Di Antara Prinsip Kerja Produktif

Produktif adalah salah satu kata yang banyak diidamkan orang. Apalagi terkait dengan kinerja, tentu orang yang produktif biasanya memiliki kinerja sangat baik. Nah, bicara mengenai produktif, ada satu variabel yang harus bisa kita kelola dengan baik. Adalah waktu, variabel yang sifatnya selalu ada, terus berjalan, tetapi lebih sering kita abaikan.

Pada kesempatan menulis kali ini, beberapa prinsip yang akan saya tuturkan berkaitan dengan waktu. Kesemua prinsip tersebut sudah pernah saya dengar, namun sayangnya belum semua bisa saya terapkan. Alangkah indahnya jika setelah menuliskannya (baca: membagikannya) untuk pembaca sekalian, kemudian saya bisa mengamalkannya.

Yang pertama, bersumber dari buku dengan kalimat-kalimat yang agung, Al-Quranul Kariim, adalah potongan surat al-Insyirah. Faidza faroghta fanshob. Artinya: Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Benar lho, ini ada efeknya. Caranya mudah, setiap melakukan suatu pekerjaan, coba perhatikan jam. Berilah target waktu mengerjakan aktivitas A, misalnya, hingga jarum panjang menunjukkan angka 9. Setelah itu kerjakan aktivitas B, misalnya lagi, hingga jarum panjang mengarah ke angka 3. Rasanya seperti termotivasi karena ada waktu yang mengejar. Sensasinya seperti main sepak bola, kita ketinggalan satu gol sementara waktu hanya tersisa sepuluh menit. Wow, pasti semangat Oiya, jangan lupa rehat, jika merasa lelah. Ingat, lelah adalah alarm tubuh agar kita mengambil jeda sejenak.

Kedua, tiga kemenangan setiap hari. Maksudnya apa? Sederhananya, setiap hari kita menargetkan tiga hal yang harus diselesaikan. Ya, tiga hal saja. Tentu untuk menentukan tiga hal ini kita harus memiliki ilmu prioritas. Jangan lupa, pintar-pintarlah memilih mana yang penting dan mendesak, mana yang mendesak tapi kurang penting, mana yang penting tapi kurang mendesak, serta mana yang tidak penting dan tidak pula mendesak.

Ketiga, lakukan sekarang juga apa yang bisa tuntas dalam waktu tiga menit. Kalau sampai menunda, akan sangatlah mungkin hal tersebut tidak akan pernah kita selesaikan sama sekali. Contoh, mencuci piring, menyapu lantai, menyemir sepatu, mengelap motor, dan lain-lain. Hal-hal kecil seperti itu memang sekilas tampak remeh, tetapi ternyata jika kita mengabaikannya akan membuat kita tersudut di kemudian waktu.

Keempat, rencanakan harimu sebelum pagi beranjak. Ya, sangat ideal jika kita melakukan perencanaan secara harian apa saja yang akan kita kerjakan dari pagi hingga petang menjelang. Mengapa demikian? Hal ini untuk menghindari kemungkinan tidak fokusnya kita dalam melakukan aktivitas selama satu hari. Sangat mungkin lho, karena ajakan teman atau pengaruh iklan, pengumuman, atau yang lain, kita menjadi terbawa pada satu kesibukan yang sebenarnya tidak mendukung produktivitas kita hari ini. Jadi, perencanaan ini berguna untuk membuat kita tetap fokus menyelesaikan target-target pekerjaan hari ini.

Kelima, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Ini adalah kalimat penyuntik semangat dalam beraktivitas. Dengan semangat bekerja yang lebih baik, tentu jika kita berkomitmen untuk menghasilkan yang lebih baik dari sebelumnya, maka semangat akan stabil. Teorinya sih begitu…

Keenam, jagalah ritme tubuh. Caranya bagaimana? Olahraga teratur, minimal ya dengan target mingguan ada aktivitas berkeringatnya seperti jogging atau yang lain. Selain itu juga dengan cara tidak begadang secara keterlaluan. Begadang boleh saja asal ada manfaatnya dan tidak melebihi kapasitas raga dan otak kita. Hati-hati dengan begadang, karena sangat mungkin kita mengorbankan produktivitas keesokan hari demi mengejar produktivitas hari ini yang kualitasnya pun tidak optimal. Nah! Lalu, apa lagi? Makan makanan yang bergizi, dan sebisa mungkin sarapan pagi. Saya sudah pernah mengalami, gegara lupa sarapan, esoknya tekanan darah saya menurun. Otomatis ya pada kondisi tekanan darah rendah, pekerjaan saya tidak bisa optimal.

Ketujuh, coba gunakan teknik pomodoro.Teknik efisiensi waktu yang dicetuskan oleh Francesco Cirillo ini dilakukan dengan membuat blok-blok waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Setiap blok waktu terdiri atas 25 menit dan diberi jeda 5 menit untuk setiap bloknya. Pada perulangan blok ke empat, berilah jeda lebih lama, misalnya 10 menit. Teknik ini konon katanya bisa membuat kita bekerja dengan kapasitas otak yang optimal. Mengapa, karena otak memiliki daya kerja yang lama-kelamaan semakin menurun. Namanya juga otak merupakan organ manusia, ada kalanya mengalami kelelahan. Oiya, untuk menggunakan teknik ini, pastikan pikiran kita fokus. Matikan semua media sosial, termasuk semua hal yang kira-kira bisa membuat fokus pikiran kita terpecah.

Kedelapan, manfaatkan aplikasi atau tools untuk membantu produktivitas kita. Cobalah mencari aplikasi yang sesuai, baik itu sifatnya to-do-list, pomodoro, dan sebagainya. Di playstore-nya Google banyak, in sya Allah.

Baiklah, sementara itu dulu beberapa prinsipnya. Semoga bermanfaat.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s