Hadiah Apa yang Akan Kau Berikan untuk Ulang Tahun Bangsamu?

Besok adalah tanggal 17 Agustus. Pada tanggal itu, bangsaku berulang tahun, karena pada tanggal yang sama 69 tahun yang lalu, kemerdekaan bangsaku diproklamasikan. Pasti ada cerita tentang darah dan air mata yang tumpah di balik peristiwa bersejarah itu. Peristiwa-peristiwa yang semuanya ada di luar dari apa yang bisa saya bayangkan. Itulah cerita perjuangan para pahlawan bangsa di masa yang saya belum hadir di atas muka bumi ini.

Momen ulang tahun biasanya berkaitan dengan pemberian hadiah. Hadiah apa ya, yang cocok untuk ulang tahun bangsaku kali ini? Kalau dalam bentuk materi, misalnya uang untuk negara ini, saya rasa tidak berguna. Toh pada akhirnya negara akan menghamburkannya untuk seremoni pesta upacara kemerdekaan. Tahun ini, katanya ada uang, bukan daun mahoni kering, tapi sekali lagi uang, yang besarnya mencapai 11,3 milyar rupiah. Silakan baca beritanya di Tempo, http://www.tempo.co/read/news/2014/08/15/078599787/Dana-Upacara-Kemerdekaan-di-Istana-Amat-Mewah.

Sebenarnya, untuk mendapatkan khidmat upacara yang sama, pada zaman dahulu, sebut saja di daerah yang jauh dari ibukota, tidak diperlukan biaya apa-apa. Hanya jiwa yang ikhlas dan semangat cinta tanah air yang menggelora, khidmat itu sudah bisa didapat. Ah, barangkali inilah yang dinamakan perputaran roda kehidupan. Dahulu, hanya dengan mengibarkan bendera sudah lebih dari cukup untuk membuat bangsa ini tertawa lebar. Tapi kini, harus ada hajatan mewah atau pesta besar agar paling tidak bisa membuat bangsa ini menyunggingkan senyumnya.

Roda itu pulalah yang menurut saya membuat transformasi acar di setiap ulang tahun bangsaku. Awalnya, adalah upacara kemerdekaan. Kemudian berubah menjadi pesta kemerdekaan. Belakangan, itu menjelma menjadi pesta upacara penuh kemewahan. Ya, meskipun pada kenyataannya roda itu tidak berputar secara serentak. Masih ada di bumi pertiwi ini yang anak-anak bangsa itu belum dapat merasakan kemerdekaan. Bisa adi itu karena mereka dibelenggu oleh kemiskinan, atau bisa pula masih terkurung di jeruji besi berupa kekerdilan mental. Hmmm… Pilihan bahasa saya mulai aneh nampaknya…

Kembali ke hadiah. Hadiah apa ya? Bagaimana kalau hadianya berupa tulisan di blog? Ah, itu mah biasa. Atau, begini saja. Bagaimana kalau menyajikan di blog ini hasil dari apa-apa yang saya lakukan di ulang tahun bangsaku ini?

Hahaha… Gak keren blas!

Nyuci duluah, mumpung hari Sabtu. Oiya, kalian yang di sana, share dong, hadiah apa yang kalian persembahkan untuk bangsa ini di ulang tahunnya yang ke-69 ini?

Lenteng Agung, dhuha 16 Agustus 2014 (di kos2an)

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s