Desain User Experience, Tools dan Resource-nya

Artikel ini adalah terjemahan dari tulisan Jacob Gube di smashingmagazine.com pada 5 Oktober 2010. Wah sudah lama ya…. Tapi gpp (baca: tidak apa-apa), karena isinya menarik, di sini saya akan mencoba menerjemahkannya sesuai kemampuan saya yang pas-pasan….

Website dan aplikasi web kian kompleks seiring makin majunya teknologi dan metodologi dalam dunia industri. Apa yang dulu berupa media satu arah kini telah berkembang menjadi sangat kaya dan ada rasa interaktifnya.

Terlepas begitu banyaknya perubahan dalam proses produksi, keberhasilan website masih berkaitan dengan satu hal, yaitu bagaimana pengguna merasakannya. “Apakah website ini memberi manfaat bagiku? Apakah mudah menggunakannya? Apakah menyenangkan?” Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di otak pengunjung begitu mereka berinteraksi dengan produk kita, dan itu menjadi  dasar keputusannya untuk menjadi pengunjung atau pengguna setia website kita.

Desain pengalaman pengguna (user experience = UX) adalah tentang semua usaha untuk membuat para pengguna menjawab “Ya” terhadap semua pertanyaan di atas. Panduan ini bertujuan untuk mengenalkan Anda dengan disiplin profesional tentang desain UX dalam konteks sistem berbasis web seperti website dan aplikasi web.

Apa itu User Experience (baca: UX)?

UX adalah bagaimana perasaan seseorang ketika dia berhadapan dengan sebuah sistem. Sistem bisa berupa website, aplikasi web, atau software desktop, dan pada konteks jaman sekarang, umumnya ditunjukkan dengan bentuk interaksi manusia-komputer (human-computer interaction = HCI).

What is User Experience?

Mereka yang bekerja di bidang UX (disebut dengan desainer UX) belajar dan mengevaluasi bagaimana pengguna merasakan sistem, melihat hal-hal seperti mudahnya pemkaian, persepsi nilai dari sistem, manfaat, efisiensi dalam menyelesaikan tugas-tugas, dan sebagainya.

Desainer UX juga melihat pada subsistem dan proses-proses di dalam sebuah sistem. Contohnya, mereka mungkin mempelajari proses checkout pada sebuah website e-commerce untuk mengetahui apakah pengguna sudah mendapatia proses pembelian dari website tersebut mudah dan menyenangkan. Mereka bisa masuk lebih dalam dengan mempelajari komponen subsistem, seperti melihat seefisien apa dan seberapa menyenangkannya pengalaman pengguna dalam mengisi isian-isian form yang ada dalam website.

Dibandingkan dengan banyak disiplin ilmu lain, khususnya sistem berbasis web, UX ini relatif masih baru. Istilah “pengalaman pengguna” dicetuskan oleh Dr. Donald Norman, seorang peneliti ilmu kognitif yang juga orang pertama yang menggambarkan desain berorientasi pengguna (ide desain mestinya didasarkan pada kebutuhan dan keinginan pengguna).

Dr. Donald Norman,

Mengapa UX begitu penting?

Kini, dengan semakin kuatnya tuntutan untuk mendesain dengan berorientasi pengguna, menjelaskan pentingnya mendesain dan meningkatkan pengalaman pengguna sepertinya tidak perlu lagi. Kita cukup katakan, “Ini penting karena berhubungan dengan kebutuhan pengguna. Cukup,” dan semua orang akan puas dengan jawaban itu.

Namun, bagi mereka yang bekerja di industri desain web sebelum ada tren desain berorientasi pengguna, penggunaan, dan aksesibilitas web bisa saja menganggab bahwa kita membuat website dengan cara lain. Sebelum klien kita dan kita sendiri memahami nilai desain berorientasi pengguna, kita mendesain berdasar dua hal: apa yang kita pikir bagus dan apa yang klien ingin lihat.

Kita membangun interaksi berdasar apa yang kita kira akan bekerja. Kita mendesain untuk diri kita sendiri. Fokus pada estetika dan merk, dengan sedikit pemikiran bagaimana perasaan orang yang akan menggunakan website tersebut.

Tidak ada pengetahuan di balik apa yang kita lakukan. Kita melakukannya karena hasilnya terlihat bagus, terlihat kreatif, dan itulah yang diinginkan oleh klien.

Decision process

Tapi pada dekade ini telah terjadi transformasi web. Tidak hanya karena web ada di mana-mana, web telah memiliki setidaknya 1.5 miliar pengguna secara global di tahun 2008 — tetapi website juga menjadi begitu kompleks, kaya fitur, sehingga untuk menjadi efektif harus ada desain UX yang bagus.

Lebih lagi, pengguna di dunia sudah mengkases website  dengan berbagai cara: perangkat bergerak, browser yang lebar, koneksi internet yang bermacam-macam.

Kita juga jadi sadar pentingnya aksesibilitas, yaitu akses umum ke produk kita yang berbasis web, tidak hanya untuk mereka yang memiliki isyarat-syarat khusus, seperti pembaca layar dan perangkat input non-tradisional, tetapi juga untuk mereka yang tidak memiliki koneksi broadband atau dengan perangkat bergerak yang kuno.

UX

Dengan berbagai perubahan-perubahan, website yang konsisten adalah yang menyenangkan bagi kita. Faktor pendorong bagaimana kita membangun website telah menjadi pengalaman yang ingin kita berikan pada orang-orang yang akan menggunakan website tersebut.

Situasi yang cocok untuk desain UX?

Mengatakan bahwa semua sistem web akan mendapatkan manfaat dari evaluasi dan desain yang solid terhadap UX itu mudah. Berdebat menentangnya-lah yang sulit jika Anda memperhatikan tentang desain berorientasi pengguna. Tetapi kita tidak hidup di dunia yang sempuran, dan kita tidak memiliki sumber daya yang tak terbatas. Jadi, kita harus memprioritaskan dan mengidentifikassi wilayah yang paling mendapat manfaat dari desain UX dan para desainer UX.

Sistem yang Kompleks

Semakin kompleks sebuah sistem, perencanaan dan arsitektur harus terlibat lebih dalam. Desain mendalam tentang UX untuk multi-user pada website statis tampaknya berlebihan. Desain UX lebih cocok dan lebih bermanfaat pada website yang banyak tampilannya, aplikasi yang kaya interaktivitas, serta web e-commerce.

Sistem yang melibatkan banyak sekali tugas pengguna harus dirasakan berharga, menyenangkan, dan efisien. Desainer berisiko kerugian yang besar dalam hal pendapatan karena mengabaikan UX.

Start-up

Start-up dan perusahaan-perusahaan kecil biasanya tidak memiliki dana untuk menyewa karyawan khusus untuk desain UX. Contohnya, 37Signals, sebuah perusahaan start-up kecil yang membangun aplikasi web canggih, termasuk Basecamp dan Highrise, bergantung pada orang-orang berpengetahuan komplit, yakni orang-orang yang dapat menggunakan “topi yang berbeda-beda.”

Pada situasi ini, melatih karyawan yang ada (khususnya desainer web) sesuai prinsip dan proses UX, atau mengontrak pekerjaan UX sesuai kebutuhan, mungkin pilihan yang lebih baik ketimbang menyewa pegawai full-time. Namun, membuat UX yang solid untuk pengguna pada versi pertama produk atau layanan dapat membuatnya menjadi menarik perhatian pengguna. Tetapi sebagai pemilik start-up, kadang Anda tidak punya cukup dana untuk menyewa desainer UX yang terampil dan berpengalaman.

Proyek dengan Anggaran “OK”

Agen yang lebih kecil yang bekerja untuk bisnis kecil dan menengah perlu menjaga agar pengeluaran tetap rendah untuk kustomer dan mengutamakan produk dalam rangka tetap sesuai anggaran. Fokus situassi ini adalah lebih pada membangun proses dan mengurangi perencanaan, riset, dan analisis. Proyek dengan anggaran kecil akan fokus pada launcing produk akhir. Hal ini tidak berarti bahwa proyek mengesampingkan UX yang bagus, tetapi dalam praktiknya, perusahaan kecil dan menengah sering merasa tidak terpaksa untuk menginvestasikan sumberdaya pada sesuatu yang tidak perlu untuk launcing websitenya.

Proyek dengan Kerangka Waktu yang lebih Panjang

Dengan logika sederhana, menambahkan sebuah gigi pada proses produksi akan menambah waktu pengerjaan. Waktu harus dialokasikan juga untuk desain UX. Desainer UX secara teori dapat memperpendek waktu dengan mengambil tugas-tugas lain yang biasanya dilakukan oleh desainer dan pengembang web. Jadi, hal ini berpotensi menghemat waktu dan biaya pada fase revisi  terkait dengan pengguna sistem.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang desain UX

Desain UX  adalah disiplin ilmu yang menarik, tetapi tidak dapat dan tidak akan menyempurnakan segala sesuatu.

Desain UX bukan satu ukuran untuk semua

Desain UX tidak dapat digunakan untuk setiap pengguna karena sebagai manusia kita ini berbeda. Apa yang cocok untuk satu orang mungkin saja berlawanan dengan orang lain. Cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah mendesain untuk pengalaman khusus dan menonjolkan perilaku, tetapi kita tidak dapat membuat, membebankan, atau memprediksi pengalaman yang terjadi sesungguhnya.

Karena kita tidak dapat mendesain pengalaman pengguna, kita tentu idak dapat mereplikasi pengelaman pengguna dari satu website ke website lainnya. Pengalaman pengguna akan berbeda antara website yang satu dengan lainnya. Desain harus disesuaikan dengan tujuan, nilai, proses produksi,dan produk dari website tersebut.

Tidak dapat dinilai berdasar ukuran tradisional

Anda tidak dapat menentukan efektivitas desain UX berdasar statistik belaka, seperti jumlah halaman yang dilihat,  bounce rate, dan tingkat konversi. Kita dapat membuat asumsi, dan kita dapat menanyai pengguna untuk bukti nyata, tetapi kita tidak dapat menginstal aplikasi yang secara otomatis merekam statistik pengalaman pengguna secara langsung.

Tidak sama dengan usabilitas

Pengalaman penguna dan usabilitas menjadi sinonim, tetapi dua kata ini jelas-jelas berbeda. UX merujuk pada bagaimana pengguna merasakan ketika menggunakan sistem, sementara usabilitas tentang tingkat keramahan pengguna (user-friendliness) dan efisiensi antarmuka.

Usabilitas adalah bagian besar dari pengalaman pengguna dan memainkan peranan besar dalam pengalaman yang efektifdan menyenangkan, tetapi kemudian ada faktor-faktor pengetahuan, psikologi, arsitektur informasi dan prinsip desain user-centered yang juga memainkan peranan besar.

Kritik bahwa UX dijadikan profesi

Tidak semua orang melihat nilai dari memiliki desainer UX pada sebuah tim. Penentangan ini berhubungan dengan biaya yang ditimbilkan, redundansi dalam hal keterampilan, sekaligus takut akan perubahan.

Hal lain yang perlu dikhawatirkan

Proses produksi website tradisional, khususnya pada agen kecil dan start-up yang sumber dayanya tidak seperti yang mereka inginkan, terdiri atas satu orang desainer web dan satu pengembang web. Desainer web mungkin menjadi orang yang mengembangkan UX, bersamaan dengan tugas-tugas lain seperti mendesain prototipe bentuk dan fungsionalnya, sementara pengembang membuat website produksi seperti spesifikasi desainer. Ada anggapan bahwa spesialis UX hanya memperumit proses ini.

Terlalu jauh, dibuang dari proses

Sedikit orang dalam bisnis pembuatan website percaya bahwa desainer UX terlalu jauh dibuang dari proses yang sesungguhanya. Ryan Carson, pendiri Carsonified dan tokoh dalam industri desain web, sebagai contoh, telah mengkritik profesional YX yang “tidak terlibat dalam proses keseharian mendesain, membangun, menguji, memasarkan, dan memperbarui proyek web.”

Pandangan ini pada dasarnya mengatakan bahwa profesional UX tanpa latar belakang proses aktual pengembangan website tidak dapat memperbaiki solusi sebagaimana halnya orang yang membuat produk tersebut.

Namun, banyak profesional UX yang memiliki latar belakang proses pembangunan, banyak yang desainer web attau pengembang yang kemudian menspesialisasikan dirinya pada area tertentu dalam sebuah proses produksi.

Menambah pengeluaran

Logika sederhana menyatakan bahwa menyewa orang UX hanya menambah biaya. Kecuali mereka mau bekerja dengan sukarela. Kenyataannya kan tidak ada…

Pendapat bantahan menyatakan bahwa desain UX adalah sebuah investasi. Meski keuntungan UX tidak cepat telihat sebagai bagian dari aplikasi website, di kemudian hari hal ini akan menjadi nilai untung yang lebih. Sebagai contoh, perbaikan sederhana dalam desain UX pada sebuah proses checkout sebuah web e-commerce dapat meningkatkan pendapatan hingga jutaan dolar.

Hasilnya tidak dapat diukur langsung

Mengevaluasi efektivitas dan ROI dari desain UX menggunakan ukuran kuantitatif adalah sulit. Hal ini karena sifatnya subyektif. UX berhubungan dengan emosi pengguna, dan ANda tidak dapat memberi nilai angka sebagaimana Anda menghitung page view, kecepatan loading, atau konversi.

Sebaliknya kita harus melihat hasilnya secara tidak langsung dengan menganalisis tingkat pendapatan, halaman yang dilihat (page view), survei pengguna sebelum dan sesudah penerapan UX, dan semacamnya. Namun, mengatakan bahwa ada efek positif penerapan desain UX atau estektika atau faktor-faktor lain, sepertin peningkatan pemasaran, tidak dapat menjadi semacam kesimpulan. Terlalu abstrak.

Kesulitannya adalah mencoba mengkuantifikasi efek yang sifatnya subyektif. Kita menyandarkan pada bukti kualitatif.

Tugas dan tetknik desainer UX

Desainer UX melakukan berbagai tugas pada titik-titik tertentu dalam proses. Berikut ini ada beberapa hal yang mereka kerjakan.

Mengevaluasi sistem yang berjalan

Jika sistem sudah ada, profesional UX akan mengevaluasi secara menyeluruh keadaan yang sekarang. Meraka akan melaporkan masalah-masalah dan memberi rekomendasi perbaikan berdasar analisis dan risetnya.

Pengujian A/B

Seorang spesialis UX mungkin akan memperbaiki studinya untuk membandingkan efektivitas dan kualitas pengalaman pada antarmuka yang berbeda-beda.

Hal ini dilakukan dengan mengajukan hipotesis (misalnya, “Tombol hijau lebih menarik daripada tombol merah.”), mengajukan atau membuat beberapa versi desain, mendefinisikan apa itu “pengalaman yang lebih baik” (misalnya, “Tombol hijau lebih baik karena pengguna lebih sering mengkliknya.”) dan kemudian melakukan ujicoba.

Mensurvei Pengguna

Seorang desainer UX dapat mewawancarai pengguna sebelumnya dan berpotensi untuk mendapatkan hal-hal apa yang paling efektif dari sisi desain. Karena pengalaman pengguna bersifat subyektif, cara terbaik untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mempelajari dan berinteraksi dengan pengguna.

WIREFRAMES dan PROTOTYPES

Berdasar temuannya, spesialis UX mungkin mengembangkan wireframe layout yang berbeda-beda dan mungkin juga prototipe dengan fidelitas yang lebih tinggi.

Alur Pengguna

Mendesain bagimana pengguna akan bergerak pada sistem adalah hal umum lainnya yang dikerjakan oleh desainer UX.

Storytelling (bercerita)

Dengan melibatkan emosi pengguna dan menggambar elemen-elemen familiar, desainer UX menyampaikan cerita dan memberikan informasi. Mempelajari lebih jauh tentang nilai bercerita pada konteks UX ada pada artikel ini:  “Better User Experience With Storytelling.”

Pola desain

Pola memberikan konsistensi dan cara menemukan ‘tool’ yang paling efektif pada sebuah pekerjaan. Dengan pola desain antarmuka, misalnya, mengambil elemen antarmuka yang sesuai (seperti module tabsbreadcrumbsslideshows) untuk tugas-tugas tertentu berdasar efektivitas mereka akan membawa pada pengelaman yang lebih baik dan lebih familiar. Desainer UX tidak hanya mengajukan pola desain yang digunakan pada website lain, tetapi juga membuat pola yang khusus untuk proyek yang sedang ditanganinya.

Design Patterns

Profil pengguna dan persona

Mengenali audiens adalah tahap pertama dalam desain UX dan membuat kita bisa mengembangkan pengalaman yang merefleksikan suara dan emosi dari para pengguna. Persona dapat dikembangkan menggunakan data website.

Inventori konten

Dengan istilah yang paling sederhana, inventori konten adalah sebuah daftar halaman website yang disusun sedemikian rupa. Melakukan inventori konten adalah langkah maju dalam mengajukan perubahan pada arsitektur informasi untuk meningkatkan UX (misalnya dengan alur pengguna (user flow), kemudahan menemukan sesuatu (findability), dan efisiensi).

Content Inventory

Panduan gaya konten

Konsistensi sangat kritis dalam membuat pengalaman pengguna yang mudah diingat terkait merk. Panduan gaya konten merupakan framework bagi penulis dan desainer dalam bekerja ketika membuat konten dan mengembangkan desain. Panduan tersebut juga memastikan bahwa merk dan elemen desain selaras dengan tujuan pemilik.


I Love New York’s branding guidelines.

Ada banyak hasil pekerjaan dari desain UX ini, silakan melihat  daftar lengkapnya.

Tool yang digunakan

Berikut ini beberapa tool yang populer dan dapat digunakan oleh profesional UX. Tool ini tidak eksklusif bagi profesional. Pengembang, desainer web dan desainer interaksi, dapat juga menggunakannya.

Aplikasi wireframe dan prototipe

Membuat wireframe dan prototipe dapat dilakukan secara sederhana dengan pulpen dan kertas.  Membuat prototipe dengan kertas, khususnya, memiliki banyak manfaat, seperti murah, kondusif untuk prototipe kelompok, cepat, dan mudah melakukannya.

Berikut beberapa software yang dapat dipakai untuk membuat wireframe dan prototipe:

Software Uji A/B

Uji A/B  (dikenal juga dengan istilah split testing atau testing multivariat) membandingkan versi-versi halaman yang berbeda, dan dapat dilakukan dengan beberapa program.

A/B Testing Software

Pada dasarnya, software uji A/B memecah lalu lintas website dalam dua segmen. Satu kelompk melihat versi A, dan kelompok lain melihat versi B. Statistik seperti tingkat konversi dan bounce rate dicatat untuk tiap-tiap versi. Uji split menentukan versi mana yang lebih baik berdasar statistik yang dikumpulkan. Satu aplikasi yang paling populer untuk uji A/B adalah Google’s Website Optimizer.

Software Inventori Konten

Ada banyak metode melakukan inventori konten. Menggunakan aplikasi server on-site (mengharuskan akses ke webserver) adalah cara terbaik untuk website produksi, menjadi lebih dekat dengan sumber ketimbang software pihak ketiga, aplikasi ni akan secara alami lebih akurat dan efisien. Anda dapat menggunakan tool yang sederhana seperti Excel untuk membuat dan mengatur inventori konten (silakan tengok  GetUXIndex() template).

Website yang dibangun dengan sistem manajemen konten seperti WordPress dan Drupal biasanya memiliki tool bawaan yang menunjukkan peta website tersebut.

Software pengujian pengguna dan umpan balik

Mewawancarai pengguna merupakan tugas desain UX yang populer lainnya. Cara paling efektif dan hemat biaya adalah dengan mensurvei atau meminta umpan balik dan uji pengguna jarak jauh.

Tool untuk meliihat umpan balik pengguna begitu banyak. Tool survei pada umumnya, seperti  PollDaddy merupakan solusi yang fleksibel yang dapat digunakan untuk tugas lainnya juga. Ada tool umpan balik khuhsus usabilitas, seperti  Usabilla, dan layanan uji pengguna jarak jauh seperti  Feedback Army, yang dapat dipakai untuk mengelola uji usabilitas pada pereviu.

Software Analitik

Desainer UX dapat menganalisis statistik lalu lintas data untuk membuat hipotesis tipe pengalaman apa yang paling efektif untuk pengunjung website.

Website Analytics Software

Katakan data mengindikasikan bahwa browser yang paling populer untuk website adalah Google Chrome. Google Chrome dianggap sebagai browser user yang paling baik (berkebalikan dengan Internet Explorer). Dari asumsi tersebut, sebuah desainer UX dapat membuat pengalaman pengguna yang dapat memunculkan pengguna-pengguna yang berkuasa dan orang-orang yang cerdas secara teknologi.

Sebuah tool analitik gratis adalah  Google Analytics.

Websites tentang UX

Banyak sekali website yang membahas topik tentang UX. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

UX Magazine
UX Magazine adalah sumber daya berkualitas tinggi yang menerbitkan diskusi tentang bagaimana meningkatkan pengalaman pengguna.

UX Magazine

UX Booth
UX Booth adalah sebuah blog dengan banyak penulis yang disediakan bagi komunitas UX. Blog ini juga membahas usabilitas dan desain interaksi.

User Interface: Stack Exchange
Masih dalam beta, UI Stack Exchange  (bagian dari jaringan Stack Overflow ) adalah sebuah website tanya jawab kolaboratif untuk peneliti dan ahli antar muka pengguna.

User Interface - Stack Exchange

Stack Overflow
Stack Overflow, sebuah website tanya jawab pemrograman yang terkenal, memiliki thread pertanyaan yang di-tag dengan UX dan Usability.

Stack Overflow (UX and Usability question threads)

UX Exchange
UX Exchange adalah website komunitas dimana anggota dapat bertanya tentang pengalaman pengguna dan bidang-bidang terkait seperti usabilitas, aksesabilitas, dan desain interaksi.

UX Exchange

User Interface Engineering
UIE adalah organisasi riset usabilitas paling besar di dunia. Organisasi ini menerbitkan artikel dan temuan-temuan penelitian  pada websitenya.

User Interface Engineering

UXmatters
UXmatters adalah sebuah majalah web yang menerbitkan konten tentang strategi UX, informasi tentang disiplin ilmu UX dan lain sebagainya.

UXmatters

52 Weeks of UX
Website besutan Joshua Porter dan Joshua Brewer ini mencakup topik tentang “proses mendesain untuk orang sungguhan.”

52 Weeks of UX

Boxes and Arrows
Meski Boxes and Arrows menggambarkan dirinya  “untuk praktik, inovasi, dan diskusi desain,” website ini secara reguler menerbitkan artikel terkemuka tentang UX.

Boxes and Arrows

Semantics
Peter Morville, pendiri Semantic Studios, sebuah arsitektur informasi terkenal, konsultan UX dan findability (kemudahan penemuan), menulis tentang UX  (dan topik terkait) pada kolom di websitenya.

Semantics

UsabilityPost
Blog ini dibuat oleh  Dmitry Fadeyev mengenai desain dan konteks fungsi.

UsabilityPost

101 Things I Learned in Interaction Design School
Desain interaksi sangat terkait dengan UX, dan blog ini menawarkan tulisan-tulisan pendek “yang mudah dicerna” tentang topik tersebut.

101 Things I Learned in Interaction Design School

UX Quotes
Website ini menyediakan snippet kutipan pada topik-topik UX.

UX Quotes

Quotes From the User
UX adalah semua tentang pengguna  (itulah mengapa persona sangat penting). Blog Tumblr ini berbicara tentang cerita  UX dari perspektif pengguna dengan menampilkan kutipan-kutipan dari pengguna berbagai macam sistem.

Quotes from the User

everydayUX
Blog yang dibuat oleh kepala produksi FourSquare (layanan media sosial berbasis lokasi), Alex Rainert, ini sering membahas pemikirannya tentang  informasi dan desain interaksi.

everydayUX

Konigi
Konigi mengindeks berita, sumber daya dan tool untuk desainer UX (dalam layout galeri yang cantik yang membuat browsing di website begitu mudah).

Konigi

90 percent of everything
Blog ini dibuat oleh tokoh UX Harry Brignull mencakup arsitektur informasipengalaman pengguna dan sifat dari  “desain yang bagus.”

90 percent of everything

DarkPatterns.org
Librari pola desain ini mendiskusikan taktik umum untuk memperdaya pengguna, yang dapat membantu desainer UX menentukan pola yang harus dihindari jika mereka ingin membuat UX yang kreatif.

DarkPatterns.org

Johnny Holland Magazine
Majalah web ini mengenai interaksi dan desain UX. Pastikan untuk melihat bagian UX Tips, yang mengindeks tweet dengan hash tag #uxtips.

Johnny Holland Magazine

UX Pond
UX Pond adalah mesin pencari yang didedikasikan untuk konten yang berhubungan dengan UX.

UX Pond

Adaptive Path Blog
Adaptive Path, sebuah perusahan antar muka pengguna dan UX, mengelola blog ini dengan konten-konten bermanfaat tentang desain UX dan UI (antarmuka pengguna).

adaptive path blog

Putting People First
Portal ini menyediakan link, artikel, sumber daya, serta berita tentang UX dan  “inovasi yang berpusat pada manusia,” dibantu oleh perusahan yang berbasis di Italia, yakni  Experientia.

Putting people first

nForm Blog
Blog nForm (sebuah tim konsultan yang berfokus pada  user experience) menerbitkan konten-konten bagus yang relevan bagi desainer UX designers.

nForm Blog

Viget Advance
Blog berkaitan dengan UX milik Viget Advance, sebuah perusahaan pembuat website.

Viget Advance

useit.com
Peneliti usabilitas terpandang sekaligus penulis kreatif, Jakob Nielsen, menulis sebuah kolom bernama  Alertbox dengan topik usabilitas dan  UX.

useit.com

UX Array
Sara Summers, evangelis UX dari Microsoft, menulis blog tentang UX pada blognya.

UX Array

UI and Us
UI and Us adalah  “tentang desain antarmuka pengguna dan kognitif psikologi dibalik desain.”

UI&Us

UX Storytellers
UX Storytellers menggunakan salah satu metodologi profesi  (storytelling) untuk menceritakan tentang  UX, UI dan profesional IA.

UX Storytellers

Sumber:

http://uxdesign.smashingmagazine.com/2010/10/05/what-is-user-experience-design-overview-tools-and-resources/

Pos ini dipublikasikan di Developer dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s