Kocak Ilmiah Ala Dr Budi

Tulisan ini sebenarnya sudah saya ketik berbulan-bulan yang lalu, tetapi ternyata hanya nangkring di bagian draft. Okelah, kalau begitu saya publish saja..

Kuliah siang tadi luar biasa berbobot, menurut saya. Banyak hal sepele yang mungkin sering kita jumpai dikupas dengan bagus oleh Dr Budi Rahardjo.
Berharaplah suatu saat bisa menjadi mahasiswanya beliau. Kalaupun tidak, minimal jadi orang yang mendapat manfaat ilmu dari beliau. Bisa melalui blognya di http://rahard.wordpress.com, bisa juga melalui akun twitternya di @rahard atau @buditweet. Langsung saja, saya mau cerita sedikit tentang kuliah tadi.

Kuliahnya tentang keamanan software. Tetapi, pada bagian awal-awal perkuliahan, pak Doktor masih mengulas tentang fakta-fakta keamanan di sekitar kita sehari-hari.

Perilaku kebanyakan orang di ATM setelah melakukan transaksi kadang meremehkan slip transaksinya. Mereka tidak jarang membuang slip tersebut di tempat sampah atau lantai ATM begitu saja. Padahal bisa jadi di slip tersebut tertera nomor rekeningnya. Nah kalau ada orang iseng yang kemudian ‘mengerjai’ nomor rekening tersebut bagaimana? Makanya, disarankan agar  slip tersebut disobek kecil-kecil hingga tidak bisa terbaca tulisannya. Kalau perlu sebagian sobekan itu dikunyah-kunyah… [mahasiswa ngakak menyimak].

Masih tentang ATM. Dulu ada mahasiswanya Pak Doktor yang mengaku bisa mengakali mesin ATM. Bagaimana caranya? Dia melakukan transaksi pengambilan uang di ATM. Pada saat uang keluar dari mesin, dia hanya mengambil beberapa lembar dan mendiamkan sebagian yang lain. Akhirnya mesin ATM menelan kembali uang itu serta menganggap transaksinya batal. Beruntunglah si mahasiswa, dapat uang cuma-cuma tanpa berkurang saldo tabungannya. Sayangnya, cara ini sudah kuno. ATM zaman sekarang sudah canggih dengan mekanisme memilah uang yang ditelan kembali serta menghitung ulang uang tersebut… [mahasiswa yang tadi sempat ‘mupeng‘, tiba-tiba ngakak].

Berikutnya, banyak kasus penggelapan uang bank yang ternyata pelakunya adalah orang dalam. Ini membuktikan bahwa keamanan justru rentan dari sisi dalam. Makanya, sangat ideal kalau pada sistem kepegawaian perbankan itu diadakan rotasi pegawai. Dengan demikian pegawai yang berjiwa maling kecil kesempatannya untuk beraksi berbuat jahat. Namun, masalahnya kalau pegawainya maling semua, ya percuma.. [mahasiswa ngakak lagi].

Selanjutnya pak Doktor bicara tentang orang-orang yang aktif dalam jejaring sosial. Perilaku para pengguna jejaring sosial kadang membahayakan keamanan informasinya. Contohnya adalah menampilkan tanggal lahir sesungguhnya (sesuai akta lahir atau ijazah) pada akun fesbuk dan membuatnya bisa dilihat oleh siapa saja, terutama teman-teman fesbuknya. Padahal, seringkali orang-orang menggunakan kombinasi tanggal lahir untuk password atau pin mereka. Nah, ini kan berbahaya. Padahal alasan mereka memampang tanggal lahir sangatlah sederhana: supaya mendapat ucapan selamat ulang tahun… [mahasiswa tertawa lagi].

Sekian dulu deh.. Pokoknya kuliah tadi kocak tetapi ilmiah. Pak Doktor membawakannya dengan cara yang santai tapi mengena. Terima kasih pak Dosen..

Cipedes Tengah, 6 Februari 2013

Pos ini dipublikasikan di Akademik, Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s