Tegas Melawan Kebiasaan Menunda

Kebiasaan menunda sangat mungkin menjadi biang keladi dalam kasus kegagalan kita mencapai suatu tujuan. Entah itu konteksnya studi, pekerjaan, atau apapun, yang jelas kebiasaan menunda sama juga berarti menunda kesuksesan. Bahkan bisa jadi tidak sekadar menunda, tetapi membatalkan kesuksesan. Wadoooh….

Berikut ini ada beberapa cara agar kita bisa bersikap tegas terhadap kebiasaan menunda. Sederhana, tetapi saya kira akan sangat bermanfaat untuk jalan hidup kita ke depan, terutama bagi kita yang masih  suka menunda-nunda pekerjaan. Bagaimana caranya?

Lupakan Perfeksionisme. Winston Churchill pernah mengatakan, “Perfeksionisme itu lawannya kemajuan.” Maksudnya, kalau kita ingin segala sesuatu dikerjakan dengan cara pandang sorang perfesionis, niscaya kita tidak akan melangkah lebih jauh. Tidak ada kemajuan, hanya jalan di tempat. Kira-kira begitu.

Segera mulai saja, walau belum semuanya. Dengan memulai berarti kita membuat sebuah progres terhadap pekerjaan kita.

Hentikan sikap membesar-besarkan antisipasi. Antisipasi itu baik, tetapi jika kita terlalu banyak memikirkan antisipasi, bisa jadi muncullah benih menunda-nunda. Terlebih jika kita sampai overestimate terhadap hal-hal negatif yang mungkin muncul, maka sangat mungkin pikiran kita akan teracuni dengan hal-hal negatif yang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Tuliskan alur berpikir Anda. Kadang, atau bahkan sering, kita berpikir tentang bagaimana kita akan merampungkan sebuah pekerjaan. Pikiran tersebut terus berkembang sehingga ada banyak cabang yang sebenarnya hanya untuk menggambarkan penyelesaian suatu pekerjaan. Nah, ketimbang pikiran Anda dijejali begitu banyak ide, sangat baik jika Anda menuliskannya saja sehingga lebih terstruktur dan sistematis.

Sesekali, bermeditasilah dan lupakan sejenak permasalahan. Meditasi bisa mengurangi rasa cemas dan perasaan-perasaan merusak lainnya. Dalam konteks agama Islam, meditasi bisa diganti dengan sholat, berdzikir, dan berdoa kepada Allah agar kita bisa melalui semua aral melintang dalam hidup ini dengan lancar. Mohonkan kepada Allah, agar hal-hal kecil bernama masalah bisa benar-benar kecil dan tidak menjadi ganjalan kedekatan kita kepada-Nya.

Demikian, semoga ada setitik manfaat yang Anda dan saya dapatkan. Kiranya Allah beri kita nikmat waktu luang dan kesehatan untuk bisa menerapkannya, baik dalam konteks pekerjaan maupun aktivitas positif lainnya. Aamiin…

Sumber nasihat: Are You a Procrastinator? Here Are 5 Ways to Be More Decisive.Are You a Procrastinator? Here Are 5 Ways to Be More Decisive.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Terjemah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s