Multimedia Learning Edisi 1 dan 2

Richard E. Mayer menulis buku yang berjudul Multimedia Learning. Hingga saat ini, buku tersebut telah terbit sebanyak dua edisi. Edisi pertama terbit pada tahun 2001 sedangkan edisi kedua terbit pada 2009. Berikut ini saya sajikan apa yang membedakan edisi kedua dibanding edisi pertama.

multimedia learning 2nd edTahun 2001, bidang multimedia learning masih baru. Waktu berjalan, hingga pada tahun 2005 Richard Mayer berkesempatan menjadi editor buku “The Cambridge Handbook of Multimedia Learning”, yang berisi 35 bab oleh para peneliti multimedia terkemuka dunia. Buku “Multimedia Learning” edisi kedua ini didasarkan beberapa bab pada buku edisi pertama serta dari empat bab tulisan Mayer pada buku “The Cambridge Handbook of Multimedia Learning” yang dieditorinya pada tahun 2005.

Ada empat perubahan besar sesuai yang disebutkan Mayer di buku edisi kedua pada bagian “What’s new in the second edition?” Berikut adalah perubahan-perubahan tersebut.

Pertama, terkait dengan perkembangan riset. Jumlah riset menjadi hampir dua kali lipat. Pada edisi pertama ada 45 riset (hasil eksperimen), sedangkan pada edisi kedua jumlah riset yang dirujuk menjadi 93.

Kedua, jumlah prinsip desain multimedia. Buku edisi pertama jumlahnya 7 prinsip sedangkan buku edisi kedua menjadi 12 prinsip. Enam prinsip pertama tetap: koherensi, redundansi, hubungan spasial (spatial contiguity), modalitas, dan multimedia. Enam prinsip yang baru adalah sinyalisasi (signaling), segmentasi, pre-training, personalisasi, suara, dan gambar. Salah satu prinsip pada edisi pertama, yakni perbedaan individu (individual differences), dirombak lagi menjadi bagian dari kondisi batasan. Maksudnya, kondisi individu yang berbeda-beda merupakan gagasan bahwa prinsip desain yang efektif untuk pemula mungkin tidak efektif untuk pembelajar yang lebih berpengalaman.

Ketiga, reorganisasi prinsip-prinsip. Teori yang mendasariprinsip-prinsip diperluas agar sesuai dengan model triarkis cognitive load, yang terdiri atas proses extraneous (yang tidak berhubungan, essensial (penting, berhubungan sekali), dan kognitif generatif. Sejalan dengan hal tersebut, kedua belas prinsip dikelompokkan menjadi tiga bagian: mengurangi hal-hal extraneous, mengelola hal-hal esensial/penting, dan mengembangkan proses generatif. Jadi, fokus pada edisi pertama adalah mengurangi hal-hal extraneous sedangkan pada edisi kedua menambahkan fokus baru pada pengelolaan hal-hal esensial dan mengembangkan proses generatif.

Keempat, kondisi batasan-batasan terhadap prinsip. Batasan-batasan yang berdasar riset di sini berkaitan tentang kapan sebuah prinsip mungkin atau tidak mungkin untuk diterapkan. Batasan ini konsisten dengan gagasan bahwa prinsip desain multimedia harus diterapkan sesuai dengan bagaimana cara orang-orang belajar.

Untuk lebih jelasnya, paling enak melihat daftar isi buku edisi kedua “Multimedia Learning.”

Preface
Part I. Introduction to Multimedia Learning:
1. The promise of multimedia learning
2. Science of instruction: determining what works in multimedia learning
3. Science of learning: determining how multimedia learning works
Part II. Principles for Reducing Extraneous Processing in Multimedia Learning:
4. Coherence principle
5. Signaling principle
6. Redundancy principle
7. Spatial contiguity principle
8. Temporal contiguity principle
Part III. Principles for Managing Essential Processing in Multimedia Learning:
9. Segmenting principle
10. Pretraining principle
11. Modality principle
Part IV. Principles for Fostering Generative Processing:
12. Multimedia principle
13. Personalization, voice, and image principles
Part V. Conclusion:
14. Principles of multimedia design
References.

Rujukan:

  • Mayer, Richard E.. Multimedia Learning Second Edition. Cambridge University Press, 2009.
Pos ini dipublikasikan di Akademik dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s