Gadget Pengganggu Fokus

Kehadiran gadget merupakan sebuah berkah teknologi informasi dan komunikasi bagi kehidupan manusia. Alat-alat canggih dan besar yang sering kita gunakan untuk menyelesaikan hal-hal rumit, kini hadir dalam bentuk yang kecil di genggaman manusia.

Tapi, ternyata berkah itu tetap saja membawa efek negatif bagi kehidupan manusia. Efek itu adalah menurunnya interaksi sosial dengan orang-orang di sekitar kita. Kadang, meskipun terlihat beberapa orang berkumpul di satu meja, ternyata setiap orang disibukkan dengan aktivitas dengan gadgetnya masing-masing. Akibatnya, tidak ada interaksi antar orang di tempat tersebut. Tidak ada percakapan, hanya keheningan dan sesekali tertawa sendiri-sendiri sembari menatap layar ponsel masing-masing.

Tidak hanya dari sisi sosial, bahkan aktivitas fisik yang sifatnya menyehatkan pun bisa berkurang drastis. Berbagai permainan tradisional telah didigitalkan oleh orang-orang yang penuh inovasi. Akibatnya, anak-anak tidak pernah lagi memainkan permainan tradisional. Justru yang memainkan permainan tradisional digital tadi adalah orang-orang dewasa yang dahulu pada masa kecilnya pernah memainkan permainan tersebut secara langsung.

Tak heran jika konon katanya anak-anak para pembesar IT di dunia, seperti anaknya Steve Jobs, dilarang bermain Ipad. Alasannya sederhana, agar masa kanak-kanaknya tidak terenggut dengan teknologi gadget dan kawan-kawannya. (http://nextshark.com/why-steve-jobs-didnt-let-his-kids-use-ipads-and-why-you-shouldnt-either/)

Setelah saya renungkan, ternyata bagi orang dewasa, gadget bisa menjadi pengganggu fokus. Beberapa grup whatsapp (WA) yang saya ikuti bahkan membuat waktu saya habis lantaran lebih sering menengok notifikasi ketimbang bekerja. Bahkan, anehnya, kalaupun tidak ada notifikasi ternyata saya tetap juga menengok ke gadget tersebut dan mengecek aplikasi WA. Kalau sudah demikian, pada jam kantor saya lebih suka untuk mematikan paket data. Tetapi saya tetap menghidupkan sinyal GPS, siapa tahu ada sms atau telepon yang masuk.

Jadi, di kantor, untuk komunikasi via internet yang aktif hanyalah melalui komputer, untuk menerima email, misalnya. Melalui gadget? Mungkin nanti saja ketika istirahat siang.

Namun, pada kondisi tertentu di mana saya harus menggunakan gadget untuk bekerja, misalnya mengirim gambar hasil jepretan HP, menjalankan aplikasi tertentu yang memerlukan koneksi internet, tentu saja paket data saya hidupkan kembali. Sebaliknya, dimatikan dulu.

Bagaimana dengan Anda, tidakkah merasa terganggu fokus dalam bekerja?

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s