Kapok Resolusi

Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya sudah tidak pernah membuat resolusi di awal tahun baru lagi. Mengapa? Saya selalu gagal, karena saya terjebak pada gelora resolusi tersebut. Parahnya lagi, saya terjebak di lingkaran setan rekursi resolusi. Maksudnya apa? Maksudnya, resolusi tahun ini adalah merealisasikan resolusi tahun sebelumnya. Padahal resolusi tahun sebelumnya adalah melanjutkan resolusi tahun sebelumnya lagi yang memang belum terealisasi. Begitu seterusnya… Woalah…

Jangan heran jika kemudian saya kapok. Hehe… Tidak percaya? Silakan simak postingan-postingan saya di tahun-tahun yang lalu. Bahkan saya mendewakan resolusi. Bahkan ada juga tiada tahun tanpa resolusi. Duh….

Karena sebenarnya kita tidak perlu menunggu pergantian tahun untuk menyematkan niatan mewujudkan sesuatu. Jika kita ingin melakukan hal baik, lakukanlah segera, tidak usah terpancang pada waktu.

Sebagai misal, ada orang yang beresolusi mau menikah di tahun 2017 ini. Jangan begitu, menikahlah segera jika memang sudah siap. Untuk urusan nikah, segerakan. Tetapi tetap jangan tergesa-gesa. Beda lho, antara menyegerakan dengan tergesa-gesa. Silakan baca buku-buku pernikahan yang bermuatan nilai-nilai keislaman untuk cerita lebih lanjut.

Ada juga contoh yang lain, orang beresolusi pergi ke suatu tempat. Ya sudah, kalau memang kepingin ke tempat tersebut, atur waktu, pesan tiket, siapkan diri, dan berangkat.

Sebenarnya, apa sih itu resolusi? Mari simak di kamus Bahasa Indonesia.

re·so·lu·si /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal:rapat akhirnya mengeluarkan suatu — yg akan diajukan kpd pemerintah

Alih-alih menyusun resolusi, lebih baik menyusun target. Maksudnya apa? Target itu nilai dengan satuan tertentu dan waktu tertentu. Khusus konteks waktu di sini, jangan terpancang tahun. Kalau pancangannya tahun, bakalan tidak jauh beda dengan resolusi. Peluang kandas lebih besar dari karamnya. Eh, sama saja ya.. Heheh..

Contohnya, target setiap bulan tambah hafalan Quran 1 halaman. Wow… ini baru mantabs… Contoh lagi, target setiap minggu jogging pagi 30 menit minimal 2 kali. Contoh lagi, target setiap bulan memposting tulisan di blog minimal 10 kali.

Namun, ada juga lho yang menganggap menyusun resolusi ada manfaatnya. Menurut saya hal ini tergantung orangnya juga. Silakan saja, tidak ada yang melarang. Katanya, ada tiga manfaat orang menyusun resolusi. Pertama, lebih mengenal lebih dini apa yang kita ingin capai di tahun berjalan. Kedua, akan lebih fokus dengan pencapaian tersebut. Dan yang ketiga, menjadi pemicu semangat untuk menggapainya. Demikian saya kutip dari Tempo pada penghujung 2013. Tetapi sepertinya pernyataan tersebut perlu dibuktikan, mungkin melalui survei atau data empiris lainnya.

Sekian dulu desahan jemari saya malam ini. Salam resolusi… Eh!

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s