Proyek Gunting Pita

Judul postingan kali ini sebenarnya adalah istilah yang dibuat oleh salah seorang dosen saya yang jenaka tapi cerdas, kritis, dan pintar. Istilah itu lahir karena pengalaman beliau yang pernah menangani berbagai proyek IT di lingkungan pemerintah. Kamis kemarin, beliau menyinggungnya sekilas. Di tulisan ini, saya hanya sedikit menggarami🙂. Ceritanya begini…

Dulu, beliau pernah menangani sebuah proyek pemerintah. Sebagai pemilik proyek, Pemerintah tampak sangat antusias mendukung keberhasilan proyek tersebut. Demikian pula bapak dosen saya itu. Beliau dengan sepenuh hati, mengerahkan segala daya dan upaya untuk sebisa mungkin menggarap proyek tersebut demi hasil yang terbaik.

Oleh Pemerintah, proyek tersebut sangat dibanggakan. Hingga akhirnya, tibalah saat peresmian hasil proyek tersebut, sebut saja namanya proyek “sistem informasi sesuatu.” Nah, pada hari H, semua orang sangat bahagia karena proyek telah diselesaikan pada waktunya. Baik pihak pengguna maupun pengembang sama-sama mengulum senyum. Senang, puas, dan bergembira.

Sebagai bentuk peresmian, diguntinglah seutas pita. “Kres, kres,” suara gunting memotong pita. Pita putus sudah, dan “sistem informasi sesuatu” resmi sudah. Akan tetapi, seiring putusnya pita, putus pula pekerjaan. Ternyata, masih menurut bapak dosen saya itu, “sistem informasi sesuatu” yang telah diperjuangkan dengan susah payah, tidak dipakai oleh pemerintah. “Duh, sakit hati rasanya,” ungkap beliau. Dari sinilah akhirnya lahir istilah yang sangat akrab di telinga mahasiswa beliau, setidaknya mahasiswa yang sekelas dengan saya. Istilah itu adalah “proyek gunting pita.”

Dulu, waktu masih muda, saya juga pernah merasai hal yang mirip dengan apa yang dirasakan oleh bapak dosen saya itu. Oleh karenanya, saya mencoba mengambil hikmah dari apa yang saya alami, semoga tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Pertama, ikuti aturan main rekayasa piranti lunak dengan benar, jangan asal jalan. Di semester ini saya juga mendalami lagi mengenai topik ini, seputar software engineering (SE). Salah satu aturan yang sering disepelekan adalah seputar user requirements alias kebutuhan-kebutuhan pengguna. Jujur, saya menganggap hal ini masalah kecil hanya karena saya sudah merasa menangkap apa yang diinginkan pengguna.

Kedua, untuk mendukung poin pertama, jalinlah komunikasi yang baik dan intens dengan calon pengguna sistem. Yang pertama dan utama adalah komunikasi dengan penggagas ide sistem dan penanggung jawabnya. Berikutnya, bisa juga calon operator. Bahkan jika memungkinkan, perlu juga sekali-kali diskusi dengan jajaran pimpinan yang berkepentingan.

Ketiga, pastikan bahwa sistem bisa dan telah berjalan, setidaknya satu atau dua minggu pertama. Untuk memastikan hal ini, kita harus melatih beberapa operator tentang cara-cara penggunaan dan pengelolaan sistem. Jangan segan untuk mengambil beberapa sesi pertemuan guna mentransfer pengetahuan tentang penggunaan sistem.

Nah, sebagai seorang developer atau pengembang aplikasi, kita harus tegas dalam menerapkan aturan-aturan dalam SE. Untuk bisa tegas, kita harus terlebih dahulu berlaku lembut dan sabar untuk memberikan pemahaman seputar SE kepada pemilik proyek. Tapi jangan semuanya, bisa mabok nanti mereka. Sebatas keperluan saja, salah satunya tentang pemahaman betapa pentingnya tahapan-tahapan SE yang harus diterapkan.

Bahkan, menurut hemat saya, jika kita gagal memberi pemahaman kepada pemilik proyek atau kepada calon pengguna, bisa jadi kita akan gagal mem-paripurna-kan proyek tersebut. Ujung-ujungnya, sangat mungkin proyek tersebut bertransformasi menjadi “Proyek Gunting Pita.” Ah, semoga saja tidak terjadi lagi proyek gunting pita di negeri ini. Dan tak ada lagi proyek yang intinya bagi-bagi uang untuk segelintir orang, melainkan proyek yang bagi-bagi manfaat untuk masyarakat.

Sekian, semoga bermanfaat.

Ya, masih di Cisitu Lama. Pada penghujung 28 September 2012.

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s