Jangan Tunda Niat Baik

Sejauh saya mengevaluasi perjalanan hidup selama ini, ternyata ada satu pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Pelajaran tersebut  berbunyi “menunda kebaikan adalah akar semua penyesalan”. Menunda bisa jadi merupakan cerminan kemalasan. Bisa juga cerminan tidak adanya semangat dan keseriusan. Dan bisa pula berarti belum ada kecintaan.

Padahal, konon katanya, untuk berhasil di suatu bidang kita dituntut untuk memberikan cinta kita di bidang tersebut. Dengan cinta, masih konon katanya, semua terasa mudah meskipun sulit adanya. Saya sependapat, karena yang saya rasakan sepertinya memang demikian.

Menunda dalam hal kebaikan bisa pula berarti kita melewatkan peluang-peluang pahala yang kelak akan kita tuai di akhirat. Jangankan di akhirat, di dunia pun kita bisa mendapat berbagai ganjaran yang positif dengan bentuk dan waktu yang tidak kita duga sebelumnya.

Dengan menunda suatu pekerjaan, kemungkinan waktu kita justru lebih sering diisi dengan hal-hal yang tidak positif. Walhasil, karakter diri kita akan terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik. Sadar atau tidak, karakter itu akan mengarahkan kita pada satu nasib kehidupan yang kurang beruntung pula.

Mungkin kita pernah mendengar nasihat yang berbunyi, “Jangan tunda apa yang bisa Anda kerjakan dalam waktu dua menit atau kurang.” Saya yakin, pembaca pasti juga sering mendengarnya. Itu adalah salah satu nasihat agar kita menjadi manusia yang produktif. Pada awalnya memang itu bagus, dan menjadi sangat bagus ketika kita bisa mewujudkannya secara konsisten.

Namun demikian, saya memiliki sedikit pandangan berbeda. Apapun, jika itu sesuatu yang baik, maka jangan tunda meski memerlukan waktu yang lebih lama dari dua menit. Jika hal baik itu memerlukan waktu yang agak lama, cobalah membuat hal tersebut bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Caranya? Bekerjalah dengan cerdas, jangan sekadar bekerja keras.

Oleh karena itu, ada satu topik yang ingin saya tulis ke depan, yakni mengenai minimum viable product (MVP) alias bentuk produk minimal yang bisa disampaikan ke publik. Bisa disampaikan ke publik di sini saya artikan bahwa hal baik tersebut dapat dimanfaatkan oleh orang lain, tidak hanya untuk diri kita sendiri.

Bismillah, mari kita kalahkan rasa ingin menunda. Agar sesal tiada lagi memicu stres di batin kita.

 

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s