101 Intisari Seni Perang Sun Tzu

101Buku ini merupakan salah satu karya dari William Tanuwidjaja. Seperti kita ketahui, Sun Tzu adalah seorang Jenderal China zaman dahulu yang ahli strategi militer dan perang. Jenderal ini menulis karya yang luar biasa tentang seni berperang. Mungkin karena isinya sangat panjang, penulis berinisiatif untuk membuat intisarinya. Beruntung, saya sempat membaca intisarinya, walaupun buku aslinya belum pernah saya baca.

Buku intisari ini isinya berupa kalimat-kalimat singkat yang kalau boleh saya sebut lebih mirip pokok-pokok pemikiran dari karya Sun Tzu. Padahal, pada awalnya saya berharap ada sedikit ilustrasi mengenai setiap intisari yang disajikan. Walhasil, jujur saja saya tidak begitu ngeh dengan setiap intisari yang disajikan. 

Namun, tetap saja ada beberapa yang menurut saya patut untuk saya tuliskan beberapa di sini. Selain karena kalimatnya singkat dan lugas, juga karena kandungan maknanya bisa menginspirasi para pembaca. Mulai dari tentang jiwa kepempimpinan dalam konteks pemerintahan.

Jenderal yang cakap maju berperang tanpa mengharapkan ketenaran, dan mundur tanpa merasa takut dipermalukan. Jenderal yang cakap hanya berusaha melindungi rakyatnya, melayani pemerintahnya. Ia adalah mutiara bangsa yang sangat berharga.

Lalu ada juga tentang pragmatisme. Tetapi saya menerjemahkannya ke dalam konteks yang lebih tinggi, tidak sekedar materi belaka.

Kalau tidak menguntungkan, janganlah bertindak. Kalau tak mungkin menang, janganlah menggunakan pasukan. Kalau tidak dalam bahaya, janganlah bertempur.

Berikutnya adalah tentang bagaimana menggunakan kreativitas untuk mencari alternatif jalan keluar selain dengan cara kekerasan.

Meraih 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah puncak keterampilan. Menaklukkan musuh tanpa bertempurlah kesempurnaan tertinggi.

Dan terakhir, sangat cocok untuk diterapkan kala kita hendak menaklukkan musuh. Musuh dalam arti yang lebih luas, termasuk kebiasaan-kebiasaan buruk kita sendiri.

Jenderal yang baik menghindari musuh yang semangatnya tinggi. Ia menyerang musuh pada saat mereka lelah.

Pos ini dipublikasikan di Catatan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.