Murah Versus Kebangkitan Ekonomi

Siapa tidak suka barang murah? Gratis? Pasti semua suka dan tertarik. Kecuali jika memang barang tersebut tidak memiliki nilai guna sama sekali. Walaupun nilai manfaatnya sedikit, barang murah dan gratis tetap lebih disuka. Hal ini memang sudah menjadi kodrat manusia, yakni menerapkan prinsip ekonomi: mendapatkan hasil maksimal dengan upaya atau pengorbanan yang minimal. Anda setuju?

Di era saat ini, ketika perdagangan antarnegara sudah sangat bebas, sepertinya di negeri kita dihujani produk asing alternatif yang harganya sangat murah. Bahkan murahnya itu sudah menjadi semacam stigma. Ya, barang murah biasa kita kenal berasal dari China atau Tiongkok. Jangan heran jika produk-produk elektronik yang Anda belum tertera di labelnya “made in China.”

Serbuan barang murah tersebut mau tidak mau mempengaruhi pasar domestik. Barang-barang karya penduduk lokal (dalam negeri) sepertinya kalah bersaing dalam hal harga, meskipun dari kualitas tidak kalah. Jika kondisi seperti ini tetap berlanjut, sepertinya kebangkitan ekonomi penduduk lokal akan sangat terhambat.

Mari kita lihat, mengapa barang dari Tiongkok tersebut bisa murah nilainya. Menurut beberapa sumber, harga yang lebih murah tersebut karena ada dukungan dari Pemerintah, baik dalam bentuk subsidi maupun pengembalian pajak. Juga didukung dengan biaya iklannya tidak jor-joran, seperti produk-produk pesaing, utamanya di bidang smartphone. Selain itu juga tenaga kerja untuk melahirkan produk-produknya relatif murah dan loyak kepada perusahaan.

Berikut beberapa link yang bisa kita lihat mengapa harga produk china lebih murah:

Lantas, kalau kita kalah bersaing dalam hal harga, apakah itu berarti kita gagal dalam persaingan ekonomi? Tidak juga gagal, hanya saja waktu yang dibutuhkan untuk kebangkitan ekonomi lokal agak tersendat. Berikut ini beberapa hal yang dapat kita upayakan agar tetap dapat bersaing di tengah gempuran harga murah dari negeri tiongkok:

  • Pemerintah memberikan dukungan kepada UMKM yang menelurkan produk lokal. Dukungan tersebut bisa berupa teladan pemakaian produk dalam negeri serta pembuatan kebijakan yang berpihak pada produk lokal
  • Semangat untuk memajukan negeri sendiri dengan upaya membeli produk, baik barang maupun jasa yang kita tahu itu produk lokal.
  • Masalah harga kalah murah, sebaiknya jaraknya jangan jauh-jauh amat. Hal ini harus diperbaiki dari sisi produsen, dengan cara membuat variasi barang yang lebih banyak dan harga yang sesuai untuk setiap variasi tersebut.

Intinya, kita bisa mengupayakan harga yang tidak jauh kalah murahnya jika kita juga bisa meniru faktor-faktor mengapa harga produk china lebih murah. Semoga ke depan kita bisa bersaing di negeri sendiri. Aaamiin…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s