Ritual Pagi agar Produktif Seharian

Website entrepreneur.com menyajikan sebuah artikel menarik tentang apa saja yang perlu dilakukan pada pagi hari agar hari tersebut menjadi produktif (baca: http://www.entrepreneur.com/article/230734). Mereka menyebutnya dengan ritual pagi. Mari kita simak apa saja ritual tersebut.

1. Olah raga 7 menit. Ya, katanya 7 menit itu waktu yang pas untuk melakukan peregangan di pagi hari sebelum beraktivitas. Bahkan kalau 10 menit itu kebanyakan, dan 3 atau 5 menit terlalu sedikit.

Kalau menurut hemat saya, lakukan sebelum mandi, dan usahakan dalam waktu yang singkat itu ada keringat yang keluar, meski sedikit. Dan, prosesnya tidak begitu selesai olah raga langsung mandi. Biarkan keringat menguap terlebih dahulu, mungkin sembari kita melakukan aktivitas ringan lainnya.

2. Makan yang hijau-hijau. Hijau di sini merujuk pada sayur atau buah-buahan. Misalnya makan jus apel. Selain hemat waktu (apel tinggal di-blender), kebiasaan ini juga menyehatkan.

Nah, bagi saya, poin ini opsional. Ada syukur, tidak ada ya tetap alhamdulillah. Alasannya sederhana, mungkin tidak atau belum tersedia buah yang bisa dikonsumsi pada pagi hari. Terlebih, mungkin stok buah di kulkas kita tidak lagi berupa apel atau jeruk, melainkan ubi/singkong karena kita mengikuti himbauan hidup sederhana dari pemerintah. Hihi…

3. Tetapkan target 3 kemenangan. Pada poin ini kita dituntut untuk menyiapkan 3 hal yang harus dicapai atau diselesaikan dalam waktu satu hari. Jadi, kita mesti fokus apa yang harus kita selesaikan. Prioritaskan cukup 3 saja dan ada wujudnya, karena itu layak disebut kemenangan.

Saya setuju dengan poin ini. Bahkan, kalau menurut Anda 3 kemenangan itu terlalu sedikit, tambahkan. Tetapi ada syaratnya, harus realistis, alias bisa Anda capai dalam satu hari tersebut. Kalaupun target kemenangan itu terlalu besar, Anda bisa memecahnya menjadi target-target kecil yang terukur. Terukur di sini berarti Anda bisa mengklasifikasikan sebagai kemenangan jika Anda berhasil mencapainya atau kalah jika sebaliknya.

4. Lengkapi to-do list (daftar apa yang akan dikerjakan) dengan batasan waktu. Kebanyakan to-do list hanya berisi apa saja yang akan dikerjakan. Nah, pada poin ini, lengkapilah daftar tersebut dengan batasan waktu kapan kita harus mengerjakannya.

Hmmm… to-do list ya? Saya pribadi memang membuatnya, tetapi tuntutan pekerjaan sebagai anak buahlah yang akhirnya membuat to-do list tersebut berantakan. Ya, tentu saja itu hanya salah satu faktor. Hingga akhirnya, saya lebih sering untuk tidak membuat to-do list. Alasannya sederhana, semakin saya tambah daftar apa yang akan saya kerjakan, semakin banyak pula daftar kegiatan yang saya telantarkan. Nah, lo?

5. Break 15 menit setelah makan siang untuk isi ulang tenaga dan semangat. Kita disarankan untuk rehat sejenak, bahkan dengan mematikan komputer dan gadget segala. Jadi, ketika mau makan siang, komputer dimatikan. Hingga kemudian 15 menit setelah makan siang, dinyalakan lagi komputer atau gadget.

Menurut saya, poin kelima ini agak nyeleneh. Lha wong judulnya saja ritual pagi, kok yang ini dilakukan pada siang hari, selepas makan siang pula. Ya, sepertinya ritual kelima ini tidak dapat dijalankan pada pagi hari. Tetapi kalaupun nanti diterapkan pada tengah hari sepertinya bagus juga.

Di atas semua itu, saya ingin menambahkan dua lagi agar bisa memberi semangat.Yang pertama adalah berzikir. Dalam Islam, sudah ada tuntunan dari Nabi tentang bacaan-bacaan yang dianjurkan untuk dibaca pada pagi dan petang hari. Anggaplah ini sebagai bentuk meditasi kita. Selain mendekatkan diri kepada Allah, tentunya juga melatih jiwa kita untuk senantiasa bersih dan terjaga dari berbagai keburukan.

Yang kedua adalah nawaitu atau niat. Kyai NU pada umumnya menganjurkan untuk melafalkan niat dalam ibadah mahdoh, meskipun pada kenyataannya hal itu tidak dicontohkan oleh Rosul Muhammad saw. Namun, bagi saya, melafalkan niat beraktivitas itu cocok pada kondisi pagi hari agar kita lebih bersemangat. Tentunya, niatnya dalam bahasa Indonesia. Contohnya begini:

Bismillah, niat ingsun bekerja dan berkarya untuk mencari rezeki yang berkah, untuk menafkahi keluarga, untuk berbagi dengan orang lain, untuk beramal sholeh, LILLAAHI TA’ALA…

Oiya, untuk ritual pagi yang lima di atas ada videonya juga lho:

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s