Blogging Itu Kudu NIAT

Belakangan, saya jarang sekali menulis sesuatu di blog ini. Padahal, blog ini seharusnya menjadi tumpahan sisi akademis dan sekitarnya dari pribadi saya. Namun, barangkali karena kesibukan menghadapi UAS, entah itu deadline paper, ujian hitung-hitungan bahasa mesin, presentasi proyek akhir (kami biasa menyebutnya final project, supaya kedengeran gagah – red), jadilah blog ini terbengkalai untuk beberapa lama. Bagaimanapun juga, alhamdulillah, akhir pekan ini ujian-ujian semester sudah usai. Tapi masih ada satu yang menggantung, belum final apalagi dipresentasikan. Ya, masih ada proyek akhir Service-Oriented Architecture (SOA) yang harus dituntaskan sebelum 5 Januari nanti. Tidaaaaaaaak!

Bukan tentang tugas kuliah tulisan saya kali ini. Tetapi lebih tentang blogging. Ya, menurut saya aktivitas blogging itu membutuhkan rumusan tertentu yang dapat menjadikannya sebagai kegiatan bermanfaat. Apakah itu? Mari kita simak menurut sudut pandang pribadi saya. Ehm…

IMHO (in my humble opinion), blogging itu kudu niat. Ya, harus memang. Blogging atau kegiatan menulis di blog harus dilandasi dengan niat yang lurus. Bukan niat ingin cari popularitas atau bahkan niat jahat ingin menyebarkan virus-virus pornografi, ide-ide mesum, dan niat-niat negatif lainnya. Lebih dari itu, niat saya rumuskan ke dalam empat uraian singkat berupa tips seperti berikut.

Yang pertama, N: Nulislah begitu ada ide yang melintas. Tulis di mana saja, minimal garis besar dan fakta pendukungnya. Selanjutnya jika ada kesempatan, jabarkan tulisan itu di dalam blog kita. Tak perlu panjang lebar. Kalau kepanjangan malah nanti kita sendiri yang enggah membaca. Bukankah kita ini pembaca paling setia blog masing-masing? Simple tips ya, but I think it’s difficult enough. Tapi, kalo ada kemauan di situ pasti ada jalan.

Kedua, I: Ingatlah 5 sebelum 5. Hahaha, apa hubungannya yak? Ada hubungannya kok. Apalagi kalau saya yang ditanya hubungannya, pasti saya carikan jawabnya. Jadi, ingat 5 sebelum 5 adalah cara untuk memotivasi agar kita selalu berkarya, mumpung ada kesempatan. Bagi muslim seperti saya, ingat 5 sebelum 5 itu sebuah keharusan. Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati. Nah, lho….. Mari berkarya, apapun bentuknya karya itu.

Ketiga, A: Asah kemampuan. Ya, blogging itu sesungguhnya, menurut perpektif saya, mirip-mirip kalau kita menjadi guru bagi para pembaca blog. Kalau blog kita isinya kurang bermuatan ya berarti kita ini seperti guru yang tidak berbobot. Ayo, jadilah guru yang baik dan berkualitas. Caranya? Ya, asahlah kemampuan. Sering-sering riset adalah salah satu cara yang baik untuk mengasah kemampuan. Nah, hasil risetnya tuliskan di blog. Gampang, kan? (gampang mbahmu… – red)

Keempat, T: Tetaplah berkomitmen. Komitmen ini tidak hanya diperlukan ketika kita menikah, atau mengikat janji pada kondisi yang lain. Ketika kita submit registrasi pada wordpress untuk menulis blog, itu pun sebenarnya sebuah akad janji kita untuk menulis. Ya, meskipun saya yakin belum ada yang berpendapat seperti itu, tetapi bagi saya, tombol ‘agree‘ atau ‘daftar’ pada sebuah sistem adalah bentuk afirmasi kita terhadap fungsi atau manfaat dari sistem itu. Jadi, ayolah tetap dan terus berkomitmen untuk menulis, ya minimal sebulan sekali juga ndak apa-apa. Lebih baik lagi kalau seminggu sekali. Ayolah, mumpung masih sempat. Ingat 5 sebelum 5 ya?

Cipedes Tengah, pada sebuah subuh. Sehari setelah heboh 21-12-2012. Walaupun di sini tak ada yang heboh, hehe..

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s