Kesimpulan Dendam Blogger

conclusions-seo-analysis[1]Hehehe, saya hanya bisa menertawai diri sendiri. Mengapa? Baca dulu postingan berjudul “Blogger Balas Dendam“. Pada tulisan itu saya berharap bisa menerbitkan postingan sebanyak mungkin dalam waktu 24 jam. Nyatanya? Hanya tembus angka 6 postingan.. Wkwkwk.. Tapi tidak sedikit kok hikmah yang bisa kita ambil. Simak ya…

Hikmah pertama, tentu saja bahwa kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan dan Tuhanlah yang akhirnya akan menentukan. Begitulah, rencananya memang saya mau memposting beberapa tulisan lagi yang bahkan sudah saya tulis judulnya di draft. Tapi, ya bagaimana lagi, ternyata saya belum berkesempatan.

Hikmah kedua, blogging adalah soal bagaimana kita menikmati proses belajar, menulis, dan selanjutnya berbagi. Jika unsur ‘nikmat’ itu sedikit tercabut dari hati dan benak kita, niscaya ada esensi blogging yang pudar. Akibatnya kita merasa terbebani oleh blog kita sendiri. Haha.. Jangan sampailah. Pokoknya, jangan terpaksa untuk blogging, kecuali kita baru satu, dua, atau tiga bulan pertama memulai blogging. Setelah itu, merasa lepaslah dalam menulis. Bebas, maksud saya.

Hikmah ketiga, blogging membutuhkan kedisiplinan. Jika memang kita memiliki kepuasan dengan blogging, meski itu harus memaksa diri mengorbankan satu dua hal lain yang kita senangi, maka pastikan Anda mempunyai modal ini: disiplin.

Hikmah keempat, setiap hasil pekerjaan tidak bisa didapat dengan instan. Misalkan saya ingin diri saya menjadi blogger yang konsisten menulis. Tak ada jalan instan, lakukan terus menerus pekerjaan utama blogger: menulis dan menulis. Tapi tentu saja denga syarat: belajar terlebih dahulu. Gunakan prinsip anti-riya (baca: antipamer) dalam bekerja. Artinya kira-kira begini, sedikit ataupun banyak orang yang membaca tulisan Anda, tetaplah menulis selama dalam koridor kebaikan. Toh, kalaupun ada manfaatnya insyaAllah itu akan kembali kepada Anda.

Hikmah kelima…. apa ya? Oiya, pasti ini: pintar-pintarlah mengambil hikmah. Hahaha….

Salam hikmah..! Oiya, dah azan shubuh tuh.. Ke masjid sono

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s