Bayar Nanti Kalau Ada Rezeki

Judul tulisan kali ini barangkali merupakan konsep baru yang belum lama ini terngiang di benak saya. Sejauh yang saya ketahui, belum ada transaksi yang sistem pembayarannya adalah ‘bayar nanti kalau ada rezeki’. Selama ini, adanya hanya ‘beli nanti kalau ada rezeki’. Hihi… Konsep yang aneh. Atau mungkin di antara pembaca sudah ada yang pernah mendengar konsep aneh ini sebelumnya? Jadinya ndak aneh lagi dong…

Aneh ataupun tidak, sepertinya konsep di atas tidak cocok untuk transaksi yang sifatnya konsumerisme. Menurut saya, konsep ini lebih cocok untuk dunia pendidikan, misalnya untuk jasa kursus atau pelatihan. Di bidang ini, konsep ‘bayar nanti kalau ada rezeki’ sangat tidak aneh karena ternyata tidak sedikit penyelenggara kursus atau pelatihan, baik organisasi maupun perorangan,  yang berani menggratiskan sebuah kegiatan pembelajaran, terlepas ada udang di balik batu setelah itu atau tidak. Nah, konsep ‘bayar nanti kalau ada rezeki’ ini merupakan titik tengah dari dua kutub sistem pembayaran: tidak bayar aka gratis dan bayar. Hah, gratis termasuk sistem pembayaran ya? Wkwkwk…

Awalnya begini. Saya berencana untuk membuat suatu wadah berbagi ilmu untuk sesama, tetapi dengan konsep pembiayaan yang tidak memberatkan bagi pengguna jasa sekaligus tidak merugikan penyedia jasa. Barulah terpikir konsep ini, ‘bayar nanti kalau ada rezeki’, terserah nantinya itu dalam hitungan hari, minggu, bulan, atau bahkan tahun. Kita tidak perlu mengingat-ingat berapa harus dibayar atau diterima, tetapi sistem yang akan mencatatkannya bagi Kita.

InsyaAllah kita rancang dan launching tahun depan ya… Bismillah!

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s