Minggu Pagi di Gasibu

Gasibu adalah sebuah nama lapangan terbuka di Kota Bandung yang terletak tidak jauh dari Gedung Sate. Tidak seperti hari-hari lainnya, pada hari Minggu lapangan ini berubah fungsi menjadi lokasi wisata belanja yang sangat luas. Sangat luas bahkan, hingga kita mungkin tak akan tuntas menjelajahi arena pasar tumpah ini. Bagi Anda yang menyukai jalan-jalan dengan berbaur bersama wong cilik, menyusuri sela-sela lapak pedagang sangatlah mengasyikkan.

Bersama seorang kawan, saya berangkat dari Cisitu Lama, sekitar pukul 7.00 pagi. Kami menikmati jalan kaki menyusuri area Car Free Day di Jalan Dago. Car Free Day ini dimulai dari persimpangan jalan Dayang Sumbi hingga persimpangan jalan Surapati. Car Free Day dihelat setiap hari minggu mulai pukul 6 hingga 10 pagi.

Banyak hal yang saya dapatkan dari acara jalan-jalan perdana ke Gasibu. Semoga juga bisa menginspirasi Anda.

  • Harga barang-barang di Gasibu sangat tidak wajar murahnya. Bayangkan, kalau saya beli gunting kuku di Gra**dia seharga Rp. 12.000 maka di Gasibu saya bisa mendapatkannya dengan uang Rp 10.000 tetapi sudah ditambah gunting kertas dan sebilah pisau dapur.
  • Barang-barang yang dijual di Gasibu sangat banyak yang merupakan produk lokal. Jadi, kalau Anda cinta produk dalam negeri dan berdomisili di Bandung, tak ada salahnya Anda mengunjungi pasar ini.
  • Pasar ini hanya dihelat pada hari Minggu, itu pun mulai jam 6 pagi sampai siang saja (jam 12 lewat lah). Mungkin ini isyarat bagi kita agar jangan keseringan membuat acara shopping  apalagi sekadar window shopping. Cukuplah seminggu sekali di pasar rakyat Gasibu. Kecuali untuk mencari inspirasi, mungkin window shopping perlu sesekali, hehe. Bagaimanapun juga, kebiasaan shopping menuruti keinginan itu tidak baik untuk kesehatan jantung kita. Hehe…
  • Jika Anda berniat berbelanja di Gasibu, waspadalah agar keamanan dompet dan handphone Anda terjamin. Meski Bandung tidak sekeras Jakarta dalam hal kriminalitas, tidak ada salahnya waspada. Dan jangan sampai Anda nyasar, karena begitu masuk ke dalam pasar, seolah kita masuk sebuah labirin besar.
  • Belajarlah menawar di pasar ini. Anda tidak akan dimarahi penjual gara-gara salah menawar. Mereka orang Bandung tidak galak kok. Mereka ramah…Ya, mereka rakyat yang ramah.

Sekian kesan saya, semoga Anda juga berkesan ketika jalan-jalan ke sana.

Ditulis di Cisitu, pada 30 September tahun lalu (2012). Tapi baru di-publish, hehe…

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s