Resensi Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK)

Judul buku: Guide to the Software Engineering Body of Knowledge

Penyusun: Tim IEEE Computer Society

Penerbit: IEEE Computer Society

Tahun terbit: 2004

SWEBOK barangkali merupakan satu-satunya panduan ringkas mengenai ilmu rekayasa piranti lunak atau Software Engineering (SE) paling matang saat ini. Buku ini awalnya muncul pada tahun 2001 sebagai versi uji coba (trial version) yang kemudian disempurnakan dengan SWEBOK versi 2004. SWEBOK diharapkan dapat memberi batasan jelas tentang disiplin ilmu SE berikut berbagai standardisasinya. Seperti kita ketahui, SE merupakan salah satu cabang ilmu tersendiri dalam matriks Denning tentang klasifikasi ilmu komputer.

SWEBOK disusun oleh sebuah tim bentukan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) yang terdiri dari para pakar di bidang SE. Editornya adalah para praktisi SE terkemuka dan yang mereviunya sebanyak 570 orang. Bahkan, ada nama-nama yang sangat terkenal yang bertindak sebagai juri atau penilai isi SWEBOK ini. Mereka adalah Roger S. Presman, penulis buku ”Software Engineering: A Practitioner’s Approach,” dan Ian Sommerville yang menulis buku ”Software Engineering”. Kedua buku tersebut saat ini banyak dirujuk oleh para praktisi maupun akademisi yang mempelajari SE di seluruh dunia.

Jadi, selain sejalan dengan pokok-pokok pemikiran dalam dua buku populer tersebut, SWEBOK juga disajikan secara ringkas tapi lengkap. Bahkan, kita dapat membacanya secara gratis dalam format halaman web langsung di websitenya, di http://www.computer.org/portal/web/swebok/html. Hanya saja, untuk mendapatkan versi pdf-nya kita harus mengeluarkan sejumlah uang.

Sesuai namanya, Body of Knowledge, buku ini sangat lengkap isinya. SWEBOK membagi pembahasannya menurut lingkup pengetahuan atau knowledge area (KA). KA terdiri dari kebutuhan (requirements),  desain,  konstruksi, pengujian, pemeliharaan, manajemen konfigurasi, manajemen rekayasa, proses rekayasa, tool dan metode, serta kualitas software. Setiap KA dijelaskan dalam bentuk sub-sub pembahasan yang lebih rinci.

Sebagai pengantar, SWEBOK mendefinisikan SE sebagai penerapan dari pendekatan yang sistematik, tertib, dan terukur dalam mengembangkan dan memelihara sebuah software. SE bisa juga dianggap sebagai ilmu yang mempelajari pendekatan tersebut.

Pada bagian kebutuhan software, SWEBOK mengulas banyak hal, mulai dari dasar-dasar requirements, prosesnya, bagaimana memperolehnya, analisisnya, spesifikasinya, validasinya, hingga berbagai pertimbangan-pertimbangan praktis. Selanjutnya tentang desain software, SWEBOK menjelaskan peranan penting desain dalam rangka membentuk cetak biru solusi yang ingin dibuat. Ada dua aktivitas utama dalam melakukan desain software, yaitu:

  1. Desain arsitektural yang juga disebut desain top-level, karena menggambarkan struktur induk software berikut pengorganisasiannya serta komponen-komponen terkait.
  2. Desain rinci, menjabarkan secara detail tiap-tiap komponen yang sudah ditentutukan dalam desain arsitektural.

Bab konstruksi software menjelaskan tentang pengerjaan software, koding, verifikasi, pengujian per komponen dan keseluruhan, serta pencarian bug program. Berikutnya, SWEBOK mendefinisikan aktivitas pengujian software sebagai aktivitas untuk mengevaluasi kualitas produk demi perbaikan software dengan mengidentifikasi berbagai kekurangan dan masalah.

Setelah pengujian software, SWEBOK mengupas tentang pemeliharaannya. Kegiatan ini mencakup semua aktivitas yang dilakukan untuk men-support software. Seperti misalnya modifikasi untuk memperbaiki kesalahan, peningkatan kinerja, dan bisa juga dalam rangka penyesuaian terhadap sistem atau regulasi yang berubah.

Pembahasan berikutnya adalah manajemen konfigurasi software. Konfigurasi di sini maksudnya adalah karakterisik fungsional atau fisik dari hardware, firmware, software, atau kombinasinya yang tercantum pada dokumentasi teknis sebuah produk. Selanjutnya SWEBOK bicara tentang manajemen SE. Manajemen SE didefinisikan sebagai bentuk penerapan aktivitas manajemen, yakni perencanaan, koordinasi, pengukuran, pengawasan, pengendalian, dan pelaporan untuk memastikan bahwa pengembangan dan pemeliharaan software sudah berjalan sistematis, tertib, dan terukur.

Proses SE merupakan topik berikutnya pada SWEBOK. Proses SE terdiri dari dua level aktivitas, pertama mencakup aktivitas teknis dan manajerial dalam proses siklus hidup software. Level berikutnya adalah meta-level, yang terkait dengan definisi, implementasi, taksiran, pengukuran, manajemen, perubahan, dan perbaikan proses siklus hidup itu sendiri.

Berikutnya adalah tool dan metode dalam SE. Tool di sini dimaksudkan segala tool atau perkakas berbasis komputer yang digunakan untuk membantu dalam proses siklus hidup software. Sementara metode menentukan struktur pada aktivitas SE dengan tujuan agar aktivitas menjadi sistematis dengan kemungkinan keberhasilan paling tinggi. Dengan berbagai tool dalam SE, diharapkan proses SE dengan metode tertentu menjadi lebih sistematis.

SWEBOK juga mengupas tentang kualitas software. Mengenai kualitas software, banyak penulis maupun organisasi yang memberikan definisi yang berbeda-beda. Terakhir, ISO9001 menyebutkan bahwa kualitas software adalah derajat sejauh mana sifat atau karakteristik software memenuhi kebutuhan.

Bagian terakhir adalah disiplin ilmu terkait dengan SE. SWEBOK ingin menegaskan bahwa SE adalah satu disiplin ilmu khusus yang berbeda dengan disiplin limu lain bahkan ilmu yang di bidang komputer. Selain menyebutkan nama-nama disiplin ilmu terkait tersebut, SWEBOK juga merincikan pokok-pokok bahasa di setiap disiplin ilmu yang dicantumkan. Disiplin ilmu tersebut meliputi: Rekayasa Komputer, Ilmu Komputer, Manajemen, Matematika, Manajemen proyek, manajemen kualitas, ergonomis software, dan rekayasa sistem.

Meskipun SWEBOK sangat lengkap, masih ada juga yang kurang menyetujui isinya. Setidaknya dua tokoh terkemuka SE kurang sependapat dengan SWEBOK ini. Mereka adalah Cem Kanerand dan Grady Booch. Cem Kanerand adalah seorang profesor SE di Institut Teknologi Florida sedangkan Grady Booch adalah praktisi SE yang membuat bahasa pemodelan Unified Modelling Language (UML) bersama rekannya Ivar Jacobson dan James Rumbaugh. Cem Kanerand dan Grady Booch mengkritisi SWEBOK, bahkan menganggapnya sebagai sebuah panduan yang salah memandu.

Terlepas dari semua kritikan itu, SWEBOK tetaplah merupakan Body of Knowledge yang menjadi rujukan banyak peneliti, praktisi, dan akademisi SE di seluruh dunia. Oleh karena itu, panduan ini masih merupakan bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin mendalami disiplin ilmu SE. SWEBOK ini sendiri akan terus berkembang seiring dinamika kemajuan teknologi komputer. Kini, SWEBOK versi terbaru, yakni SWEBOK v3, sudah dipublikasikan untuk menjaring respon dan masukan dari seluruh dunia.

SEKIAN.
Ditulis di Cisitu Lama, 1 Oktober 2012, dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah “Pemrograman Berorientasi Objek”

Pos ini dipublikasikan di Akademik dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Resensi Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK)

  1. Zara Tretyakova berkata:

    Thanks for sharing, it truly is a really informative publish and very helpful for some kind of businesses like mine. I like when I’m looking the world wide web and i come across a site with valuable points like this. Thanks lots for the research, We’ve noted a number of them here so I can use them in a future. Kudos for you and keep up the good blogging perform.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s