Programmer Polyglot

Pernah dengan istilah polyglot? Pasti pernah, karena istilah ini sering dipakai untuk menunjukkan kejeniusan sekolompok orang yang menguasai empat atau lebih bahasa di dunia ini. Ada yang sekali mendengar kosakata bahasa asing langsung bisa mengingatnya di lain kesempatan. Yang seperti ini biasanya menguasai lebih dari sepuluh bahasa. Wow..

Nah, selain bahasa manusia, kita juga mengenal bahasa program. Untuk bahasa program, kira-kira ada istilah polyglot juga tidak ya? Tentu ada, walaupun seperti memaksakan. Tapi kan bisa dianalogikan.

Programmer polyglot berarti programmer yang menguasai banyak bahasa program, baik dengan paradigma sama maupun beda. Paradigma yang seperti apa? Misalnya prosedural, orientasi obyek, fungsional, dan lain-lain.

Lalu, apa enaknya jadi programmer polyglot? Ya, sebenarnya ini untuk programmer yang sudah senior, levelnya mendekati dewa gitu lah. Yang mungkin sangat mudah untuk mempelajari dan memahami suatu teknologi pemrograman yang baru. Kalau seperti saya mah, masih jauuh.

Kembali lagi ke apa enaknya. Katanya, dengan mempelajari jenis bahasa program yang baru, pandangan kita tentang pendekatan pemrograman jadi lebih luas. Kita bisa bereksperimen dengan suatu bahasa sekaligus mendapatkan hikmah berupa filosofi dari bahasa tersebut.

Mungkin teman-teman bisa membaca artikel ini: Be a polyglot programmer.

Kalau saya sendiri, bahasa apa yang pernah saya pelajari ya…

  1. Pascal, tapi sudah lupa. Dipakai dulu zaman kuliah.
  2. ActionScript, bahasanya Macromedia Flash zaman dahulu. Hanya mencicipi, belum berhasil membuat karya yang layak dipamerkan.
  3. Java
  4. Visual Basic
  5. Visual C#
  6. HTML
  7. CSS
  8. PHP. Bahasa ini mudah dipelajari dan diterapkan. Sebagian besar website yang ada di dunia maya menggunakan bahasa ini. Jadi, jika Anda belum menguasai bahasa ini, belajarlah.
  9. Javascript. Untuk bahasa ini pun framework atau library-nya macam-macam dengan berbagai kegunaan yang sangat bervariasi.
  10. SQL. Ini bahasa untuk melakukan pemrosesan terhadap basis data.

Untuk lima yang saya sebut pertama, sudah tidak pernah lagi saya pakai. Walaupun ketika diminta untuk menggunakannya lagi masih bisa, insyaallah.

Lalu, apakah saya atau kita perlu punya target selanjutnya menguasai bahasa program. Ya, menurut saya harus lah. Target harus dipasang agar kita bisa mencapai hasil yang lebih baik. Jadi, kira-kira bahasa apa ya? Silakan coba ini..

  • Python. Bahasa ini katanya paling mudah, tapi juga lumayan ringan dan cepat. Banyak digunakan untuk mengolah data dalam jumlah besar. Bahkan, untuk aplikasi web juga sudah banyak framework yang memanfaatkan bahasa ini.
  • R. Ini bahasa yang digunakan oleh para saintis utamanya di bidang matematika atau statistik.

 

Pos ini dipublikasikan di Catatan, Developer. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.