Meja Kerja Tanpa Berkas: Sebuah Inovasi

Mungkin Anda akan mengernyitkan dahi ketika membaca judul postingan ini. Di mana inovasinya jika meja kerja tak ada berkas di atasnya? Ya, ternyata, menurut salah satu pengajar di Pusdiklat BPS, hal tersebut pernah menjadi proyek perubahan seorang pejabat eselon II di Lembaga Administrasi Negara (LAN). Perubahannya sedehana tetapi cukup revolusioner: budaya organisasi dengan meja kerja yang bebas berkas. Pejabat tersebut melarang jajarannya untuk meninggalkan mejanya ketika pulang dalam keadaan masih ada berkas-berkas yang bertumpuk. Kalaupun ada, itu berarti masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan.

Mungkin agak berbeda dengan kebiasaan sebagian kita yang selama ini sering menumpuk berkas di kiri, kanan, depan, hingga tengah bagian meja. Ternyata, itu adalah praktik kerja yang salah. Idealnya, apa yg ada di meja itu memunggu untuk kita selesaikan. Dan kalau terlalu banyak, kita menjadi tidak fokus. Jika sudah tidak fokus, akhirnya produktivitas kita tidak maksimal.

Hal ini dibenarkan oleh beberapa catatan ilmiah. Menurut riset yang dilakukan Brother, 4 dari 10 pekerja mengatakan memiliki ruangan rapi dan terorganisir membantu mereka lebih produktif. Kemudian, sekitar satu dari tiga orang mengatakan produktivitas dapat meningkatkan karir mereka.

Sabine Kastner, seorang profesor ilmu saraf dan psikologi Princeton University, mengatakan, setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam menyaring rangsangan visual. “Bagi beberapa orang, kantor yang sesak atau ‘berantakan’ hampir tidak memungkinkan seseorang bekerja penuh konsentrasi.”

Hasil penelitian lainnya oleh Texas University menunjukkan bahwa pemilihan warna pada ruang kerja bisa mempengaruhi produktivitas. Karena itu, alangkah baiknya jika ruang kerja di desain dengan sedemikian rupa dengan menggunakan warna yang sifatnya dapat meningkatkan produktivitas.

Jika meja tanpa berkas berarti adalah meja kerja yang tertata rapi, saya setuju. Dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

  • Meja yang berantakan memunculkan distraksi yang akan membuat kita kesulitan berkonsentrasi. Sebaliknya, meja kerja yang rapi akan membuat kita fokus menyelesaikan hanya berkas-berkas yang masih ada di meja. Dengan fokus yang lebih baik, tentu produktivitas kita juga lebih baik.
  • Penataan meja kerja yang rapi dan dekorasi warna yang sesuai akan membangkitkan mood atau semangat kita dalam bekerja. Dengan semangat yang memadai, kita akan bekerja tanpa bermalas-malasan sehingga pekerjaan akan segera terselesaikan.

Selanjutnya, ada sebuah video yang menurut saya dapat menjadi inspirasi bagi kita terkait dengan ruang kerja di kantor agar lebih produktif.

Selebihnya, kita bisa mencoba menonton video youtube dengan link berikut: https://www.youtube.com/results?search_query=productive+desk

Referensi:

Pos ini dipublikasikan di BPS, Catatan, Cerita Inspirasi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.