Kajian Syuro

Melanjutkan niatan saya untuk memfilter konten bagus di media sosial whatsap kemarin, berikut saya bagikan lagi salah satunya. Kali ini tentang sejarah yang mengajarkan kita bagaimana menyikapi hasil musyawarah (baca: syuro). Silakan menyimak:

Ketika Perang Uhud nyaris meletus, para sahabat berkumpul bersama dengan Rasulullah saw. Dalam kesempatan tersebut, Rasulullah menyampaikan sebuah petunjuk, yang turun dalam bentuk mimpi.

Dalam mimpi itu, Rasulullah mengenakan sebuah baju besi yang sangat kokoh, lalu melihat pedang miliknya rompal, serta melihat tujuh ekor sapi yang disembelih. Tawil mimpi itu menurut beliau adalah,

  • Baju besi yang kokoh adalah Kota Madinah yang menjadi tempat berlindung yang sangat kuat. Ini dimaksudkan, perang yang digenderangi oleh Abu Sufyan bin Harb karena balas dendam akibat kekalahan kafir Quraisy diperang Badar, adalah “menyongsong” musuh di tempat (Madinah) dengan kata lain, perang kota alias city war. **deuu
  • Pedang yang rompal memiliki arti bahwa kerabat Rasulullah akan mendapat musibah. Ini dibuktikan dengan gugurnya Paman tercinta, Hamzah ra di ujung tombak seorang budak suruhan Hindun bin Utbah, Wahsyi.
  • Tujuh ekor sapi yang disembelih adalah, gugurnya sahabat Rasulullah dalam perang Uhud.

Sahabat Rasulullah dari golongan Muhajirin, mengatakan bahwa mereka tidak menyetujui opsi menyambut musuh di Madinah sebagaimana petunjuk Allah itu. Mereka lebih senang bila menyongsong perang di luar Madinah. “Akan sangat banyak kerusakan yang dialami oleh saudara kami Kaum Anshar bila perang berlangsung di dalam kota Madinah” demikian alasan yang mengemuka.

Ketika ditanyakan kepada sahabat dari kaum Anshor, mereka menjawab, “Selama bertahun-tahun kami sering berperang sebelum Engkau datang wahai Rasulullah, dan kami membenci perang di dalam kota. Apapun yang kami benci di masa jahiliyah, maka kami benci juga ketika kami Islam.”

Tahukah siapa yang sangat menyetujui perang berlangsung di dalam Kota Madinah ?? Dialah Abdullah bin Ubay bin Salul. Dengan alasan inilah wahyu, petunjuk Allah melalui mimpi Rasulullah saw. Maka inilah yang harus dilakukan.

Mendengar usulan-usulan para sahabat tersebut, Rasulullah bergegas masuk ke dalam rumahnya. Melihat ini, para sahabat yang menghadiri musyawarah ini saling pandang merasa tak enak hati. Mereka berfikir, bahwa Rasulullah marah dengan “kebandelan” mereka tidak mentaati petunjuk Allah lewat mimpi Rasulullah.

Namun, Rasulullah beberapa saat kemudian keluar sudah mengenakan baju besinya sambil berkata, “Bila keputusan sudah ditetapkan, maka pantang bagiku untuk tidak melaksanakannya”. Dan turunlah ayat tentang tawakal, Faidza azzamta, fatawakkal ‘alallah.

Maka berangkatlah 700 orang sahabat menyongsong musuh di medan Uhud.

Inilah kajian syuro yang saya petik dari Majelis Jejak Rasul yang dibawakan oleh Ustadz Salim A Fillah, siang tadi di Masjid kawasan Tropikana Jababeka Cikarang. Majelis yang membahas tentang Kisah Perang Uhud ini, sangat menarik buat saya ketika sampai pada hikmah hakikat pentingnya sebuah musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat (baca: bernegara).

Rasulullah tunduk kepada hasil ‘syuro’ daripada petunjuk Allah melalui mimpi beliau. Teguh, tanpa ragu. Dan sikap ini “dibenarkan” Allah dengan turunnya ayat tentang tawakal.

Selain itu, tentu kita tau keberadaan surat As syuro dalam Al Quran yang artinya musyawarah?? Dalam ayat 38 Allah mengisyaratkan tentang kemuliaan setelah seorang yang taat akan perintah shalat, adalah orang-orang yang gemar bermusyawarah dalam urusan dunia.

Lalu, apakah karena keputusan syuro itu yang menyebabkan kaum mu’minin menemui kekalahan pada Perang Uhud. Baik saya lanjutkan kajian kita.

Di tengah perjalanan, Abdullah bin Ubay disersi dari pasukan, membawa 300-an orang bersamanya kembali ke Madinah, dengan alasan, “Mereka telah menyalahi petunjuk Allah melalui mimpi Rasulullah untuk berperang di dalam Kota Madinah. Mereka pasti kalah. Maka oleh sebab itu, kami akan kembali, menjaga Madinah karena kami adalah orang-orang yang taat kepada Allah.”

Hm, sampe sini ada yang merasa panas kupingnya??

Hanya Allah yang tau apa yang ada di benak putra mahkota Madinah yang memiliki banyak koneksi dengan petinggi-petinggi kafir Quraisy. Semoga Allah melindungi kita dari pola pikir Abdullah bin Ubay .

Dalam berbagai literatur para mufasir, kekalahan kaum mu’minin di perang Uhud disebabkan oleh dua sebab:

  1. Adanya hasrat duniawi para pasukan pemanah dibukit panah terhadap harta rampasan perang yang ditinggalkan musuh.
  2. Sikap indisipliner para pasukan panah terhadap perintah Rasulullah sebagai panglima perang.

Jadi jelaslah, kekalahan itu bukan karena mereka melaksanakan keputusan syuro.

Contoh lain yang lebih cetar bahwa para Nabi juga bermusyawarah meskipun wahyu Allah telah jelas adalah kisah fenomenal Nabi Ibrahim as dengan putra tercinta, Ismail as muda.

Wahyu dan perintah Allah demikian terang, dalam mimpi 3 malam berturut-turut untuk menyembelih putranya. Tapi tidak dengan alasan perintah Allah, Ibrahim menyembelih Ismail semerta-merta bagaimanapun kondisi sang putra. Ada dialog. Ada musyawarah. “Wahai anakku, telah datang perintah Allah untuk menyembelihmu.”

Lalu sang putra menjawab tegas, “Lakukanlah ayah, insyaa Allah engkau akan mendapati kita termasuk hamba-hamba yang taat.”

Duhai, musyawarah adalah syariat. Seperti syariatNya untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi.

Seorang negarawan M. Natsir berkata, “Menegakkan syariat Allah di muka bumi adalah wajib, tapi tidak dilakukan selain dengan cara musyawarah.”

Musyawarah adalah ciri orang-orang mulia. Dan mengikuti pendapat mayoritas itu tidak selalu tercela, bahkan lebih utama dari mengikuti pendapat pribadi meskipun benar. Sebab ketetapan Allah bersama para jamaah. Bukankah pahala 27 kali lebih banyak bisa didapat dengan mencari satu orang saja untuk kita ajak sholat bersama ??

Wallahu alam.
Al haqu min Rabbik


Nah, demikian. Semoga bermanfaat…

Pos ini dipublikasikan di Agama, Cerita Inspirasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s