Berapa vs Bagaimana Kemampuan Menulis Anda

menulisJudulnya menggelitik menurut saya. Ya, mengapa juga saya mempermasalahkan antara kata berapa dan bagaimana… Menurut saya, jelas beda. Kalau berapa itu bisa diukur secara kuantitatif sedangkan bagaimana mengukurnya secara kualitatif. Hah, apa pula ini, kok larinya ke kualitatif dan kuantitatif. Kayak penelitian saja…. Oiya maaf kalau menyinggung penelitian, karena belakangan ini saya sedang kejar tayang untuk bisa tampil menyeminarkan tesis saya…

Kalau ditanya berapa kemampuan Anda menulis, tentu jawaban Anda akan menyebut sebuah ukuran. Misalnya, saya mampu menulis satu hari 20 halaman. Waduh…. Kita yang bertanya tentu kagum.. “Luar biasa Anda ini,” mungkin itu respon kita. Tapi tunggu dulu.. Kita lihat dulu, bagaimana kemampuan Anda menulis?

Nah, sekarang tentang bagaimana kemampuan menulis, menurut hemat saya, ini identik dengan seberapa bagus tulisan yang kita buat. Sebagai contoh, tulisan kita rata-rata disukai orang yang membacanya. Yang ini bisa jadi salah satu jawaban dari pertanyaan bagaimana tadi: enak dibaca. Faktor penyebabnya macam-macam, seperti tulisan kita runtut, topik yang diangkat menarik, dan sebagainya.

Contoh lain, yang menunjukkan kualitas tulisan kita: mendapat apresiasi atas tulisan tersebut, misalnya dimuat di surat kabar, diterima di forum konferensi ilmiah, dsb. Wah, sepertinya ini lebih tinggi derajatnya ketimbang contoh yang tadi. Saya sih setuju saja kalau yang ini. Pembaca setuju juga ya.. (maksa, hehe).

Contoh yang lain lagi, tulisan kita dirujuk oleh banyak pihak. Jadi, meskipun sebuah tulisan tidak dimuat oleh surat kabar, tetapi kenyataannya banyak yang merujuk, tentu kualitas tulisan tersebut lumayan. Tapi dengan catatan, dirujuk bukan untuk dijadikan contoh sebagai tulisan yang buruk. Misalnya ada penulis yang menjadikan tulisan kita sebagai salah satu contoh tulisan yang buruk dah harus dihindari. Duh… Na’uzu billaah..

Bukan untuk menilai tulisan orang lain, tetapi saya justru ingin memotivasi diri melalui postingan ini. Bagi saya pribadi, untuk saat ini saya tidak akan menanyakan pada diri saya tentang bagaimana kemampuan saya menulis. Melainkan, berapa kemampuan saya menulis? Hihi, jawabnya berapa ya?

Ah, yang penting kan hari ini harus lebih baik daripada kemarin. Kalau kemarin saya tidak mampu menulis satu halaman pun, tentu hari ini harus lebih baik. Kuantitas dulu, baru kualitas. Kualitas dicapai dengan memperbaiki kuantitas tersebut. Atau, alternatifnya, kualitas dicapai seiring semakin tingginya kuantitas tulisan kita. Dengan kata lain, semakin sering kita menulis, insyaAllah kualitas akan semakin baik. Yang kalimat terakhir ini jangan dibantah ya… Hehe…

Selamat menulis (tesis) kawan-kawan…. Doakan saya ya…

Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s