Mungkin Sepele, Tapi Bagi Mereka Sangat Berarti

Ada sebuah pelajaran berharga dari hari-hari pertama yang saya dapatkan di sini. Barangkali kita enggan melakukan sesuatu untuk orang lain lantaran sesuatu itu adalah hal sepele bagi kita. Bahkan, kita berpikiran, ‘Aduuuh, hal remeh temeh begini masak saya yang turun tangan?’

Tetapi, di balik semua itu, sesungguhnya sesuatu itu sangat berarti bagi mereka. Sebagai misal, mereka menghadapi masalah tidak bisa ngeprint, padahal beberapa waktu sebelumnya tidak ada masalah. Lalu kita dimintai tolong. Kesalkah? Bisa jadi, kalau itu adalah kali yang kesekian dalam dua jam terakhir. Namun, alangkah bijaksananya jika kita bersabar kemudian membantu menyelesaikan permasalahannya.

Dalam memberikan bantuan itu, kita tidak boleh mengeluh. Kalau mereka minta tolong, alangkah baiknya jika kita juga meminta tolong kepada mereka untuk meluangkan waktu sejenak demi mendengar penjelasan kita. Dengan demikian, kita berharap di lain waktu mereka bisa menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Kalaupun ternyata belum bisa mandiri, tidak mengapa. Toh kita bisa mengajarinya lagi dengan meminta tolong mereka untuk meluangkan waktu menyimak penjelasan kita.

Yang mengganjal di hati saya, kadang kita yang memberikan bantuan, justru terkesan memanjakan mereka yang meminta bantuan. Mereka menganggap kita baik hati sehingga tidak mau mengganggu kita dalam menyelesaikan permasalahan mereka. Mereka meninggalkan kita dan kembali ketika kita sampaikan bahwa masalah telah enyah. Nah, kalau sudah demikian, saya yakin mereka akan selalu menggantungkan dirinya pada kita.

Dan, begitulah seterusnya… Kita harus memutus mata rantai ketergantungan itu. Ingatlah bahwa di dunia kerja, kita tidak bekerja bersama dengan orang-orang yang memiliki kemampuan seragam. Ada yang kemampuannya rendah, entah karena faktor umur atau lainnya. Ada juga yang kemampuannya tinggi hampir menggapai langit. Tetaplah membumi jika itu adalah Anda. Jangan abaikan mereka dan urusan-urusannya. Mungkin sepele, tapi bagi mereka sangat berarti. Akan menjadi berarti bagi kita bila akhirnya mereka mandiri pada hal-hal yang kita anggap sepele lantaran kita mengajarinya.

Jagakarsa, 4 Juli 2014

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s