Rahasia Rasa Bahagia

Kali ini saya akan membuat coretan sedikit tentang bahagia. Mohon maaf sebelumnya karena saya tidak akan merujuk ke dokumen-dokumen ilmiah mengenai kebahagiaan. Di sini saya akan menggunakan kekuatan imajinasi saya yang mana itu merupakan satu dari sekian banyak nikmat dari Tuhan. Mari kita mulai.

Sebagai orang normal, dapat menunaikan kewajiban kita adalah sebuah kebahagiaan. Orang normal di sini adalah manusia-manusia yang memiliki rasa tanggung jawab, baik kepada Tuhan, kepada sesama, maupun kepada lingkungan.

Masalahnya, kewajiban itu banyak sekali melebihi kapasitas kita baik dari sisi waktu maupun tenaga. Oleh karena itu, menurut pandangan naif saya kunci mencapai rasa bahagia itu adalah kepandaian membuat prioritas kegiatan. Dahulukan apa saja yang menjadi kewajiban kita. Jangan sampai terlena dengan ajakan-ajakan lain yang menggiurkan.

Di dunia manajemen barangkali kita sering mendengar istilah kuadran prioritas. Nah, kita bisa menggunakan kuadran ini untuk membantu membuat prioritas.

Dahulukan yang penting dan mendesak. Lanjutkan dengan yang mendesak walaupun agak kurang penting (tapi tetap ada pentingnya juga lho). Berikutnya, lakukan yang penting walaupun belum mendesak. Nah, terakhir, jika Allah masih memberi kelonggaran waktu, silakan coba lakukan yang tidak penting dan tidak mendesak.

Demikian, semoga kita bisa mencicipi rasa kebahagiaan.. Aamiin

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s