Nostalgia Taman Sepatodhea

Jakarta Selatan. Ya, di sini saya kembali menyambangi salah satu taman kota yang sekitar dua atau tiga tahun lalu saya sekeluarga sesekali mengunjunginya. Namanya Taman Sepatodhea, tetapi tetangga-tetangga waktu itu biasa menyebutnya dengan taman sepatu. Padahal, kalau masuk ke taman itu tidak diwajibkan memakai sepatu. Bunga sepatu pun saya agak sulit menjumpainya. Entahlah, apa hubungannya sepatu dengan taman ini.

Dari kantor Pusdiklat BPS, saya berjalan kaki ke taman ini. Sekitar delapan belas menit saya gunakan untuk menempuh jarak 1,6 km. Berikut ini gambar hasil penggunaan aplikasi Strava.

Sampai di taman, saya mendapat sambutan berupa kesegaran udara dan ketenangan suasana. Walaupun sesekali ditingkahi suara anak- anak yang bermain di sana. Beruntung, untuk masuk ke taman tidak ada pungutan biaya. Jadi, ada semacam rasa puas atas layanan Pemerintah Kota atas taman kota terbuka ini.

Langsung saja, saya tampilkan foto-fotonya ya..

Ini kaki saya saat selonjoran di atas rumput taman

Sekian reportase pagi ini, semoga bisa menjadi rujukan bagi Anda yang tinggal di sekitar Jagakarsa untuk memadu kasih mesra sekeluarga. Recommended banget untuk membawa anak-anak. Tetapi, untuk parkir mobil agak susah.

Itu saja, salam cinta Indonesia!

Pos ini dipublikasikan di Jalan-jalan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.