Eranya Framework

Bahasa pemrograman berkembang begitu pesatnya, mungkin seiring dengan semakin meningkatnya kecerdasan dan kreativitas manusia. Semua kebutuhan dan permasalahan, konon bisa terpenuhi dan terpecahkan dengan kehadiran teknologi melalui rekayasa terhadap bahasa-bahasa tersebut. Dalam dunia aplikasi web, yang berkembang tidak sekadar variasi dan modifikasi dari sebuah bahasa pemrograman. Lebih dari itu, yang namanya framework bahasa program berkembang dengan sangat luar biasa.

Framework secara sederhana adalah sebuah kerangka kerja yang memudahkan kita membangun aplikasi, dengan bahasa tertentu. Menjadi mudah karena ada aturan penulisan sintaks baru yang jauh lebih sederhana ketimbang sintaks aslinya di bahasa pemrogramannya. Aturan-aturan tersebut meliputi kode standar, konfigurasi program, dan alur kerja framework (Rojulman, 2009).

Framework adalah kumpulan dari file-file pustaka (libraries) atau class-class yang terdapat dalam suatu kerangka kerja yang mendukung dalam pengembangan aplikasi secara terstruktur dan independen terhadap aplikasi (Rojulman, 2009).

Jadi begini, mengapa judul postingan ini saya sebut dengan “Eranya Framework”? Jelas, karena framework tumbuh menjadi banyak sekali, bak cendawan di musim hujan. Cieeeeh.. Ya, lihat saja begitu banyak framework bertebaran di dunia maya, khususnya untuk aplikasi web. Ada yang namanya PHP framework, CSS framework, dan JS framework.

Kalau PHP framework ada Yii, Code Igniter, Zend, CakePHP, Prado, Lavarel, Symfony, TYPO3, Panada, dll.

Di CSS Framework ada 960 grid system, Blueprint, Bluesky Grid system, Bootstrap, Cardinal, Cascade Framework, Chopstick, Columnal, Emastic, Floatz, Fluidable, Foundation, Gumby Framework, Ink, Jaidee Framework, Jeet Framework, KNACSS, Kube, Kule CSS Lazy, Malo, Pure, Responsive Grid System, RÖCSSTI, Schema UI / Built with LESS, Semantic UI, Skeleton, StackLayout, uikit, Unsemantic, YAML, Yet Another CSS Grid System, YUI CSS grids, dan Zass (uses Sass CSS preprocessor), dll.

Di JS (Javascript) Framework ada ExtJS, Dojo, jQuery, MooTools, PhoneJS, YUI, DHTMLX, AccDC, CupQ, Enyo, Prototype, qooxdoo, Wakanda, Webix, Web Atoms JS, dll.

Nah, kalau saya hingga saat ini masih setia baru mampu menggunakan framework-framework favorit. PHP pakai YiiFramework, CSS pakai Twitter Bootstrap (TB), dan JS pakai jQuery. Hehe… Hingga saat ini sih sudah lebih dari cukup. Tapi, sepertinya ke depan ingin mencicipi framework-framework yang lain. Hehe.. Semoga kesampaian.

Sumber:

Pos ini dipublikasikan di Catatan, Developer dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s