Pengantar Tidur Ketiduran

Ceritanya adalah karena membaca tulisan pak Jamil Azzaini di websitenya bahwa anak adalah investasi. Akhirnya, saya investasikan waktu saya untuk nilai investasi yang lebih besar: anak-anak. Ya, untuk memupuk kemampuan berbahasa bagi anak-anak, saya pun mencoba membacakan cerita. Cerita sebelum tidur. Kalau jaman dulu waktu saya kecil, ibu biasa mendongengi saya sebelum tidur. Berhubung saya bukan ahli dongeng, terpaksa saya hanya membacakan kisah. Buku pun sudah saya beli, judulnya Kisah Nabi.

Pertama saya coba adalah waktu tidur siang. Alhamdulillah, anak-anak pada tertidur. Kala itu kisah nabi yang saya bacakan adalah kisah nabi Musa as. Kali kedua saya coba adalah ketika tidur siang juga, tetapi di kamar dengan AC. Apa yang terjadi, saya juga ketiduran.

Kali yang ketiga, adalah waktu tidur malam. Apa yang terjadi? Karena seharian kerja di kantor, ditambah perjalanan pergi pulang yang melelahkan di ibukota, praktis tingkat kesadaran saya sudah rendah (baca: ngantuk). Alhasil, bukan lagi kisah yang saya baca, tetapi kesah. Hehe… Tidak mampu baca lagi, langsung ikut tidur…

Zzzzz…..

 

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s