Project Management Office (PMO)

Dalam manajemen proyek teknologi informasi, PMO bukanlah istilah asing. Tetapi, bagi orang semacam saya yang awam ini tentu PMO merupakan hal baru. Saking barunya, dua kali pertanyaan tentang ini keluar di kuis dan ujian, saya tetap saja “mengarang indah”. Syukurlah, masih ada yang nyantol sedikit. Hehehe…

Makanya jangan heran jika kemudian saya menuliskan di sini, dengan harapan lebih paham dan tetap ingat. “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya,” itu pesan Imam Syafi’i yang pasti diingat banyak orang, tidak hanya saya. Begini ceritanya…

PMO adalah unit organisasi yang memusatkan dan mengkoordinasikan manajemen proyek-proyek di bawah domain/kewenangannya. PMO bisa disebut juga “program management office,” “project office,” atau “program office.” PMO mengawasi manajemen proyek, program-program, atau kombinasi keduanya.

Fungsi dan peranan PMO

  1. Men-share dan mengkoordinasikan sumber daya semua proyek yang dikelola oleh PMO
  2. Mengidentifikasi dan mengembangkan metodologi manajemen proyek, praktik terbaik (best practice), dan standar-standar
  3. Sebagai tempat clearing house dan pengelolaan kebijakan proyek, prosedur, template, dan dokumentasi lainnya
  4. Sebagai pusat managemen konfigurasi untuk semua proyek yang dikelola oleh PMO
  5. Sebagai pusat repositori dan pengelolaan risiko yang unik maupun gabungan untuk semua proyek
  6. Sebagai kantor pusat untuk operasi dan pengelolaan tool (alat bantu) proyek, misalnya seperti software manajemen
  7. Sebagai pusat koordinasi manajemen komunikasi antar proyek
  8. Sebagai platform mentoring untuk para manajer proyek
  9. Sebagai pusat pemantauan semua jadwal dan anggaran proyek di tingkat perusahaan
  10. Mengkoordinasikan  standar mutu proyek secara keseluruhan antara manajer proyek dan personil mutu internal atau dengan pihak eksternal seperti organisasi standar

Perbedaan antara manajer proyek dengan PMO

  • Manajer proyek dan PMO memiliki tujuan yang berbeda, karena dorongan kebutuhan yang tidak sama. Tetapi keduanya tetapi harus tetap selaras dengan strategi organisasi.
  • Manajer proyek bertanggung jawab terbatas pada proyeknya, sedangkan PMO merupakan struktur organisasi dengan mandat atau tanggung jawab yang bisa mencakup perspektif perusahaan
  • Manajer proyek fokus pada tujuan proyeknya, sedang PMO mengelola perubahan program dan bisa melihat semuanya itu sebagai potensi alias peluang untuk memperbaiki pencapaian tujuan bisnis.
  • Manajer proyek mengontrol sumber daya yang dialokasikan untuk proyeknya agar dapat mencapai tujuan, sedangkan PMO mengoptimalkan penggunaan sumber daya organisasi untuk semua proyek
  • Manajer proyek mengatur cakupan, jadwal, biaya,dan kualitas produk dari paket-paket pekerjaan, sedangkan PMO mengelola semua risiko, semua peluang, serta ketergantungan antar-proyek
  • Manajer proyek melaporkan perkembangan proyeknya dan informasi khusus lainnya, sedangkaan PMO memberi laporan konsolidasi dan pandangan perusahaan mengenai proyek-proyek yang ada di bawah kewenangannya.

Semoga bermanfaat!

Sumber: slide kuliah dan buku “A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK)

Pos ini dipublikasikan di Akademik dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Project Management Office (PMO)

  1. alhamdhulillah makin terpahamkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s