Terapi Menulis

Saya bersyukur, diberi nikmat oleh Allah berupa kesukaan untuk mengungkap rasa dan pikir melalui tulisan. Walaupun saya sadar sepenuhnya bahwa tulisan saya ini tidaklah cukup berkualitas. Harap dimaklumi saja demikian karena memang konten yang saya usung tidak memuat bobot yang mumpuni. Seperti misalnya, analisis yang didasari fakta ilmiah, kutipan-kutipan yang populer, dan sebagainya.

Kesyukuran ini pulalah yang menuntun jemari saya untuk menulis di malam ini. Mengapa sampai semalam ini belum tidur? Hehe, saya sudah terlalu lama menginap di hotel (hampir dua minggu) tanpa bertemu istri dan anak-anak.

Jadi, bukan hal yang aneh jika saya mengalami insomnia detik ini. Hehe.. Bahkan, tulisan ini saya ketik di atas hape saya sembari duduk di sofa lobby hotel. Wow, sekalian saya melewatkan pergantian hari pada tengah malam ini.

Alhamdulillah saya bisa melakukan sedikit hal positif: melakukan terapi menulis. Sebenarnya selain postingan ini, saya juga menulis di laman yang lain. Jadi, ini ceritanya adalah tulisan kedua.

Mengapa saya katakan menulis ini adalah sebuah terapi? Karena, ini menurut pemikiran dangkal saya ya, menulis itu bisa memfokuskan otak pada satu titik tertentu yang ternyata bisa mengurangi rasa tidak enak di bagian otak yang lain. Rasa tidak enak seperti apa?
Kangen keluarga, itu salah satu contohnya. Kepikiran pekerjaan yang belum selesai, itu contoh yang lain.

Terbukti, saya mulai mengantuk… Tidur dulu ya guys..

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s