Apresiasi untuk Kebijakan Pak Kapolri Sutarman

Masih hangat di ingatan kita beberapa waktu lalu Pak Kapolri yang baru, Pak Jenderal Sutarman, mengeluarkan peraturan dibolehkannya Polwan memakai jilbab dalam bertugas. Wow, luar biasa. Menurut saya, hal ini perlu mendapat apresiasi. Apresiasi bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah mengapresiasinya melalui blog, seperti apa yang saya lakukan saat ini. Menagapa layak diapresiasi?

Pertama, kebijakan melegalkan Polwan memakai jilbab secara Nasional adalah hal baru. Pasalnya, selama ini legalitas Polwan berjilbab hanya ada di Aceh, yang notabene mengklaim telah menggunakan syariat Islam sebagai pilar utama penegakan hukum. Secara nasional? Belum ada dari pejabat-pejabat sebelumnya yang berani mengeluarkan peraturan pemakaian jilbab. Yang ada justru melarangnya.

Kedua, saya yakin Pak Kapolri yang baru ini memiliki jiwa pengayom. Buktinya, di tubuh institusinya dia benar-benar memberi pengayoman dalam bentuk perlindungan hak asasi Polwan muslimah menutup auratnya. Meskipun, saya menduga jumlah Polwan pemakai jilbab jumlahnya jauh lebih kecil daripada mereka yang tidak memakainya. Inilah bedanya orang yang paham hak asasi dan orang yang sekadar tahu apa hak asasi itu. Jenderal Sutarman memahami dengan baik hak asasi dan oleh karena itu, dia sadar tidak akan menginjak-injaknya, tetapi justru melindunginya. Dan saya berharap pengayoman ini dapat meluas kepada masyarakat umum dalam arti yang sebenar-benarnya.

Ketiga, saya menduga Pak Sutarman ini memiliki kecerdasan spiritual yang lebih tinggi daripada para pendahulunya. Bukan hanya karena dia bisa melihat bahwa menutup aurat bagi muslimah adalah kewajiban dan merupakan bentuk ibadah, tetapi juga fakta bahwa Pak Kapolri menangis membaca buku tentang Hoegeng yang sarat dengan nilai-nilai kejujuran. Tidak banyak lho, orang yang menangis dari membaca buku tentang nilai dan etika. Kalau menangis baca novel cinta, kesedihan, dan sejenisnya itu sudah biasa. Silakan baca ‘Menangis Baca Buku Hoegeng, Sutarman Janji Terapkan Kejujuran di Polri‘ di Detik.com.

Terakhir, saya mengucapkan selamat bertugas kepada Pak Sutarman. Semoga cita-cita Bapak untuk menjadikan Polri sebagai institusi yang dibanggakan dan dicintai rakyat Indonesia bisa tercapai. Semoga pula nilai-nilai luhur alm. Bapak Hoegeng bisa diwarisi oleh Pak Sutarman dan seluruh anak buah di jajaran Polri.

Eh, ngomong-ngomong soal buku Hoegeng, dah baca belum? Ayo baca dong…! (Ajakan untuk diri sendiri)

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s