Jika Aku Lupa, Ingatkan Aku Teman

Salah satu sesi dalam diklat yang sedang saya ikuti adalah tentang kecerdasan emosional. Ada satu pernyataan yang terlontar di tengah-tengah sebuah penggalan diskusi dalam pembelajaran tersebut yang menurut saya ada benarnya. Adalah pernyataan bahwa kita cenderung mempersulit teman sendiri dalam konteks organisasi ketimbang mempermudah. Tetapi sayang, hal itu kita anggap hal yang biasa dan sudah sewajarnya. Mengapa bisa demikian?

Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa hal. Pertama, karena kita sudah terbiasa melakukan itu. Atas nama aturan main, atas nama kebiasaan yang sudah-sudah, kita membuat suatu keputusan yang ternyata menyulitkan orang lain yang tidak lain adalah saudara-saudara kita yang bernaung di organisasi yang sama dengan kita.

Oleh karena itu, teman, ingatkan saya jika ada sikap atau keputusan yang saya ambil, ternyata menyulitkan teman-teman semua.

Pos ini dipublikasikan di BPS, Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.