpress.com.. Hehe..

Blog sederhana, bicara dengan kata

Blog ini saya buat sederhana saja. Desainnya sederhana, isinya sederhana, apalagi kandungannya, lebih sederhana. Bahkan, menurut saya prinsip ini mirip dengan prinsip komputasi modern, yakni menyederhanakan masalah. Kalaupun masalahnya pelik dan rumit, harus didekomposisi atau diuraikan dulu menjadi masalah-masalah yang lebih kecil dan lebih sederhana.

Sederhana berarti bersahaja, tidak berlebih-lebihan. Tidak rumit dan tidak membuat pusing. Jika masih ada yang ingat Dasadarma Pramuka, yang pernah diajarkan semasa SD, kata sederhana ini terangkum pada butir yang ke-7, yakni “hemat, cermat, dan bersahaja.”

Begitulah, saya memang ingin menjadikan blog ini hemat kata-kata sehingga tidak lelah bagi saya untuk menulisnya. Saya juga ingin tetap cermat sehingga tidak membuat tersinggung para pembacanya. Juga, saya ingin menampilkannya dengan model yang bersahaja. Biasa-biasa sajalah…

Layaknya warung makan, perhatikanlah. Biasanya, keumuman orang yang hendak mencari makan lebih memilih warung makan dengan nama “sederhana”. Walaupun, mungkin ternyata harga makanannya tidak sesederhana isi dompet di kantong mereka.. Pengalaman saya selama tinggal di Jakarta, di Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah), dan di Kota Palu (Sulawesi Tengah), memang ada warung makan yang berlabel “sederhana”. Tapi untuk menjelaskan tentang rasa, harga, dan kesan yang ditimbulkan, tidaklah sederhana. Karena semuanya berbeda-beda. Karena tidak sederhana, jelas tidak akan saya bahas🙂

Begitulah, tagline yang saya usung memang “sederhana”. Tetapi mungkin saja ada yang tidak sesederhana dengan apa yang pembaca bayangkan. Di dunia ini berlaku teori relativitas-nya Albert Enstein. Dan, saya pikir begitu juga untuk sebuah tulisan, berlaku pula teori relativitas. Jadi, sederhana adalah relatif.

SEKIAN

Cisitu Lama, Kota Bandung, 20 September 2012. Pada suatu malam Jumat..

Notes:
1) Sengaja dicoret, karena tidak etis jika nama dosen di-inisial-kan. Konotasinya agak negatif.🙂
2) Meminjam judul buku yang ditulis oleh Thomas Friedman

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tugas Membuat Blog

  1. Fitriani kone berkata:

    Cisini?
    Sissini, sisssitu jg ayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s