Korban Mesin Penerjemah

Mengikuti sebuah tautan yang dikirimkan ke email, akhirnya saya menulis postingan ini. Tautan itu mengantar saya pada sebuah halaman promo suatu program kegiatan yang batasan waktu berlakunya semakin tipis. Tetapi, sepertinya saya menjadi gagal fokus karena ada satu hal yang membuat dahi saya berkerut. Ada terjemahan yang menurut saya kurang pas (baca: salah) sehingga konsentrasi saya terpecah. Apakah itu?

Lihat gambar berikut ini:

keduas.png

Nah, ada kata kedua(s) di gambar tersebut. Sejenak saya bingung sambil mencari-cari di mana yang pertama dan ketiga. Kok tiba-tiba ada yang kedua?

Setelah saya amati secara lebih luas, ternyata itu dampak dari kesalahan penerjemahan. Gambar di atas menunjukkan batas waktu penawaran suatu promo. Berarti, itu kepingan puzzle dari hari, jam, menit, serta detik. Tapi mengapa muncul kata ‘kedua’? Saya coba terjemahkan kata ‘kedua’ dalam bahasa inggris, menjadi ‘second‘. Haha, benar, second kan artinya detik, ya? Walaupun kalau kita cek di kamus, bisa jug berarti kedua.

Ada-ada saja. Nah, siapapun kita yang menjadi developer program aplikasi atau sekadar membuat website, hasil penerjemahan tetap harus dikaji ulang ya. Apalagi yang bisa dilihat langsung oleh pengguna. Biar hal seperti ini tidak terulang di kemudian hari.

Oiya, pengalaman beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih bekerja di Sulawesi Tengah, ada juga kesalahan fatal mesin penerjemah. Jadi, waktu itu ada himbauan bahwa buku publikasi kantor kami idealnya terdiri atas dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Harapannya supaya investor asing yang berbahasa Inggris bisa juga menyimak data-data potensi wilayah kami.

Untuk memudahkan pekerjaan, kami merencanakan memanfaatkan layanan Google Translate lalu memeriksanya secara manual. Pada saat memeriksa hasil terjemahan ke bahasa Inggris, ternyata saya mendapati kata yang aneh. Adalah kata ‘hammer‘ yang mana kata ini tidak nyambung sama sekali dengan isi dari publikasi kami. Tidak dinyana, nama ibu kota Sulawesi Tengah, yakni Kota Palu, diterjemahkan menjadi ‘hammer city‘. Wkwkwk… Untung tidak kecolongan waktu itu…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Developer dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s