Keberpihakan Nurani

Kali ini saya ingin menceritakan tentang kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh kantor kami pada momen ramadhan kemarin. Kegiatan semacam itu memang sudah menjadi agenda rutin setiap bulan ramadhan. Kantor kami membentuk kepanitiaan yang menjadi motor aktivitas keagamaan di bulan ramadhan, seperti misalnya mengundang penceramah, acara buka bersama, kegiatan sosial (santunan), hingga halal bi halal.

Acara sosial pada tahun ini ditujukan pada dua obyek. Yang pertama adalah keluarga penyandang disabilitas. Keluarga ini berada di Kecamatan Banjarejo. Seorang anak malang yang di usia empat belas tahunnya masih memiliki ukuran tubuh seperti anak usia satu hingga dua tahun. Kurus, seperti sedikit daging serta kulit yang membungkus.

Flashback tiga belas tahun yang lalu. Anak malang tersebut mengalami kejang yang ternyata tidak mendapat pertolongan segera. Akibatnya, ada serangan yang mengenai otaknya. Otaknya tidak berkembang. Kala itu, dokter-dokter pun angkat tangan. Kejadian sudah terlambat, tidak ada tindakan medis yang bisa dilakukan.

Waktu berlalu, anak malang tersebut kini hanya bisa berbaring di atas kasur. Nenek dari ayah dan ibunya, serta ayahnya yang masih hidup, menjadi sandaran utama berlangsungnya hari-harinya. Ibunya sendiri beberapa saat yang lalu sudah mendahului menghadap ke Yang Maha Kuasa lantaran sakit ginjal yang dideritanya. Orang-orang dekatnya sajalah yang kemudian mengandalkan kesabaran dan pengharapan akan kasih sayang Tuhan untuk selalu hadir menjaga dan merawatnya.

Mengganti celananya ketika buang air kecil atau besar, menyuapi makanan yang ala kadarnya, sesekali memangkunya, serta selalu menemaninya. Ya Allah, berikanlah kebaikan untuk keluarga mereka, pahala yang tanpa batas atas kesabaran mereka menjalani takdir-Mu yang sedemikian rupa.

Selanjutnya, obyek kedua kegiatan sosial kami adalah sebuah panti asuhan di Kecamatan Randublatung. Panti asuhan ini sebenarnya merupakan nazar dari almarhum pendirinya yang dahulu ketika sakit, beliau bernazar akan memelihara anak-anak yatim untuk dirawat dan disekolahkan.

Saat ini, panti tersebut dilanjutkan oleh salah seorang putra pendirinya. Nasihat yang diwasiatkan almarhum pendiri kepada anak-anaknya ada dua sudut pandang. Sebagai pengelola, prinsip yang harus dipegang adalah aamanuu wa ‘amilush sholihaat (beriman dan beramal sholeh). Perwujudan kongkritnya, anak-anak serta keluarga almarhum mesti memegang teguh keimanan serta berbuat kebaikan yang dalam hal ini diwujudkan dengan memelihara anak yatim.

Dari sudut pandang penghuni panti, prinsip yang harus dipegang adalah bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah. Dengan demikian, setiap anak yang masuk ke panti tersebut harus bersekolah karena itu merupakan jalan untuk mendapatkan ilmu. Atas perkenan Allah jualah, hingga saat ini tidak sedikit anak-anak alumni panti yang kehidupannya sudah sukses di masyarakat.

Ada hal menarik tentang awal-awal pendirian panti tersebut. Almarhum pendiri panti sering mengajak anaknya yang saat ini menjadi penanggung jawab untuk keliling dari desa ke desa untuk mencari anak-anak yang kurang beruntung, khususnya anak-anak yatim. Mereka bertanya kepada sesepuh kampung, ada atau tidak anak yatim yang perlu dibantu, yang mungkin karena keterbatasan sosial ekonomi, anak-anak tersebut tidak dapat bersekolah atau hidupnya serba kekurangan.

Demikian, cerita sekilas tentang kegiatan kami di bulan Ramadhan kemarin. Semoga menginspirasi panjenengan semua. Pada dasarnya, kegiatan sosial ini merupakan bentuk kami dalam memenuhi nilai-nilai keberpihakan nurani. Bagaimanapun, hidup ini bukan sebatas apa yang kita rasakan dan nikmati, tetapi ada bahagia yang tertabur ketika kita bisa berbagi dan berempati kepada sesama yang kurang beruntung.

Dokumentasi di medsos bisa dilihat pada tautan berikut:

Facebook: https://www.facebook.com/bps3316/posts/668577600259138

Twitter:

Pos ini dipublikasikan di BPS, Catatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.