Suplemen Ruh Bernama Inspirasi

Tadi malam saya menonton acara talk show-nya bang Deddy Corbuzier di salah satu televisi swasta. Sejauh ini, saya sudah jarang sekali nonton televisi lantaran memang sejak di Blora kegiatan bakda magrib lebih saya prioritaskan untuk bermain dan belajar bersama anak-anak. Nah, kebetulan saya sedang mengikuti kegiatan kantor di Semarang, jadinya saya diinapkan di Hotel. Hotel Metro, tepatnya. Ada televisi lebar yang disiapkan di kamar hotel sehingga mau tidak mau saya memilih salah satu siaran yang tersedia. Ya, supaya kamar tidak sunyi meskipun ada dua orang di dalamnya.

Acara Bang Deddy saya pilih karena biasanya pada acara tersebut dihadirkan orang-orang yang inspiratif dan bisa mempengaruhi mood penontonnya. Bagi saya, dan saya yakin bagi kebanyakan orang, inspirasi adalah suplemen untuk ruh atau jiwa kita. Suplemen yang menurut saya bisa memberi semangat agar kita tidak cengeng dan jangan menyerah menjalani hidup ini, sepedih apa pun. Sebaliknya, inspirasi bisa membuat kita terpacu untuk berkarya dan berbuat seproduktif mungkin demi berbagi manfaat untuk sesama.

Salah seorang bintang tamu yang menurut saya memang inspiratif adalah Ariny Nurul Haq. Dia adalah seorang perempuan penyandang tuna daksa, yakni tidak sempurna fisiknya. Menggunakan kursi roda, dia melakukan mobilitasnya, seperti saat tampil live tadi malam.

Ariny Nurul Haq diundang karena ternyata dia masuk sebagai 20 orang penerima penghargaan sebagai sosok inspiratif yang membangun dan membuat perubahan di Indonesia melalui hasil karya dan kreasinya di berbagai bidang, melalui pemanfaatan teknologi  dari Menteri Komunikasi dan Informasi beberapa waktu lalu. Tidak salah memang, karena sosok yang satu ini  bisa memacu diri untuk menulis novel dalam jumlah yang luar biasa meski memiliki keterbatasan fisik. Tadi malam kalau tidak salah ada 29 judul novel yang sudah dia telurkan. Wow….

jejak karya ariny

Padahal dia usianya masih 25 tahun, kalau tidak salah. Pengalaman hidupnya yang berat ternyata telah mengasah dia menjadi seorang yang berkualitas. Dulu, semasa sekolah, dia nekat mengikuti sekolah biasa, bukan SDLB. Akibatnya, dia tidak jarang mendapat ujian berupa ejekan teman-teman. Dan yang paling menyakitkan, dia dikatai teman-temannya yang nakal dengan sebutan ‘cebol’, merujuk fisiknya yang kecil.

Dia tidak patah arang. Dia melanjutkan hingga MTs. Selesai MTs, dia berencana melanjutkan ke SMA. Sayang, ketika pendaftaran dia mengetahui bahwa lokasi kelasnya harus naik tangga karena di lantai atas, harapan untuk melanjutkan pendidikan pun dia pupuskan.

Waktu terus berjalan. Perempuan asal Martapura Timur, Banjar, Tanah Borneo ini lantas menghidupkan asa melalui lecutan semangat atas ucapan salah satu guru bahasa Indonesianya. Sang guru kala itu mengatakan bahwa Ariny memiliki bakat menulis yang luar biasa. Beliau menyampaikan bahwa suatu saat nanti Ariny akan menjadi penulis besar.

Waktu berlalu. Ariny terus menyemai doa dan pengharapan baik kepada Tuhan. Hingga akhirnya seperti saat ini. Produktivitas menulisnya luar biasa. Puluhan novel lahir dari ketangkasan otak, jari, serta permainan kata-kata seorang Ariny. Coba bandingkan, kalau Anda pernah mencoba menulis novel, barangkali 10 halaman saja sudah hilang semangat.

Ah, jangankan menulis novel, menulis blog saja kita ini tidak konsisten. Padahal kan, apa sih susahnya menulis blog? Copy paste sana sini, lalu buang sana buang sini, jadi. Hihihi…. Nggak kali ya…

Any way, terima kasih mbak Ariny telah menginspirasi kami! We’re proud of you! Bagi teman-teman yang ingin menengok laman online-nya mbak Ariny, bisa berkunjung ke sini: http://arinynurulhaq91.blogspot.co.id/

Rujukan:
http://www.antarakalsel.com/berita/37124/ariny-sang-inspiratif-pernah-ditolak-sekolah

Pos ini dipublikasikan di Cerita Inspirasi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s