Catatan Ringan untuk Buku “Andaikan Aku atau Anda, Gubernur Kepala Daerah”

sampul andaikan.pngBuku yang akan saya kupas sedikit ini dapat dikatakan buku lama. Diterbitkan pada akhir 2011, menjelang Pilkada DKI tahun berikutnya. Namun, relevansinya masih saya rasakan hingga saat ini. Mengapa demikian, karena buku ini ditulis oleh wakil gubernur Jakarta kala itu, bapak Prijanto atau yang biasa disapa Bang Pri. Lebih menarik karena beliau memiliki latar belakang militer tetapi memiliki minat lebih dalam hal menulis. Lahirlah tulisan yang sebagian besar berisi ‘daging’ ini.

Dalam kacamata saya, buku ini sangat bagus karena memuat teladan-teladan yang dilukiskan langsung oleh pelakunya. Teladan ini sangat jarang ditemukan mengingat teladan ini diterapkannya di tataran tinggi birokrasi: teladan seorang wakil gubernur. Teladan ini sangat kaya nilai, ada yang berupa sikap, pemikiran (baca: falsafah hidup), dan tindakan nyata. Latar belakang dan pengalamannya di dunia militer menjadi nilai tambah kualitas buku ini.

Pada awal membaca judul buku ini, saya berharap akan mendapati bagaimana Bang Pri bekerja dengan menggunakan data, setidaknya data resmi yang dirilis BPS. Sayang, saya hanya menemui data yang terkait dengan data penduduk miskin. Padahal, sebenarnya data-data BPS sangat ampuh untuk memantau keberhasilannya dalam melaksanakan amanah rakyat sejauh waktu kala itu.

Tetapi tetap saja ada sisi menarik yang saya tangkap ketika beliau menyatakan melakukan pengecekan langsung terhadap hasil kerja BPS. Untungnya, hasil pengecekan beliau melegakan saya juga sebagai insan BPS. Beliau menemukan bahwa hasil kerja BPS sesuai lapangan. Saya, orang yang merasa bahwa BPS adalah keluarga saya, merasa turut bahagia sekaligus bangga.

bang pri.pngSatu hal yang menurut saya bahwa Bang Pri ini juga menggunakan data dalam bekerja adalah cerita beliau ketika melakukan survei waktu masih di dunia militer. Kala itu ada isu pembubaran Komando Teritorial (Koter) yang ternyata berseberangan dengan naluri kepempimpinan Bang Pri. Hingga pada akhirnya, TNI dapat mengambil keputusan yang benar karena mendasarkannya pada fakta empiris (baca: data).

Pada akhir bagian buku ini, Bang Pri mencantumkan resensi dan pendapat para tokoh. Pada awal saya membaca bagian ini, saya berharap ada pendapat dari Pak Fauzi Bowo, Gubernur waktu itu. Sayangnya, tidak ada. Entahlah, waktu itu sudah ada friksi antara Gubernur dan wakilnya, atau bagaimana, kita tidak tahu. Faktanya memang di Pilkada 2012, Bang Foke menggandeng Pak Nachrowi Ramli sebagai cawagubnya.

Yang paling menarik lagi, masih di bagian terakhir buku ini, Bang Pri sepertinya tahu orang-orang yang dimintai pendapatnya adalah orang-orang yang kompeten. Bahkan saya curiga, Bang Pri mengetahui bahwa satu di antara orang-orang ini sangat potensi untuk benar-benar menjadi gubernur di masa mendatang. Benarlah, karena satu di antaranya itu adalah Anies Baswedan. Ya, Pak Anies yang baru saja memenangi Pilkada DKI 2017 beberapa waktu lalu,  dimintai pendapatnya mengenai buku ini. Silakan simak di halaman 273. Di sana terlihat bahwa Pak Anies memiliki wawasan yang luas tentang Jakarta. Saya bersyukur karena pastinya Pak Anies sudah membaca buku dari Bang Pri ini secara tuntas. Hanya, Pak Anies perlu dan harus memanfaatkan kemajuan teknologi dan sarana telekomunikasi saat ini dengan efektif dan efisien.

Semoga kepemimpinan Pak Anies ke depan ini sangat memuaskan karena ada pengayaan dari buku bermutunya Bang Pri ini. Dan, semoga Allah merahmati Bang Pri sekeluarga… Aamiiin…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Bahasa, Catatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s