Teknik Delphi untuk Mengidentifikasi Risiko

Delphi adalah sebuah metode yang tidak jarang dipakai oleh peneliti untuk mengumpulkan opini dari para ahli. Pada postingan kali ini, Delphi dipakai sebagai teknik dalam sebuah bagian dari rangkaian proses manajemen risiko, yakni pada saat identifikasi risiko. Teknik ini dapat dipakai menurut ISO 310010. Penjelasan selanjutnya adalah teknik Delphi yang dimaksud oleh dokumen ISO tersebut..
Teknik Delphi merupakan sebuah prosedur untuk mendapatkan konsensus pendapat yang reliabel dari sebuah kelompok ahli. Meskipun istilahnya sering dipakai sebagai bentuk lain brainstorming, fitur penting dari teknik Delphi, sebagaimana awalnya dicetuskan, adalah bahwa para ahli mengekspresikan opini mereka secara individu dan dapat melihat pandangan pakar yang lain secara anonim selama proses berlangsung.

Penggunaan

Teknik ini dapat digunakan pada tahap apapun pada proses risiko manajemen atau pada sembarang fase sebuah siklus hidup sistem, dimanapun sebuah konsensus pendapat ahli dibutuhkan.

Input

Daftar pilihan-pilihan atau permasalahan yang membutuhkan konsensus

Proses

Sekelompok ahli diberi pertanyaan menggunakan kuesioner semi terstruktur. Para ahli tersebut tidak bertemu, sehingga opini mereka independen. Prosedurnya sebagai berikut:

  • Pembentukan sebuah tim untuk melaksanakan dan mengawasi proses Delphi
  • Pemilihan sekelompok ahli (mungkin satu atau lebih panel ahli)
  • Membuat kuesioner putaran I
  • Menguji kuesioner
  • Mengirim kuesioner kepada para panelis secara individu
  • Informasi dari respon kuesioner putaran I dianalisis dan digabungkan dan disirkulasikan kembali kepada para panelis.
  • Para panelis merespon dan proses diulangi hingga konsensus tercapai

Keluaran

Konsensus tentang suatu masalah.

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan teknik ini meliputi:

  • Karena pandangan bersifat anonim, opini yang tidak populer bisa tersampaikan
  • Semua pandangan memiliki bobot yang sama, hal ini akan menghindari masalah dominasi personal
  • Kepemilikan output oleh peneliti
  • Tidak perlu mengumpulkan orang bersama-sama pada satu tempat di satu waktu

Kekurangan teknik ini meliputi:

  • Prosesnya bersifat padat karya dan memakan waktu
  • Partisipan harus mampu mengekspresikan diri secara jelas dalam bentuk tulisan

Sumber:
ISO 31010 (www.previ.be/pdf/31010_FDIS.pdf)

Pos ini dipublikasikan di Akademik, Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s