Alternatif Menulis Dokumen

Dokumen, sudah barang tentu bukan sesuatu yang bisa kita hindari dalam keseharian. Entah itu berupa dokumen tercetak maupun tidak, kita pasti akan berurusan dengannya. Nah, terlebih bagi saya yang bekerja sebagai seorang ‘juru tulis’, menulis dokumen yang isinya bernada dokumentasi itu sangat amat perlu. Maksudnya, tulisan yang bertujuan untuk mendokumentasikan suatu proses, apakah itu laporan, manual, pedoman, dan sebagainya.

Untuk laporan, saat ini saya masih mengandalkan aplikasi office besutan Microsoft. Saya sudah sangat jarang menggunakan perangkat office tidak berbayar semisal LibreOffice atau OpenOffice. Sekali-kali saya masih menggunakan Kingsoft Office. Alternatif lain dari Ms Office silakan lihat di laman ini ya… (http://www.digitaltrends.com/computing/best-microsoft-office-alternatives/)

Bagaimana ya, dengan kemampuan komputasi perangkat keras di kantor saya, menggunakan Ms Office adalah hal yang lumrah. Bahkan karena desain interface dan UX-nya bagus, pilihan untuk aplikasi perkantoran tetap pada Ms Office.

Kemudian saya berpikir, bagaimana kalau kerja di rumah. Mengandalkan laptop yang sudah setengah-setengah bernafas, tentu agak berat menjalankan aplikasi office yang fiturnya sebagian besar tidak pernah saya pakai. Ya, meskipun sebenarnya bisa, menggunakan aplikasi yang memakan porsi memori lebih banyak sebisa mungkin saya hindari.

Ketika kuliah dulu, karena melihat beberapa dosen idola menggunakan editor teks yang lain dari yang lain, saya pun sementara meminggirkan Ms Office. Ya, dulu saya sempat menjadi pengguna aktif LyX, semacam aplikasi editor teks yang berbasis LaTex. Pontang-panting saya menggunakan aplikasi ini lantaran kebutuhan penulisan yang menuntut format lebih bervariasi sementara saya masih awam dengan LaTex itu sendiri. Ya, alhamdulillah, akhirnya tugas akhir selesai dengan bantuan LyX.

Dan kini, sepertinya pilihan saya akan beralih lagi dalam menulis dokumen. Karena keseringan menyambangi situs kolaborasi koding online (baca: GitHub), akhirnya saya memilih format Markdown (*.md). Nah, format ini menggunakan plain teks biasa, jadi untuk editornya saya tidak perlu gundah gulana. Beberapa bulan yang lalu saya sudah mencicipi Markdown Pad. Dan kini, insyaAllah akan menggunakannya lagi. Oiya, selain markdown Pad, saya juga akan memanfaatkan beberapa alternatif lainnya, yakni WriteMonkey dan tentu saja 2 teks editor favorit saya: Sublime Text dan Notepad++!

Selanjutnya, jika tulisan dalam format markdown sudah selesai, kita bisa mengonversinya dalam format yang lain, seperti pdf, html, bahkan word sekalipun. Tool yang akan kita gunakan adalah Pandoc, sebuah konverter dokumen universal.

NB: Semua software yang saya sebut di atas bisa diinstal untuk sistem operasi Windows.

Pos ini dipublikasikan di Catatan, Developer dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Alternatif Menulis Dokumen

  1. Ping balik: Menulis Enak dengan Markdown | Di sini Cisini, di situ Cisitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s