Renungan Sumpah dan Janji PNS

Bersumber dari UU No. 8/1974 Pasal 26, berikut adalah sumpah dan janji PNS:

Demi Allah, saya bersumpah/berjanji :

Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah.

Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab.

Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan Martabat Pegawai Negeri, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan.

Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan.

Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara.

Sekarang perhatikan pada kata-kata atau susunan kalimat yang saya beri tanda tebal (bold).

Pertama, setia dan taat pada Pancasila, UUD45, negara, dan Pemerintah. Di atas kertas dan di ujung lidah, saya yakin kita semua memenuhi poin yang ini. Bahkan, yang bukan PNS-pun setuju akan hal ini. Namun, mungkin bagi pihak oposisi dalam konteks demokrasi, mereka tentu akan mengkritisi Pemerintah.

Kedua, mentaati segala peraturan perundang-undangan. Coba renungkan, bagi Anda yang kebetulan PNS, sudah baca peraturan perundang-undangan tentang kepegawaian belum? Boro-boro mau taat, baca aja belum… Hehehe..

Ketiga, penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab. Saya jadi ingat waktu masih zaman prajab dulu. Masalah pengabdian, sepertinya tidak bisa penuh seratus persen, mengingat bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab yang tidak bisa dikesampingkan, misalnya tanggungan sebagai kepala keluarga atau yang lainnya. Kita juga harus bisa bedakan, pengabdian kepada negara atau atasan?

Keempat, mengutamakan kepentingan negara. Bagus sekali frase yang satu ini. Sayangnya, mungkin banyak orang lupa pada makna frase ini. Mengutamakan kepentingan negara artinya juga mendahuluan kepentingan rakyat, karena kepentingan negara adalah mensejahterakan rakyatnya. Faktanya, banyak koruptor yang menyandang status sebagai pegawai negeri. Akibatnya, kepentingan rakyat dikalahkan demi mengenyangkan perut dan egonya sendiri.

Kelima, jujur, tertib, cermat, dan bersemangat. Wah, Andai saja setiap PNS menerapkan ini, saya yakin perusahaan-perusahaan Fortune 500 pun kalah dari sisi kinerjanya. Oh, sekali lagi ini hanya mengandai-andai. Hihihi…

Ah, sudah dulu ya andai-andainya… Yang penting, sekarang cobalah untuk memenuhi janji dan sumpah Anda ini jika Anda seorang PNS. Saya juga lagi berusaha memenuhinya lho, karena saya kebetulan juga seorang PNS. Ya, meskipun PNS kelas bawah…

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s