Mengasah Kreativitas

Kreativitas konon merupakan anugerah Tuhan yang disematkan ke otak manusia. Berbeda dengan binatang yang sama-sama memiliki otak, tetapi mereka tidak memiliki kreativitas. Buktinya, binatang itu dari zaman dahulu hingga sekarang tidak mengalami perubahan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Sebagai contoh, sapi. Dari dulu hingga sekarang mereka makan rumput, tidak pernah memodifikasi rumput menjadi variasi makanan lain.

Menurut KBBI, kreativitas berarti daya cipta atau kemampuan untuk mencipta. Selain itu, kreativitas juga mengandung arti perihal berkreasi atau kekreatifan. Pengertian kedua inilah yang sifatnya luas dan dapat berkembang lebih luas lagi karena kreativitas itu tanpa batas.

Mari kita simak sejarah, bahwa dahulu ketika Wright bersaudara memunculkan ide manusia dapat terbang, mereka dianggap gila. Padahal, ketika itu mereka dengan kreativitasnya sudah dapat menanamkan imajinasi bagaimana manusia bisa terbang dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan, akhirnya terbukti ketika zaman sekarang batasan jarak menjadi tidak berarti karena adanya si burung besi.

Lalu ada juga ide kreatif Leonardo Da Vinci berupa sketsa parasut untuk membantu manusia lompat dari ketinggian. Orang-orang sepeninggalnya hanya mengira bahwa sketsa itu merupakan karya seni biasa, seperti lukisan-lukisan sang maestro lainnya.

Namun, baru sekitar satu abad kemudian, sketsa itu ditangkap sebagai sebuah ide brilian oleh orang yang juga kreatif. Akhirnya, saat ini kita melihat adanya aktivitas olah raga dan kemiliteran dengan nama terjun payung, walaupun yang dipakai untuk terjun bukanlah payung melainkan parasut.

Berawal Dari Kebosanan

Adalah kebosanan, yang barangkali menjadi pemicu lahirnya kreativitas di kepala orang-orang kreatif. Kebosanan itu melahirkan gagasan aktivitas atau cara baru dalam menjalani atau melakukan sesuatu.

Kabar baiknya, kreativitas adalah sesuatu yang dapat dilatih. Caranya juga sederhana, cukup kita mengidentifikasi kebosanan. Jika kita merasakan suatu hal yang membosankan, cobalah sesuatu hal yang baru.

Bagaimana melatihnya? Juga sederhana, yakni mencoba melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lain. Orang-orang yang biasa memberi motivasi kepada orang lain (baca: motivator), biasa menyebutnya dengan berpikir out of the box alias berpikir di luar kebiasaan.

Beberapa waktu yang lalu, saya juga mencoba membuat cara baru dalam mengelola kelompok petugas dengan grup whatsapp. Jika sebelumnya saya mengelola penuh grup tersebut, kali ini saya menjadikan para koordinator statistik kecamatan (KSK) sebagai admin dan memberi mereka amanat untuk meng-invite petugas dari kecamatan masing-masing.

Cara di atas saya terapkan dengan harapan para KSK akan merasa memiliki grup dan turut bertanggung jawab, setidaknya terhadap petugas masing-masing. Alhamdulillah, hingga saat ini masih berjalan lancar.

Jadi, sebenarnya bukan hanya kebosanan yang bisa menjadi pemicu. Tetapi juga rasa ingin mencoba hal yang baru atau dengan cara baru itu juga dapat mengasah kreativitas. Kok bisa? Tentu, dengan hal atau cara baru kita pasti akan menemukan jenis permasalahan yang baru pula. Hal ini tentu meminta otak kita untuk memberi respon yang berbeda dari sebelumnya. Otak kita berpikir, dan berpikir itu mengasah kreativitas.

Hal baru, cara baru, orang baru, sistem baru, tantangan baru, atau lain-lainnya yang baru akan membantu kita mengasah kreativitas selain tentu saja memperkaya pengalaman hidup kita. Makanya jangan heran jika ada sunnah nabi yang seperti ini:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melaksanakan shalat id, beliau memilih jalan yang berbeda (ketika berangkat dan pulang).” (HR. Bukhari no. 986).

Nah, nabi saja secara tidak langsung sudah mengajarkan kita bagaimana mengasah kreativitas dengan cara yang sederhana, pada aktivitas yang kita pikir memasung kreativitas.

Oke, selamat mengasah kreativitas Anda!

Halim Perdana Kusuma, 9 April 2018 (Sesaat menunggu panggilan boarding pesawat ke Surabaya)

Referensi: https://konsultasisyariah.com/14461-hikmah-memilih-jalan-yang-berbeda-ketika-berangkat-dan-pulang-shalat-id.html

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Catatan, Cerita Inspirasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.