Muhasabah Kata

Muhasabah berarti introspeksi. Introspeksi berarti kita melihat kembali ke dalam diri. Apa yang kurang baik kita perbaiki dan apa yang sudah baik kita tingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Muhasabah sejatinya berasal dari bahasa arab, yang mana bahasa Indonesia sudah menyerap dari bahasa asing ini dalam jumlah yang tidak sedikit.

Dalam Bahasa Arab, kata muhasabah berasal dari kata hasiba – yahsabu – hisaaban yang secara bahasa berarti melakukan perhitungan. Secara syariat, muhasabah adalah melakukan evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan dalam segala hal, baik yang berkaitan dengan Tuhan (hablun minallah) maupun dengan sesama manusia (hablun minannas).

Namun, dalam konteks blogging ini, muhasabah yang saya maksud adalah muhasabah kata. Sederhananya, saya ingin mengevaluasi kata-kata yang saya tulis dalam blog ini. Idealnya, muhasabah kata ini dilakukan secara periodik, misalnya setiap triwulan, semester, atau paling lama setahun sekali.

Bagaimana Melakukan Muhasabah Kata?

Muhasabah kata yang saya lakukan adalah dengan membaca ulang tulisan-tulisan yang sudah pernah saya tampilkan di blog ini. Membacanya tidak lagi dengan sudut pandang yang dulu saya gunakan untuk menulis, tetapi sudut pandang orang lain yang mungkin akan membaca tulisan saya.

Selanjutnya, saya juga harus meresapi kira-kira tulisan tersebut memberi manfaat, memercikkan inspirasi, menyiratkan semangat dan motivasi, atau malah sebaliknya? Jika hal-hal positif yang tertularkan dengan tulisan saya, tentu itu baik. Tetapi kalau negatif, maka saya harus merevisinya untuk memunculkan nilai positif bagi para pembaca.

Yang tak kalah penting adalah bagaimana susunan kata dan kalimat yang tersaji. Saya khawatir, ada kesalahan tafsir dari sebagian pembaca karena ada redaksional yang hanya berdiri pada satu sudut pandang, yakni sudut pandang saya sebagai penulis blog ini.

Muhasabah kata ini sebenarnya adalah satu bagian kecil dari rutinitas yang hendaknya kita lakukan. Dalam dunia manajemen, kita juga disarankan untuk melakukan evaluasi. Pada skala mikro, kita lakukan evaluasi pada setiap malam atas aktivitas yang sudah kita lakukan dari pagi hingga malam. Evaluasi tersebut ditutup dengan menyusun rencana aktivitas untuk esok hari. Pada skala yang lebih besar, misalnya di tingkat organisasi, evaluasi dapat dilakukan secara  bulanan, triwulanan, dan seterusnya dalam bentuk-bentuk rapat, diskusi, hingga penyusunan laporan.

Nah, bagi para penulis blog, muhasabah kata saya rasa cocok untuk dijadikan agenda rutin. Tidak dapat dimungkiri, kadang kita menulis sekali jadi, langsung menekan tombol publish alias langsung diterbitkan. Padahal bisa jadi kondisi fisik dan psikis kita sedang lelah kala itu, sehingga bisa jadi isi tulisan kurang mencerminkan kita sesungguhnya. Oleh karena itu, agar apa-apa yang sudah kita tulis tidak justru menjadi bumerang kita kelak ketika mulut kita dikunci di hadapan Pengadil Yang Maha Adil, kita harus melakukan muhasabah kata.

Demikian, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Sumber:

Pos ini dipublikasikan di Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.