Perjalanan Mengelahkan

Mengelahkan, istilah apa itu? Maaf, ini istilah saya sendiri, yang artinya kurang lebih mengesankan tapi melelahkan. Saya singkat menjadi mengelahkan.

Sabtu, 2 April kemarin saya berangkat dari Bandung pukul 8.00 pagi bersama rombongan total tujuh orang. Dengan menaiki kereta api, saya sampai di Surabaya sekitar pukul 22.30 malam. Perjalanan dilanjutkan dengan minibus menuju kawasan gunung Bromo. Kira-kira di kaki pegunungan, waktu menunjukkan pukul 2 dini hari.

Sekarang sudah hari Ahad. Untuk melanjutkan ke daerah gunung Bromo, kami menggunakan mobil jip. Tujuan pertama adalah daerah penanjakan yang kami capai pada pukul 4 pagi. Di sana kami melakukan foto-foto pada pemandangan sunrise.

Masih dengan jip, pagi hari sekitar pukul 8 kami menuju gunung bromo. Di sana kami mengunjungi padang teletubbies, pasir berbisik, serta kawah bromo. Pukul 11 lewat sedikit kami kembali ke kaki pegunungan. Perjalanan kembali ke Surabaya kami tempuh menggunakan minibus yang kami tumpangi sebelumnya. Di Bangil, kami singgah makan siang. Usai makan, perjalanan dilanjutkan. Ketika di Sidoarjo, kami menyambangi lokasi banjir lumpur lapindo.

Lokasi di atas tanggul lumpur Lapindo

Lokasi di atas tanggul lumpur Lapindo

Dari lokasi lumpur, kami melanjutkan ke terminal Bungurasih, Surabaya. Rombongan mengantarkan saya ke terminal bus tersebut karena saya harus berpisah untuk pulang ke kampung halaman. Waktu itu jam menunjukkan pukul 16.15 sore. Di terminal itulah saya dan rombongan berpisah. Alhamdulillah, saya mendapatkan bus patas jurusan Surabaya-Semarang. Bus berangkat pukul 16.35 WIB. Saya turun di Rembang, sekitar pukul 21.40 WIB. Dari Rembang saya lanjutkan perjalanan ke Blora dengan jasa ojek. Alhamdulillah, saya sampai di rumah orang tua sekitar pukul 23.00 malam.

Keesokan harinya, Senin 7 April, saya segera mencari bus Blora-Bandung. Saya biasa menggunakan jasa bus Nusantara untuk urusan ini. Selain karena busnya bagus-bagus, rute yang ditempuh juga lebih nyaman untuk saya (lewat Blora-Rembang lebih nyaman daripada Blora-Purwodadi). Bus dijadwalkan berangkat pukul 14.30. Dan benar, bus berangkat tepat pukul 14.30 WIB.

Begitulah, hingga ketika hari sudah berganti menjadi Selasa, bus pun tiba di Bandung. Tidak seperti biasa, kedatangan bus ke Bandung kali ini tergolong pagi sekali sekitar pukul 4.  Padahal sebelum-sebelumnya bus yang biasa saya tumpangi sampai di Bandung pada pukul 6-7 pagi.

Jadi, berapa km perjalanan yang sudah saya lalui? Panjang sekali…. Melelahkan, tapi mengesankan.

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s