Menggali Ide Tulisan

Ide begitu banyak berseliweran di alam pikiran kita. Allah telah menciptakan otak manusia dengan wujud dan khasiat yang luar biasa. Kemampuannya mengolah fakta dan menyimpan cerita hampir tidak terbatas karena hingga kini kita belum mendapati ilmuan yang menyebutkan batasannya. Walhasil, seperti saya kemukakan sebelumnya, ide, yang merupakan hasil proses berpikir, menjadi kuantitas yang tak berbatas.

Namun, bagi sebagian kita masih ada yang merasa bahwa ide yang orisinal itu susah didapatkan. Tidak juga, saya sudah merasakan bahwa ide itu begitu banyak. Ide yang sederhana hingga kompleks sebenarnya bisa kita wujudkan, tentu saja melalui proses berpikir yang sederhana.

Jika Anda masih merasa kesulitan, pada bagian selanjutnya saya akan mencontohkan bagaimana menggali ide untuk tulisan.

Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan melihat sisi lain pada suatu peristiwa atau gagasan. Misalnya pada suatu isu tentang melemahnya daya beli masyarakat, kita justru mengulik ide tentang sektor-sektor yang kondisinya berkebalikan, yakni aktivitas ekonomi yang sedang bergairah. Contoh lain, isu kemiskinan yang selalu saja menyoroti 40% penduduk dengan status ekonomi terbawah. Cobalah menulis tentang yang sebaliknya, 20% penduduk ekonomi teratas. Meskipun nanti idenya bergeser menjadi orang-orang the have.

Berikutnya, ide yang berasal dari pengalaman yang baru saja kita alami. Karena kejadiannya baru berlalu, insyaallah kita bisa mengungkap banyak hal untuk disampaikan ke pembaca. Tak jarang kita mendapatkan ide-ide baru lainnya dari aktivitas menuliskan pengalaman tadi.

Bisa juga ide kita dapatkan dari cerita positif yang kita dengar dari orang lain. Cerita itu mungkin akan membuat kesan seolah cerita dari negeri dongeng. Tapi jangan khawatir, dengan bubuhan kalimat bahwa cerita itu kita angkat dari kisah nyata, pembaca pasti ada yang terinspirasi.

Tidak hanya itu, tulisan juga bisa berasal dari mimpi kita, baik mimpi dari tidur maupun mimpi dari 100% kesadaran kita. Tuturkan saja, tentu dengan bumbu-bumbu nasihat yang melegakan.

Cara lain lagi yaitu dengan membaca surat kabar, kemudian lihat bagian suara pembaca. Di sana biasanya ada masalah-masalah yang dikeluhkan. Lantas, cobalah membantu merumuskan ide untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ya, tentu saja jika topik itu menarik untuk kita tanggapi. Kalau tidak, lupakan saja.

Jika kita merasa benar-benar buntu, cobalah cari ide dengan melihat momentum. Misalnya, bulan November ini temanya tentang hari pahlawan. Jadi, topik yang kita angkat misalnya kepahlawanan kids jaman now. Hehe…

Inti dari penjelasan saya di atas adalah bagaimana kita bisa memberi input sebanyak-banyaknya bagi otak kita. Input itulah yang nantinya akan diproses menjadi ide-ide sederhana tetapi orisinil. Nah, sebaik-baik cara untuk mendapatkan input tersebut sepengetahuan saya adalah dengan membaca. Makin banyak membaca, makin banyak ide. Percayalah!

Dan ingatlah prinsip sederhana ini:

Input (membaca buku) > Proses (berpikir sederhana) > Output (ide)

Pos ini dipublikasikan di Bahasa, Catatan, Cerita Inspirasi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.