Belajar Bahasa Arab

Bagi umat Islam, menguasai bahasa Arab itu adalah kewajiban. Bahasa Arab jelas merupakan bagian dari agama, karena dengannya lah kita bisa memahami apa yang menjadi pegangan kita dalam beragama: Quran dan Sunnah. Namun, kewajiban ini ada tingkatannya, fardhu ain dan fardhu kifayah. Fardhu ain artinya setiap muslim harus memenuhinya, yakni pada taraf menguasai bahasa arab sehingga dapat memahami makna syahadat, memahami makna dzikir dan doa-doa yang wajib dibaca, baik dalam maupun di luar sholat, serta memahami maksud quran yang kita sampaikan, bisa kepada Tuhan (berupa doa) maupun kepada orang lain (sebagai hujjah). Tingkat kewajiban ini ditujukan bagi kaum muslim yang awam, yang minimal harus menjalankan kewajiban dalam beragama, baik secara vertikal maupun horisontal.

Sementara bagi mereka yang tidak awam, seperti ustadz, kiai, da’i, mubaligh, dan yang sekelasnya, tentu wajiblah mereka untuk menguasai bahasa Arab secara global. Inilah fardu kifayah, yang ketika mereka sudah memenuhinya, gugurlah kewajiban orang awam lainnya. Mereka ini harus mengetahui kaidah-kaidah bahasa Arab sehingga menjadi seperti atau hampir seperti orang Arab. Dengan demikian, mereka dapat menyampaikan ajaran agama, yakni tentang Quran dan Sunnah, sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.

Sayangnya, kewajiban berbahasa Arab ini tidak disadari oleh kebanyakan umat Islam. Bahkan, mereka lebih mementingkan bahasa Inggris lantaran bahasa ini dianggap sebagai bahasa internasional. Memang benar, bahasa Inggris adalah nomor satu dari sisi jumlah penuturnya. Tidak heran jika kemudian bahasa ini menjadi bahasa internasional nomor satu. Tetapi, dalam konteks kita beragama Islam, bahasa Arab adalah kewajiban. Bahasa ini harus dinomorsatukan, minimal hingga tingkat fardhu ain-nya. Sementara bahasa Inggris menjadi wajib jika kita hendak mendakwahkan Islam kepada orang-orang yang berbahasa Inggris.

Bahasa Inggris tidak wajib? Ya, memang begitulah. Akan tetapi menurut pandangan gegabah saya, bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan, terutama dalam hal sebagai sarana komunikasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Jujur saja, saya bisa mendapat tambahan ilmu dan keterampilan setelah sedikit menguasai bahasa Inggris tersebut. Tentu saja, semuanya atas seizin Allah. Menurut saya hal ini wajar karena bahasa Inggris mendominasi literatur-literatur ilmu pengetahuan, hampir di banyak bidang.

Sesungguhnya, bahasa Inggris lebih susah dipelajari daripada bahasa Arab. Bagaimana tidak, pengucapan bahasa Inggris seringkali berbeda dengan apa yang tertulis, seperti ‘one’ dibaca ‘wan’. Lain halnya dengan bahasa Arab, apa yang ditulis, seperti itulah diucapkannya. Hanya saja, bahasa Arab menjadi susah (padahal tidak) karena kita kurang akrab dengan aksara al Quran. Itu saja. Akhirnya kita merasa asing dan enggan untuk menyimaknya. Padahal, dari segi frekuensi penggunaan, kita sangat sering menggunakan bahasa Arab. Bangun tidur, doa dengan bahasa Arab. Ke kamar mandi, masuk dan keluarnya pakai bahasa Arab. Pakai baju, doa lagi dengan bahasa Arab. Kemudian pergi ke masjid, doa lagi dengan bahasa Arab. Sholat, kita menggunakan bahasa Arab semua. Begitu seterusnya hingga tidak kita sadari dalam sehari sudah sangat sering kita berbahasa Arab. Tapi anehnya, kita yang sering berinteraksi dengan bahasa Arab kok tidak paham bahasa Arab? Satu jawabnya: setelah menghafalnya, kita tidak pernah mencoba untuk memahami apa artinya. Padahal bahasa Arab itu wajib, jadi mulailah mencoba mengetahui artinya. Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama, fardhu ain bahasa Arab itu sudah bisa terpenuhi. Mudah bukan?

Pos ini dipublikasikan di Bahasa dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s