Belajar Sehat dari Silaturahim

Dalam rangka hari statistik nasional tanggal 26 September tahun ini, kantor kami melakukan silaturahim ke salah seorang pensiunan BPS. Ceritanya, sekitar tiga tahun yang lalu beliau mengajukan pensiun dini lantaran sakit yang dideritanya lumayan mengganggu aktivitas pekerjaan. Terlebih, beliau tinggal di salah satu kecamatan (Kec. Jiken) yang letaknya cukup jauh dari lokasi kantor. Ya, mungkin sekitar 45 menit hingga 1 jam untuk menempuh perjalanan dari rumahnya ke kantor.

Kami silaturahim ke beliau dengan maksud sowan sekaligus menyambung tali asih pada para pensiunan BPS. Kami tidak ingin ada perasaan dari mereka bahwa pegawai yang sudah pensiun ditinggalkan begitu saja oleh junior-juniornya. Di sisi lain, kami juga dapat mengambil banyak pelajaran dari pertemuan yang singkat bertajuk silaturahim tersebut.

Salah satunya adalah tentang berharganya kesehatan seseorang. Beliau, yang kami kunjungi kali ini, pada awalnya, dahulu menderita sakit gula. Tapi kini, sakitnya mulai merambah organ-organ yang lain, seperti ginjal, jantung, paru-paru, serta syaraf mata. Begitulah yang namanya sakit, apalagi ketika usia kita sudah menginjak di atas 40 tahun, penyakit-penyakit degeneratif bisa dengan mudah menghinggapi jika kita tidak waspada.

Satu penyakit yang ternyata sering didapati pada orang-orang, termasuk beliau yang kami sowani ini, adalah sakit gula. Bahkan, di kantor kami saat ini ada dua orang pegawai yang sepertinya mulai terserang gejala penyakit gula ini. Oleh karena itu, mari kita simak sedikit mengenai sakit gula ini. Tetapi tentu tidak detil. Sekadarnya saja.

Apa Itu Sakit Gula?

Diabetes mellitus sering disebut dengan diabetes saja merupakan penyakit peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia). Gula darah puasa di atas 120 mg/dl, 2 jam setelah makan di atas 180 mg/dl, gula darah sewaktu/acak di atas 200 mg/dl. Kadar gula yang tinggi ini membuat ginjal tidak mampu menyerap kembali gula dalam darah. Padahal, pankreas di ginjal bertugas melepas hormon insulin untuk mengangkat gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi. Akhirnya gula tersebut akan dibuang melalui air kencing sehingga terjadilah air kencing yang mengandung gula atau kencing manis. Nah, tidak heran jika di Indonesia hiperglikemia ini dikenal dengan nama KENCING MANIS.

Ada juga yang menganggap diabetes dan kencing manis itu berbeda. Bedanya, diabetes itu  kadar gula dalam darah melebihi batas normal, di atas 150 mg/dl. Kalau kencing manis berarti ada gula di dalam urine, biasanya karena diabetes atau penyakit lainnya. Bila gula darah melebihi 180 mg/dl, biasanya di urine baru ada kandungan gulanya.

Ukuran Kadar Gula Normal

Berikut kisaran kadar gula darah normal pada tubuh:

  • Sebelum makan: 70 – 130 mg/dL.
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.
  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL.
  • Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL.

Apa Gejalanya?

Penyakit gula ditandai dengan beberapa gejala seperti badan mudah lemas, sering merasakan haus, sering minum, timbulnya rasa panas di kaki dan anggota badan lainnya, jika terluka susah untuk disembuhkan dan bahkan bertambah parah. Jika luka tersebut tidak segera diobati, maka luka akan membusuk dan jalan terakhirnya harus dilakukan amputasi (pemotongan anggota tubuh).

Penyebabnya Apa?

Pola makan yang tidak sehat merupakan faktor utama pemicu penyakit gula darah, ini dikarenakan apapun yang kita konsumsi sehari-hari akan dicerna dan saripati makanan tersebut akan membentuk sel-sel darah. Apabila makanan yang kita konsumsi termasuk kedalam makanan sehat, maka darah pun akan sehat dan sebaliknya. Mengkonsumsi makanan dan minuman manis berlebihan merupakan faktor penyebab terjadinya penyakit ini, terlebih jika kandungan gula di dalam makanan tersebut menggunakan pemanis buatan atau sintesis. Gula sintesis merupakan racun yang manis, sehingga jika dikonsumsi terlalu berlebihan akan menyebabkan munculnya berbagai penyakit yang salah satunya penyakit diabetes atau penyakit gula darah. Penyakit ini sangat berbahaya dan dapat berakibat kematian jika tidak segera ditangani sedini mungkin.

Bisa Sembuh?

Hehe, meskipun kata orang sakit gula ini sulit sembuh, tetapi insyaAllah semua penyakit bisa sembuh, termasuk sakit yang satu ini. Hanya saja, prosesnya itu yang kadang membuat penderitanya berputus asa. Padahal Allah yang menurunkan penyakit dan Dia-lah yang memberi kesembuhan. Oleh karena itu, selain ikhtiar, tentunya juga tawakkal serta berprasangka baik kepada Allah adalah satu-satunya kunci mendapatkan kesembuhan.

Bagaimana Mencegahnya?

Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah datanya penyakit gula ini?

Lakukan aktivitas fisik. Bagi anda yang ingin terhindar dari bahaya penyakit ini, anda sangat disarankan untuk selalu aktif bergerak atau melakukan olahraga rutin setiap hari. Cara ini dapat mengubah kadar gula dalam darah menjadi sumber energi bagi tubuh.

Hindari mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Mengkonsumsi makanan manis dapat memicu peningkatan kadar gula dalam darah, maka beralihlah mengkonsumsi gandum dan biji-bijian seperti roti tawar, nasi putih dan kentang.

Mengkonsumsi cuka apel. Mengkonsumsi cuka sebanyak 2 sendok makan setiap hari dapat mencegah penyait diabetes dan menurunkan kadar gula dalam darah.

Mengkonsumsi kayu manis. Kayu manis tidak hanya dapat digunakan sebagaiu penyedap masakan, tetapi juga sangat bermanfaat untuk mencega dan mengatsi penyakit diabetes.

Kurangi atau hindari menkonsumsi kopi. Minum kopi juga ada manfaatnya untuk tubuh kita, tapi jika diminum terlalu berlebihan apalagi menggunakan tambahan gula yang banyak dapat memicu meningkatkan gula darah di dalam tubuh. Bagi anda yang menderita diabetes, sangat dianjurkan untuk meninggalkan kebiasaan minum kopi.

Mengkonsumsi buah dan sayuran. Perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah, karena sayuran memiliki nutrisi yang lengkap untuk tubuh, serta sangat berkhasiat untuk menurunkan dan mencegah penyakt diabetes atau gula darah.

Hindari stres. Stres ternyata bisa membuat kadar gula darah kita naik. Tidak hanya gula darah, penyakit-penyakit lain bisa muncul gara-gara kita stres. Mulai dari sakit kepala, tekanan darah tinggi, stroke, asam lambung, hingga jantung bisa menghinggapi karena stres ini.

Itulah beberapa cara pencegahan penyakit gula, namun sangat disarankan untuk selalu memeriksakan tingkat gula darah anda ke dokter, agar anda dapat mengontrol gula darah anda dengan baik.

Bagaimana Mengobatinya?

Cara mengobati penyakit gula dapat di lakukan dengan tanaman yang herbal, yang salah satunya bisa dengan sambiloto. Mempergunakan sambiloto untuk obat penyakit gula hanyalah dengan di rebus yang sebelumnya di bersihkan. minumlah dengan rajin, agar penyakit gula ini dapat cepat sembuh dalam waktu yang tidak lama. Apabila penyakit ini telat untuk di tangani maka akan memicu resiko yang besar.

Selain itu, ada juga cara-cara alami lainnya dengan mengonsumsi buah-buahan atau sayur-sayuran tertentu.

Buah alpukat. Buah ini sangat cocok untuk dikonsumsi karena di dalamnya terdapat beberapa kandungan seperti lemak sehat dan potassium, kandungan tersebut dapat berkhasiat untuk menurunkan trigliserida dan kadar kolestreol jahat dalam darah.

Buah apel. Buah ini memiliki kandungan nutrisi seperti serat alami dan kandungan vitamin C yang dapat berfungsi sebagai antioksidan yang cukup tinggi, serta buah apel juga memiliki kandungan zat pectin . zat pectin ini dapat membantu dalam mendetoksifikasi tubuh agar kandungan limbah berbahaya dalam tubuh dapat dikeluarkan. Selain itu, kandungan zat pectin ini juga memiliki kandungan asam galacturonic yang terbukti ampuh dalam menurunkan kebutuhan insulin bagi tubuh penderita diabetes hingga 35%. Tidak hanya itu, buah ini juga memiliki kadar glikemik yang sangat rendah sekitar 38.

Buah apricot. Buah ini memiliki khasiat yang sangat besar bagi para penderita diabetes, terutama buah aprikot yang sudah dikeringkan karena buah ini mengandung kalium yang sangat tinggi. Sehingga sangat baik untuk dijadikan makan sekaligus obat alami.

Buah berry. Aneka buah jenis berry sangat baik untuk dikonsumsi dan dapat berkhasiat untuk dijadikan obat, ini dikarenakan buah ini memiliki kandungan yang kaya akan serat alami, vitamin C, asam folat dan fitokimia. Selain itu, buah ini juga memiliki kandungan karbohidrat yang sangat rendah dan rendah indeks glikemiks dibandingkan dengan jenis buah-buahan lainnya. Mengkonsumsi buah berry secara rutin dapaat membantu melancarkan pencernaan dan penyerapan kandungan sukrosa yang dapat mengontrol kadar gula dalam darah.

Sayuran wortel. Di dalam kandungan wortel terdapat lutein atau sejenis dengan senyawa karotenoid yang dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan mata, karena perlu anda ketahui bahwa penderita diabetes sangat beresiko mengalami gangguan kesehatan mata. Hal ini dikarenakan, jika kadar gula dalam darah mengalami peningkatan yang sangat tinggi dapat berakibat penyempitan pembuluh darah yang salah satunya diantaranya menuju retina. Jika hal ini dibiarkan, maka dapat beresiko penderita akan mengalami kebutaan.

Sayuran brokoli. Sayuran jenis ini kaya akan kandungan kromium yang sangat berkhasiat untuk membantu menurunkan produksi insulin dan juga kadar gula dalam arah, sehingga sayuran ini sangat baik jika dikonsumsi secara rutin setiap hari.

Sementara itu dulu, semoga bermanfaat. Oiya, jika ada pembaca yang  mengetahui ada kekeliruan, mohon diluruskan ya. Terima kasih

Sumber:

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s