Berikutnya, Eksplorasi Peta Lagi

Dahulu kala, ketika saya masih bertugas di pulau seberang, beberapa  portofolio yang saya miliki masih berkaitan dengan peta dan pemetaan. Masih di kala itu, saya bermain dengan produknya Microsoft (Visual Basic) dan  ESRI (ArcView). Tapi kini saya perhatikan tren itu terasa mulai kurang gairah. Kurang gairah bukan karena produknya tidak bagus. Justru, saat ini dua vendor tersebut memiliki produk yang luar biasa wah. Tetapi, ada tetapinya.

Tetapinya, seiring dengan canggihnya produk mereka, harganya pun menjadi tak kalah wah. Tidak hanya di situ, spesifikasi perangkat yang kita gunakan untuk mengoperasikannya juga direkomendasikan yang wah. Wah wah, kalau begini, untuk orang sebangsa saya ini sepertinya tidak masuk dalam daftar rekomendasi. Makanya, saya juga tidak merekomendasikannya untuk Anda.. hihi..

Kabar baiknya, saat ini tidak sedikit perangkat yang sifatnya gratis dengan kemampuan yang lebih dari mumpuni. Sayangnya, saat ini saya masih disibukkan dengan urusan akhir tahun (baca: kejar tayang). Jadi, untuk mengeksplorasi lebih dalam, waktu yang tersedia sepertinya masih belum memadai.

Jadi, pada tulisan kali ini saya ingin meninggalkan secarik catatan untuk bahan pembelajaran di masa luang yang akan datang. Ya, catatan kecil saja tentang pengembangan aplikasi peta digital dengan pustaka-pustaka canggih tetapi gratis. Ada leaflet, pustaka javascript yang disebut-sebut sebagai pustaka pemetaan berbasis web yang paling mudah. Ada openlayers, pustaka javascript juga, tetapi lahir lebih dulu ketimbang yang saya sebut pertama.

Kemudian di sisi aplikasi desktop, saya melihat aplikasi gratis berjuluk QGis sepertinya akan memiliki masa depan benderang. Setidaknya, di hati saya… Ciee… Saya sudah sempat menginstalnya di Linux dan rasanya senang mengetahuinya didukung banyak plugin yang bermanfaat terutama bagi pengembang aplikasi. Salah satu plugin yang membuat kesengsem adalah qgis2web di mana kita bisa mengonversi hasil kerja kita di QGis dalam bentuk siap pakai untuk leaflet maupun openlayers.

Lain lagi dari sisi penyedia peta digital. Selain pemain lama GoogleMap, ternyata ada juga lho, layanan yang bernama MapBox . Layanan yang menggunakan petanya OpenStreetMap ini menyediakan layanan gratis, tetapi dengan beberapa keterbatasan. Jika ingin lebih, kita diminta untuk memilih plan pelayanan yang berbeda lagi. Simak harga selengkapnya di sini https://www.mapbox.com/pricing/.

Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan data spasial yang sudah disediakan dalam bentuk JSON. Penyedia layanan tersebut adalah GeoJSON. Namun ya itu, tidak semua data di atas muka bumi sudah tersedia hingga saat ini.

Itu hanya beberapa yang saya ketahui. Meskipun baru sedikit, kalau kita bisa menguasainya dengan baik, niscaya yang sedikit itu akan menjadi bukit yang indah. InsyaAllah, semoga di masa mendatang saya sempat mempelajarinya dan berbagi dengan Anda semua. Bismillah…

Pos ini dipublikasikan di Developer dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s