Mereka Tak Percaya Saya Tak Ada Waktu

Mungkin karena stigma bahwa PNS memiliki waktu yang relatif (sangat) longgar dalam keseharian pekerjaannya, jadilah mereka mengira saya seperti itu juga. Hingga suatu ketika saya mengatakan bahwa sepertinya saya tidak sempat melakukan sesuatu, mereka tidak percaya. What?

Saat ini saya bekerja di bidang yang mengurusi kegiatan diklat yang bersifat teknis dan fungsional pada sebuah institusi pemerintah. Bukan rahasia, sama seperti institusi pemerintah lainnya, pada dua bulan terakhir dalam satu tahun biasanya akan ada penumpukan kegiatan yang tidak lazim. Demikian pula di bidang saya, penyelenggaraan diklat seperti dikebut atau serasa dikejar target. Parahnya, beberapa kegiatan tersebut tidak ada dalam daftar rencana di sepertiga bahkan tiga perempat awal tahun ini.

Sebenarnya, gaya manajemen seperti ini tidak sehat. Pertama, karena pekerjaan tidak direncanakan dengan matang. Akhirnya, muncullah beberapa permasalahan, misalnya pengerahan sumber daya manusia yang kurang optimal. Kedua, karena waktunya tiba-tiba, sangat memungkinkan rencana kita terkendala hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Misalnya, pada konteks penyelenggaraan diklat, kuota peserta tidak terpenuhi. Mungkin saja, karena peserta adalah sesama pegawai negeri yang tidak mustahil di tingkat organisasinya juga sedang ‘kejar tayang.’

Tetapi, bagi kami orang dalam, hal ini ada positifnya juga. Pertama, ini menguji kemampuan kami dalam mengelola kegiatan yang luar biasa padat. Terlebih pada kondisi beberapa personil kami hengkang ke bagian lain di organisasi kami. Tentu, mau tidak mau, kami harus berjibaku dalam kerja sama yang apik untuk mensukseskan gelaran acara kami.

Kedua, kami meraup pengalaman yang melimpah dengan beberapa kegiatan semacam ini. Beberapa jenis diklat yang baru untuk kami dapat kami rasakan dan kami catat ilmunya dalam bentuk laporan evaluasi penyelenggaraan diklat. Ini ilmu yang mahal…

Kesibukan, kesibukan, dan kesibukan. Begitulah sebenarnya rutinitas kami, mulai dari yang remeh temeh hingga yang berat sampai menyita sebagian lemak kami (baca: berat badan turun). Atau, bisa jadi kami ini kurang pandai mengatur waktu sehingga rasanya sibuk, sibuk, dan sibuk. Terlebih bagi saya sendiri, ketika saat ini sedang dituntut menyusun DUPAK untuk pengajuan fungsional WI. Hingga tanpa saya sadari, di alam bawah sadar saya sudah terpampang poster yang bertuliskan, “Maaf, jadwal penuh…”

Hihi… beneran lho, saat ini lagi banyak-banyaknya pekerjaan. Doakan semoga minggu depan tetap dikabulkan permohonan cuti saya.. Dan yang terpenting, doakan saya bisa merampungkan DUPAK dalam dua hari mendatang.

Salam curhat dari tadi..

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s