Mounting File ISO di Linux

Bagi Anda pengguna Windows, untuk membuka berkas ISO Anda harus menggunakan software tambahan, sebut saja salah satunya PowerISO. Sebenarnya, dengan software kompresi semacam Winrar atau 7zip, berkas ISO bisa dibuka sebagai berkas arsip terkompresi. Tetapi, maksud kita membuka berkas ISO adalah untuk membuat sebuah drive optik virtual. Istilahnya adalah me-mount sebagai sebuah drive.Hebatnya di Linux, Anda tidak perlu tambahan aplikasi apa-apa. Hanya bermodalkan perintah di terminal, insyaAllah Anda sudah bisa melakukan mounting berkas ISO tersebut ke sebuah direktori. Oiya, di Windows 8 (atau versi 8.1), Windows Explorer juga sudah bisa membuat drive virtual ketika kita membuka berkas ISO. Mungkinkah terobosan ini meniru Linux?

Baiklah, kita kembali ke Linux dan berkas ISO. ISO singkatan dari International Organization for Standardization. File ISO menggunakan ekstensi berkas .iso dan sering disebut sebagai berkas image ISO. Berkas jenis ini merupakan berkas arsip yang berisi image disk dengan format file system ISO 9660. Format file system ini pada awalnya khusus digunakan untuk CD/DVD ROM.

Untuk melakukan mounting sebuah image ISO di Linux, Anda harus menggunakan akses root, atau bisa dengan mengetikkan “sudo” pada awal perintah yang Anda berikan.

Sebagai tempat mounting image ISO, Anda harus menyiapkan sebuah folder yang akan berfungsi sebagai titik mounting. Jika belum ada, buatlah terlebih dahulu dengan perintah berikut:

# mkdir /mnt/iso

atau

$ sudo mkdir /mnt/iso

Selanjutnya, gunakan perintah “mount” untuk melakukan mounting berkas ISO Anda.

# mount -t iso9660 -o loop /home/tecmint/Fedora-18-i386-DVD.iso /mnt/iso/

atau

$ sudo mount -t iso9660 -o loop /home/tecmint/Fedora-18-i386-DVD.iso /mnt/iso/

Argumen “-t iso9660” di atas dapat juga Anda hilangkan karena berkas ISO yang berekstensi .iso biasanya memang menggunakan format filesystem ISO 9660. Setelah Anda menjalankan perintah di atas, mungkin Anda akan menjumpai pesan peringatan seperti ini:

mount: warning: /mnt/iso seems to be mounted read-only.

Tidak mengapa, itu hanya peringatan bahwa folder yang kita jadikan sebagai titik mounting, yaitu /mnt/iso menjadi read-only, sebagaimana berkas CD/DVD ROM. Dengan kata lain, Anda tidak bisa menulis di folder tersebut. Selanjutnya, Anda mungkin merasa perlu untuk memverifikasi apa saja yang sedang ter-mounting di Linux Anda. Silakan gunakan perintah “mount”. Cara lainnya, Anda juga boleh langsung melihat hasil mounting yang baru saja Anda lakukan dengan perintah berikut:

# cd /mnt/iso
# ls -l

Anda akan melihat daftar file dari sebuah image ISO yang telah Anda mount tadi. Kira-kira akan seperti ini jadinya:

total 16
drwxrwsr-x  3 root 101737 2048 Jan 10 01:00 images
drwxrwsr-x  2 root 101737 2048 Jan 10 01:00 isolinux
drwxrwsr-x  2 root 101737 2048 Jan 10 01:00 LiveOS
drwxrwsr-x 28 root 101737 4096 Jan 10 00:38 Packages
drwxrwsr-x  2 root 101737 4096 Jan 10 00:43 repodata
-r--r--r--  1 root root   1538 Jan 10 01:00 TRANS.TBL

Lalu, kalau sudah selesai, bagaimana caranya melepas mounting-an tadi? Istilah yang digunakan adalah unmounting image ISO. Syaratnya sama, Anda harus menjadi root atau menggunakan sudo dalam menuliskan baris perintah “umount” (bukan unmount).

# umount /mnt/iso

  atau

$ sudo umount /mnt/iso
Penjelasan opsi perintah mount dan umount:
  1. -t : argumen untuk memberikan jenis filesystem tertentu (-t iso9660 berarti jenis filesystem ISO 9660).
  2. ISO 9660 : merupakan standar filesystem yang digunakan pada CD/DVD ROM.
  3. -o : Bentuk singkat dari kata options (opsi) yang diikuti oleh opsi-opsi yang masing-masing dipisahkan dengan koma.
  4. loop: Perangkat loop adalah sebuah pseudo-device (semacam virtual) yang sering dipakai untuk mounting image ISO CD/DVD dan memungkingkan berkas- berkas di dalamnya diakses sebagai sebuah perangkat sendiri.

Selamat mencoba!

Sumber:

Pos ini dipublikasikan di Developer dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s