Memutus Kebiasaan

 

Good-Habits-520x359[1]

Courtesy of happy-creative.co.uk

Setelah beberapa pekan saya tidak melakukan aktivitas blogging, salah satu bentuk menulis yang saya gemari, ternyata ada sedikit yang mengganjal saya rasakan. Ganjalan itu adalah rasa tersendat ketika saya hendak menuangkan isi kepala. Pikiran sudah mulai berjalan, tetapi jemari seperti meminta kepala untuk berpikir ulang sebelum menuliskan kalimat. Ya, tiba-tiba melintas di benak saya bahwa saya mulai kurang lincah menulis. “Eh, emang kamu meng-klaim dirimu lincah menulis?” celetuk dalam hati saya.

 

Terlepas dari apakah saya lincah menulis atau tidak, ada satu hikmah yang rupanya bisa saya ambil. Hikmah tersebut saya rangkum dalam satu kalimat yang juga saya pakai penggalannya sebagai judul tulisan ini:

Memutus kebiasaan positif sama dengan menurunkan kapasitas.

Saya teringat salah satu konsep dalam survei yang biasa kami lakukan di Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kemampuan baca tulis. Seseorang yang dahulu bisa membaca dan menulis, kemudian karena lama sekali tidak pernah dia gunakan untuk membaca atau menulis sehingga lupa caranya membaca atau menulis, maka dia digolongkan tidak dapat membaca dan menulis.

Konsep di atas muncul karena kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan seseorang untuk membaca atau menulis dapat lenyap manakala ia tidak pernah mengasah kebiasaan menerapkan keterampilan tersebut. Saya pribadi, karena bertahun-tahun sejak lulus sekolah menengah tidak pernah menggunakan aksara jawa, kini hanya beberapa huruf saja yang saya ingat. Padahal dulu aksara angka jawa pun saya hafal. Tapi kini, tidak ada yang nyangkut sama sekali.

Mengapa seperti itu? Karena saya tidak pernah menggunakannya sama sekali. Tidak jauh berbeda jika kita merasa telah memiliki suatu keahlian khusus, tetapi karena kita jarang menggunakannya, keahlian itu memudar intensitasnya. Dengan kata lain, jika kita tidak melanggengkan menerapkan keahlian itu, lambat lain kita akan mendapati bahwa keahlian kita itu justeru menurun. Dengan menurunnya keahlian, berarti kapasitas seseorang berkurang.

Saebaliknya, jika kita memupuk suatu keahlian dengan kebiasaan, niscaya tingkat keahlian itu semakin tinggi. Kebiasaan itu adalah bentuk nyata mengaplikasikan keahlian yang sudah dimiliki, apapun tingkatannya. Dalam realisasinya, kebiasaan tidak dipandang seberapa banyak dilakukan, tetapi lebih pada seberapa sering dilakukan. Namanya juga kebiasaan, tentu saja frekuensi dilakukannya sering hingga menjadi hal biasa.

Makanya tidak ada orang yang protes pada nasihat nabi kita bahwa melakukan hal sedikit tetapi sering itu lebih baik ketimbang melakukan banyak tetapi hanya sekali. Dari sisi kuantitas barangkali sama, tetapi dari sisi kualitas, output dan outcome-nya sangat berbeda. Pengalaman pun membuktikan, setidaknya di dunia pembelajaran. Orang yang belajar 5 kali masing-masing setengah jam akan menuai hasil yang jauh lebih baik ketimbang orang yang belajar sekali tetapi dalam waktu lima jam.

Oleh karena itu, mari berkomitmen pada diri sendiri untuk bisa menjaga kebiasaan kita dalam hal-hal yang positif. Sebagai contoh yang dekat, pada kasus yang saya hadapi, yakni menulis postingan di blog tercinta ini: begitu saya putus kebiasaan untuk menulis di blog, meski hanya dalam beberapa minggu, kecepatan menulis saya menurun.

Ada juga contoh lain. Seseorang memiliki kebiasaan menghafal ayat Quran. Dia telah menghafal juz ketiga puluh dari upayanya menghafal setiap hari dalam satu bulan terakhir. Ternyata di hari-hari berikutnya dia tidak sempat melanjutkan kebiasaaan harian untuk menyokong hafalannya tersebut. Dia tidak sempat melakukan muroja’ah, apalagi menambah hafalan. Begitu ia mencoba melanjutkan kebiasaannya menghafal di minggu berikutnya, ternyata ada beberapa hafalan yang terlepas.

Semoga Allah membantu kita untuk menjaga kebiasaan positif yang sudah mulai kita rintis.. Semoga Allah menjadikan iman dan ilmu (baca: kapasitas) kita sebagai sarana mengangkat derajat kita di sisi-Nya. Aaamiin…

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Cerita Inspirasi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s